Longsor di Kambo, Satu Rumah Ambruk – FAJAR sulsel
News

Longsor di Kambo, Satu Rumah Ambruk

PALOPO — Akibat curah hujan yang cukup tinggi mengguyur Kota Palopo, membuat talud jalan rubuh dan menimpa satu rumah warga di Kelurahan Kambo, Kecamatan Mungkajang, Selasa 25 Oktober 2016 malam sekitar pukul 19.00 Wita.

Beruntung rumah tersebut masih tertopang pohon, sehingga tidak jatuh ke dalam jurang dengan kedalaman 100 meter. Sementara tiang penyanggah rumah sebagian telah bergantungan di tepi jurang.

Saat kejadian seluruh penghuni rumah sedang tidak berada di dalam rumah, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian kondisi rumah tersebut mengalami kerusakan cukup parah.

Mendengar kabar longsor tersebut, Wakil Wali Kota Palopo, Dr Akhmad Syarifuddin, SE.,M.Si langsung terjun ke lokasi dan meninjau kondisi terjadinya longsor. Dalam kunjungannya tersebut, Ome begitu ia akrab disapa mengimbau agar warga yang berada di wilayah tersebut mewaspadai ancaman longsor akibat curah hujan yang cukup tinggi, juga kondisi tanah di pemukiman warga cukup labil.

”Saya mengimbau kepada warga yang berada di wilayah rawan longsor agar berhati-hati. Karena prediksi BMKG, cuaca buruk masih terus menyelimuti Luwu Raya termasuk Kota Palopo,” sebut Wawali di lokasi longsor kemarin.

Lurah Kambo, A Balawara Kira kepada Palopo Pos, Rabu 26 Oktober 2016 menuturkan, panjang talud yang rubuh semalam sepanjang 8 meter, dan yang terancam rubuh sekitar 7 meter.

”Untung saja pemilik rumah, Andi Aco beserta keluarganya tak berada di rumahnya, sehingga tak ada korban jiwa dalam longsor tersebut. Hanya kondisi rumahnya saja yang parah,” sebut Lurah Kambo kemarin.

Menurutnya, wilayahnya merupakan salah satu wilayah yang masuk zona rawan longsor. Setiap tahunnya, terjadi longsor di wilayah Kambo, yang terparah tahun kemarin. Karena longsor menutupi jalan sehingga akses transportasi di wilayah tersebut terputus beberapa saat.

”Longsor semalam tak parah. tanah akibat longsor hanya menutupi drainase di sekitarnya. Tapi sudah kami bersihkan dibantu warga, Babinkamtibmas, Babinsa, dan juga Camat Mungkajang,” katanya.

Lokasi longsor yang terjadi Selasa malam, sebutnya berada di RT 1/RW 2 dimana jumlah kepala keluarga (KK) yang berada di sana sekitar 20 KK.

Untuk itu, Lurah Kambo mengharapkan bantuan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palopo agar menurunkan alat beratnya (eskavator, Red) untuk mengeruk sisa-sisa longsor di drainase agar jika hujan air tak menggenangi wilayah tersebut.

”Kami sudah menghubungi Dinas PU, semoga secepatnya mengirimkan alat beratnya,” harapnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo telah memetakan wilayah rawan bencana. Untuk wilayah rawan longsor di Kota Palopo terdapat di 3 (tiga) kecamatan, yakni Kecamatan Wara Barat, Kecamatan Sendana, dan juga Kecamatan Mungkajang, dimana wilayahnya berada di Latuppa, Kambo, Lebang, Battang, Sampoddo, dan Purangi.

Menurut Kepala BPBD Kota Palopo, Hasan, S.Sos, rawan longsor diakibatkan pergeseran tanah yang bisa saja terjadi jika curah hujan terus-menerus seperti saat ini.

Selain itu, sejumlah titik di daerah tersebut terindikasi rawan longsor akibat kontur tanah yang labil dan penggunaan lahan yang tak sesuai dengan jenis tanah di wilayah tersebut.

Ia juga mengungkapkan, ditempatkannya pos titik pantau bencana di wilayah tersebut dikarenakan tiga wilayah tersebut sudah merupakan zona longsor. Dan penduduk di wilayah tersebut dan sekitarnya harus waspada terhadap bencana tersebut.(rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top