Lucu Kalau Tangkapan BNN Kecil Mestinya Nomor Satu – FAJAR sulsel
News

Lucu Kalau Tangkapan BNN Kecil Mestinya Nomor Satu

Abdul-rahman-nur

PALOPO — Kinerja BNN Palopo mulai diperbincangkan. Dalam memberantas dan mencegah narkoba. Melihat hasil tangkapan yang dimusnahkan di kejari, para pengamat hukum menilai masih jauh dari harapan. Mestinya dalam mengungkap bandar besar, BNN harusnya nomor satu.

Seperti yang diberitakan edisi Rabu 26 Oktober 2016, hasil tangkapan BNN di bawah dari Satnarkoba Polres Palopo. Dari 198,3224 gram barang bukti sabu-sabu yang dimusnahkan di kantor kejari, Selasa, lalu, 85 gram lebih sabu-sabu tangkapan polisi.

Sedangkan BNN hanya 50 gram sabu-sabu. BB narkotika yang dimusnahkan sudah berkekuatan hukum tetap. Yakni BB kasus narkoba sejak Mei 2015 hingga September 2016. Jumlah perkara 69 kasus.

Abd Rahman Nur, SH, MH, mahasiswa program doktor hukum UMI mengatakan BNN Palopo mestinya memaksimalkan tugas utamanya. Kemudian BNN harus secara aktif merespon secara cepat problematika kejahatan penyalahgunaan narkotika.

Dan yang tidak kalah penting lagi, lanjutnya, kualitas SDM aparat harus ditingkatkan. Dari segi kuantitas dibutuhkan tambahan SDM atau penambahan jumlah aparat sehingga mampu menjangkau wilayah-wilayah yang teridentifikasi menjadi temapt peredaran narkoba. ”Jadi ini perlu dipikirkan oleh pemerintah sehingga BNN bisa bekerja lebih optimal dan bekerjasama aparat penegak hukum lainnya,” terang dia.

Apalagi, lanjut wakil dekan fakultas hukum Unanda, tugas BNN yang muncul ke permukaan selama ini adalah mencegah dan memberantas narkoba. Walau tugas BNN yang dipampang di websitenya terdapat 10 point. Barang bukti yang dimusnahkan di kejari kelihatan kalau hasil tangkapan BNN memang kecil. ”Mestinya harus nomor satu. Ini harus direspon baik BNN dengan meningkatkan lagi kinerja dalam memberantas narkoba,” imbuh Maman.

Jangan ada kesan nanti ada lembaga ini, narkoba makin marak masuk daerah hingga ke kampung-kampung. ”BNN ke depan harus bekerja lebih optimal dan bekerjasama masyarakat dan aparat dalam memberantas narkoba,” tandasnya.

Hal senada juga dikemukakan Andreas Tandi Lodi, SH. Wakil Direktur Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) ini mendorong BNN jadi garda terdepan dalam memberantas narkoba. Ke depannya, tangkapan BNN harus di atas dari instansi lainnya. ”Apalagi tugas utamanya adalah memberantas dan mencegah narkoba,” terangnya.

Kasi Pemberantasan BNN Palopo, Kompol Suparman, mengatakan, ke depan BNN akan bekerja optimal dalam rangka mencegah dan memberantas narkoba di Kota Palopo.
Dijelaskan Suparman, sejak Mei 2015 hingga September 2016, BNN Kota Palopo mengungkap 14 kasus. Namun yang diputus baru 9 kasus. Selebihnya masih berproses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Palopo, termasuk kasus narkoba oknum perwira polisi.(ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top