Kajari Ingatkan Hati-hati dalam Mengelola Keuangan – FAJAR sulsel
News

Kajari Ingatkan Hati-hati dalam Mengelola Keuangan

BELOPA — Bahaya laten dari adanya Korupsi harus menjadi perhatian semua pihak, untuk itu setiap pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan negara harus betul-betul berdasar pada aturan yang ada.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kejari Belopa Zet Tadung Allo SH, MH, saat memberikan arahan kepada pengelolan PNPM di Hotel Subur kemarin.

“Pimpinan kami mengintruksikan untuk melakukan pencegahan korupsi. Kalau terjadi maka tindaki. Maka pada kesempatan ini kami sampaikan bahwa selain mempertanggungjawabkan secara internal setiap pengelolaan keuangan.

Namun perlu kita tahu bahwa negara kita ini adalah negara hukum, untuk itu minta kita berhati-hati dalam setiap pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan keuangan negara,” tegasnya.

Untuk itu, mantan Jaksa penuntut umum KPK RI ini meminta aghar setiap pihak yang terkait pengelolalan keuangan negara untuk mempedomani perencanaan dan petunjuk tekhnis pelaksanaan kegiatan.

“Program pembangunan kedepan selalu mengutamakan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan yang baik. Tanpa terlaksana dengan ketiga hal tersebut mustahil bisa mencapai tujuan. Tugas kami selaku penegak hukum karena semua kegiatan yang kami lakukan ada kaitannya dengan keuangan, penegakan hukum yang baik adalah mengutaman menecagahan,” ujarnya.

Zet mengatakan kasus korupsi merupakan sebuah tindak pidana yang sangat merugikan negara dan amat menyengsarakan rakyat untuk itu pihaknya berkomitmen untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi baik dengan cara persuasif maupun represif.

“Kami dijajaran Kejaksaan Negeri Belopa berkomitmen untuk memberantas kasus korupsi di wilayan kerja kami,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Zeth sempat memberikan beberapa contoh kasus korupsi yang jika dilakukan oleh kelompok atau perorangan dengan tujuan memperkaya diri sendiri ataupun orang lain, namun akan menyebabkan kerusakan bagi banyak orang lainnya.

“Seperti yang selalu saya ungkapkan, kasus korupsi bisa menjadi bencana yang mengancam nyawa umat manusia. Kami berikan contoh, anggaran pembangunan jalan dan jembatan misalnya, kalau anggarannya di korupsi, maka volume fisik bangunan akan berkurang kualitasnya sehingga bisa menyebabkan jembatan rusak atau ambruk belum pada waktunya dan bisa mengancam nyawa pengguna jalan. Untuk itulah, kasus korupsi dan kasus suap tidak boleh kita biarkan terjadi, ” tutur alumni SMAN 276 Tana Toraja ini.

Menurutnya, aparat pengawas pembangunan seperti kejaksaaan, hadir untuk memberikan konstribusi hukum terkait peningkatan kesejahteraa masyarakat, pemberantasan kemiskinan salah satunya melalui PNPM. “Untuk itu, Kami tidak jenuh untuk bertatap muka untuk bertemu aparat desa dan pengelolaan keuangan, dalam rangka pencegahan korupsi,” jelasnya.(fan/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top