Hipnotis Dosen, Pria Ini Gasak Rp21 Juta – FAJAR sulsel
Kriminal

Hipnotis Dosen, Pria Ini Gasak Rp21 Juta

noimage-150x150

noimage

MAKASSAR, BKM–Dua pria pelaku penipuan dengan modus hipnotis berhasil mengasak uang tunai Rp21 juta milik seorang dosen bernama Sabri Hasan (56), warga Jalan Racing Center. Korban datang melapor ke Polsek Panakkukang, Senin, (22/8) malam.

Di depan polisi korban mengungkapkan, dia berada di Jalan Penganyoman mengambil uang di dalam mesin ATM BNI. Setelah mengambil uang, dia menuju ke mobilnya. Mendadak muncul dua pria menghampirinya.
“Saya pikir kedua pria itu mantan mahasiswa saya. Saya pun bercakap dengan dia,” kata Sabri.

Menurut Sabri, kedua pria itu mengaku baru tiba dari Kalimantan. “Tak ada pikiran saya terhadap pelaku jika ingin berbuat jahat. Pelaku yang berbadan gemuk mengeluarkan kartu ATM lalu menyerahkan kepada rekannya yang berbadan kurus. Alasannya, kartu ATM itu akan di doakan agar membawa berkah. Saya pun dibujuk
oleh pelaku berbadan gemuk untuk ikut mengeluarkan kartu ATM milikku.Tanpa tak sadar saya tengah termakan hipnotis, saat itu saya pun memberikan ATM beserta nomor PIN terhadap pelaku,”ungkapnya

Kedua pelaku kemudian pergi berboncengan motor. Saat itulah Sabri tersadar kalau ATM nya dibawa kabur.
”Ternyata kartu ATM saya sudah ditukar oleh pelaku dan mereka mengetahui PIN ATM saya,”ujarnya

Mengetahui hal itu,korban bergegas untuk melakukan pemblokiran. Namun, dalam perjalanan pulang dia menerima pesan SMS bangking di handphonenya kalau telah terjadi transaksi penarikan uang tunai senilai Rp21,3 juta.

Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Panakkukang dengan nomor laporan polisi Lp/1400/VII/K/2016/Restabes Mksr/Sek Pnk, pada hari Senin (22/8), sekitar pukul
16.30 Wita.

Kapolsek Panakkukang Kompol Wahyudi Rahman yang dikonfirmasi BKM, Selasa (23/8),ia mengaku
belum mengetahui laporan korban hipnotis,namun jika demikian terjadi pihaknya akan menindak lanjuti laporan
korban,”Kalau laporan itu belumsaya terima dari SPKT saya.Kalau pun memang ada laporan korban maka kami akan
tindak lanjuti,dan segera mengumpulkan bukti bukti serta saksi terhadap korban untuk dilakukan proses
penyelidikan,lebih lanjut,”kata Wahyudi Rahman. (Ishak Mappelawa)

Source: Berita Kota

Click to comment
To Top