57 Persen Pemuda Tak Kenal Pancasila – FAJAR sulsel
News

57 Persen Pemuda Tak Kenal Pancasila

JAKARTA — Pimpinan FPDIP MPR RI TB Hasanuddin menegaskan jika bangsa ini sudah lemah di hampir semua bidang. Sehingga mudah dipengaruhi berbagai macam aliran. Termasuk aliran agama yang radikal. Karena itu, wajar jika mayoritas kaum muda saat ini hanya 43 % yang mengenal Pancasila, dan 57 % tidak mengenal. Itulah yang menjadi tugas kita bersama sebagai bangsa. Disamping kesejahteraan, keadilan, dan kemiskinan yang harus diatasi bersama-sama.
“Bangsa ini sudah mulai kehilangan kesadaran bertolernasi, pluralisme, menghargai satu-sama lain sebagai sesama bangsa, kebhinnekaan, keragaman, dan kemajemukan. Karena itu mudah dipengaruhi oleh paham terorisme. Seperti Sultan yang menusuk polisi di Tangerang, beberapa waktu lalu, Karena dia berkeyakinan dengan jihad itu akan masuk surga,” tegas Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI itu dalam dialog 4 Pilar MPR RI ‘Menangkal Radikalisme dalam Rangka Menjaga Keutuhan NKRI’ bersama Ketua PBNU KH. Marsudi Suhud di Gedung MPR RI Jakarta, Senin (24/10/2016).

Ditambah kata TB. Hasanuddin ada pengaruh kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), maka kasus ini menjadi semangat baru (ghirah) untuk merusak semangat kebangsaan. “Inilah yang ingin kita perkuat dengan nasionalisme. Kalau represif kekuatan TNI tak diragukan lagi, dan sudah diakui dunia. Jadi, deradikalisasi ini tugas kita semua untuk ketahanan bangsa ini ke depan,” ujarnya.

Sebagai contoh lagi lanjut TB. Hasanuddin, di Lapas tidak ada orang yang bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar, kecuali napi teroris, maka napi teroris itulah yang menjadi imam shalat sekaligus menjadi khotib. “Sayangnya, ketika berkhotbah bukan bicara kerukunan beragama, Pancasila dan kesadaran berbangsa, melainkan masalah terorisme agar cepat masuk surga atau negara ‘khilafah’ dan lain-lain,” tambahnya.

Selain itu menurut TB. Hasanuddin, lahirnya teroris dunia itu akibat ketidakadilan, kekecewaan terhadap sistem negara dunia, putus asa, dan lain-lain. Baik teroris muslim maupun non muslim. “Jadi, mari jaga bersama NKRI ini, mengingat desintegrasi bangsa ini akan diawali dengan isu SARA. Kalau muncul isu komunis hanya karena gambar palu arit semua ribut, tapi ada yang terang-terangan ingin mendirikan negara Islam dengan bendera ‘Khilafah’ -nya di Monas diam saja. Padahal, kalau, itu dibiarkan dan besar, saya yakin akan menjadi kekuatan seperti ISIS yang sudah lemah sekarang ini,” pungkasnya.(*)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top