Wawali Kunjungi Korban Banjir di Marobo – FAJAR sulsel
News

Wawali Kunjungi Korban Banjir di Marobo

-Serahkan Bantuan Natura

PALOPO — Banjir yang menerjang enam kelurahan di Kecamatan Telluwanua yakni Mancani, Pentojangan, Jaya, Salubattang, Batu Walenrang, dan Sumarambu memunculkan keprihatinan Wakil Wali Kota Palopo, Dr Akhmad Syarifuddin, SE.,M.Si. Selasa 25 Oktober 2016, orang nomor dua di Kota Palopo ini mengunjungi warga korban banjir di wilayah Marobo Kelurahan Salubattang.

Kedatangan Ome, sapaan akrab Wawali Kota Palopo didampingi Wakil Ketua DPD II Golkar Palopo, Mochtar Dalle bersama anggota Kwarcab Pramuka Kota Palopo.

”Kondisi saat ini, air sudah surut. Dan warga yang mengungsi di rumah kerabatnya sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membenahi sisa-sisa banjir,” kata Ome yang bersama Pramuka turun langsung memantau banjir dan menyerahkan bantuan berupa beras, mie instant dan bahan sembako lainnya.

Korwil Golkar Luwu Raya ini sempat berdialog dengan warga korban banjir di Marobo. Warga mengatakan, kalau wilayah mereka merupakan langganan banjir. Untuk itu mereka meminta perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo agar mereka bisa terbebas dari banjir setiap tahunnya.

”Mereka curhat soal wilayahnya yang menjadi langganan banjir. Juga bantuan sering terlewatkan,” jelasnya.

Bantuan yang diserahkan ini, sebutnya merupakan bagian dari Pramuka Peduli. Meski tak seberapa nilainya, namun diharapkan dapat bermanfaat bagi korban banjir.
”Bantuan ini tak seberapa nilainya, namun kami harapkan menjadi berkah bagi warga,” sebut Ketua Kwarcab Pramuka Kota Palopo ini.

Meski situasi banjir sudah surut dan para warga sudah kembali ke rumah masing-masing, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo masih tetap siaga 24 jam di lokasi banjir, utamanya Marobo Kelurahan Salubattang yang kondisinya terparah dibanding kelurahan lainnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Palopo, Hasan, S.Sos mengatakan, seluruh anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih siaga di lokasi banjir dengan berada di tenda yang didirikan BPBD menjaga segala kemungkinan yang bakal terjadi.

Pagi tadi (Kemarin, Red), Hasan melakukan pantauan di lokasi banjir. Dan dalam pantauan itu, masih ada 10 rumah yang tergenang. Warga pun juga sudah kembali ke rumahnya masing-masing melakukan pembenahan sisa-sisa banjir.

Sedangkan untuk dapur umum, sebutnya masih berdiri. Agar warga yang belum bisa memasak karena kondisi rumahnya belum bisa ditempati bisa mengambil makanan di dapur umum.

”Untuk bantuan makanan masih terus mengalir,” sebut Hasan.
Untuk pelayanan air bersih, katanya, PDAM telah melakukan distribusi air ke lokasi banjir yang membutuhkan. Pada hari pertama banjir, ada lima tangki yang didistribusikan PDAM dan hari kedua sebanyak tiga tangki yang disalurkan untuk warga.(rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top