Dokter dan RS Masih Minim Ikut Tax Amnesty – FAJAR sulsel
News

Dokter dan RS Masih Minim Ikut Tax Amnesty

* Yang Banyak Justru Pelaku UMKM

JAKARTA — Mengejar target Tax Amnesty, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengajak seluruh dokter dan pemilik rumah sakit untuk segera memanfaatkan program pengampunan pajak (tax amnesty) di periode II ini.

Imbauan tersebut disampaikan mengingat partisipasi profesi dokter maupun pengusaha yang menjalani bisnis di bidang kesehatan ini masih rendah untuk ikut serta dalam tax amnesty.

Berdasarkan data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) terdapat 177.588 dokter yang tersebar di seluruh Indonesia. Sayangnya baru 7.125 orang atau baru sekitar 4 persen dari jumlah dokter yang mengikuti tax amnesty.

Sedangkan dari 2.583 rumah sakit yang tercatat di Kementerian Kesehatan, baru 140 rumah sakit dan 70 orang direktur rumah sakit yang mengikuti tax amnesty.

“Kami mengajak seluruh dokter dan seluruh profesional di bidang kesehatan, termasuk pengelola dan pemilik Rumah Sakit untuk segera memanfaatkan tax amnesty yang saat ini sudah memasuki tahap II dan masih dengan tarif rendah,” kata Sri Mulyani. ‎

‎”Tujuan pemerintah dalam program ini adalah memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk memperbaiki catatan perpajakan masa lalu dan mulai menjalankan kewajiban perpajakan sebagai kontribusi bagi pembangunan Indonesia,” ujar Sri Mulyani, Selasa 25 Oktober 2016.

Sementara dari data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, tingkat partisipasi Wajib Pajak (WP) yang memiliki profesi dokter, termasuk dokter gigi, serta pengelola dan pemilik rumah sakit pada program tax amnesty masih sangat rendah.

Tax amnesty periode II yang berlangsung Oktober-Desember, DJP fokus pada segmen pelaku UMKM serta para profesional, seperti dokter, pengacara dan artis.

UMKM Paling Banyak

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dikatakan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi justru mendominasi Tax Amnesty. Pada periode pertama amnesti pajak, wajib pajak (WP) UMKM baru 69,5 ribu dari total 600 ribu WP UMKM, sedangkan pelaku usaha menengah, dan atas masih minim dikisaran 4 persen.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meyakini, masih banyak pengusaha UMKM belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Dikesmepatan lain, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mendapat penghargaan surat bukti ikut tax amnesty. Surat penghargaan itu langsung diberikan Dirjen Pajak kepada Oesman Sapta.

Dalam konferensi press, Oesman Sapta menyatakan dirinya merasa bangga sebab dapat melakukan komitmen dalam memenuhi kesadaran perpajakan. “Saya ikut serta sejak awal tax amnesty,” ujarnya. “Saya mendukung adanya tax amnesty,” tambahnya.

Diungkapkan bahwa selama ini masih banyak pengemplang pajak yang pura-pura tidak tahu.

Menurut Oesman Sapta membayar pajak penting. “Pajak bekerja untuk bangsa,” paparnya. Oesman Sapta dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah mengumpulkan pengusaha di Istana. Mayoritas pengusaha dikatakan mau membayar pajak dan ikut tax amnesty meski ada juga yang masih belum sadar.

“Selamat kepada peserta tax amnesty,” ujarnya. Peserta tax amnesty disebut Oesman Sapta mempunyai kesadaran tinggi dalam membayar pajak. Dengan pajak itulah bangsa ini mampu membangun infrastruktur, jalan, jembatan serta mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan. (idr/fmc)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top