2017, 1.000 Nelayan Dapat Asuransi – FAJAR sulsel
News

2017, 1.000 Nelayan Dapat Asuransi

PALOPO – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) akan memberikan asuransi kepada 1.000 nelayan di Kota Palopo. Asuransi nelayan ini melindungi nelayan dari kecelakaan akibat aktivitas penangkapan ikan, berupa uang pertanggungan untuk kematian senilai Rp 200 Juta, cacat tetap Rp100 Juta, dan biaya pengobatan sebesar Rp20 Juta.

Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat atas keterpurukan nasib nelayan tradisional, maka dibuatnya Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Ikan melalui kartu asuransi nelayan.

Hal ini diungkapkan Kepala DKP Kota Palopo, Ilham Hamid melalui Sekertaris DKP, Lely Kaso Noor kepada Palopo Pos, Rabu 26 Oktober 2016. Menurutnya, sejak September 2016 lalu, DKP sudah melakukan pendataan terhadap nelayan yang ada di Kota Palopo. Pengadaan bantuan asuransi jiwa untuk nelayan dirasa penting karena profesi nelayan cukup rentan dan berisiko tinggi.

“Resiko pekerjaan profesi menjadi nelayan sangatlah tinggi, maka dari itu dibuatlah kartu asuransi bagi nelayan jika sewaktu-waktu mereka mengalami kecelakaan saat sedang melaut,” jelasnya.

Dia mengemukakan, untuk mendapatkan asuransi nelayan itu, prosesnya dari masing-masing pemerintah kabupaten/kota yang mengisi biodata secara online.

Menurut Lely, sebenarnya sebanyak 1.000 nelayan dari seluruh Kota Palopo yang diajukan untuk mendapatkan asuransi nelayan. Mereka itu adalah nelayan yang sudah mengantongi kartu nelayan dan usianya di bawah 65 tahun.

“Kementerian memberikan target waktu hingga akhir Desember untuk merampungkan pengisian biodata calon penerima asuransi nelayan,” ujarnya.

Lely menambahkan, untuk asuransi nelayan tahun pertama ini (2017, Red), biaya premi asuransi sepenuhnya akan ditanggung oleh Pemkot Palopo. Tetapi diharapkan pada tahun-tahun mendatang dapat menjadi stimulasi bagi nelayan sehingga memiliki kesadaran untuk membayar premi sendiri setelah diketahui manfaatnya yang begitu besar.

Untuk diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan anggaran sebesar Rp175 Miliar untuk membuat program asuransi nelayan. Perlindungan ini diberikan kepada para nelayan dari kecelakaan saat sedang melaut.

Lewat asuransi ini, disusun skema bahwa nelayan yang mengalami kecelakaan kerja dan meninggal akan mendapat santunan Rp 200 Juta. Nelayan yang cacat akibat kecelakaan kerja mendapat santunan Rp100 Juta. Lalu ada bantuan biaya pengobatan hingga Rp20 juta, untuk nelayan yang mengalami kecelakaan kerja.

Sedangkan nelayan yang kecelakaan dan meninggal diluar aktivitas penangkapan ikan, misalnya sedang naik sepeda motor, atau kegiatan lainnya, mendapat santunan Rp160 Juta. Bila nelayan mengalami cacat bukan akibat kecelakaan kerja, masih ada santunan Rp100 Juta. Kemudian biaya pengobatan di luar kecelakaan kerja ditanggung hingga Rp20 Juta.(rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top