Palopo Sumbang Inflasi Sulsel – FAJAR sulsel
News

Palopo Sumbang Inflasi Sulsel

*TPID Zona Palopo Gelar High Level Meeting

PALOPO — Biro Perekonomian Pemprov Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo dan Bank Indonesia Perwakilan Sulsel menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Zona Palopo

PALOPO — Pertemuan yang dibuka Plt Sekkot Palopo, H Jamaluddin Nuhung mewakili Wali Kota Palopo itu digelar di Auditorium SaokotaE, Selasa 25 Oktober 2016 yang diikuti TPID se Luwu Raya, Tana Toraja dan Toraja Utara.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Ir H Abdul Latif, M.Si .MM, yang juga Ketua TPID Provinsi Sulsel dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Biro Perekonomian Sulsel, Dra. Hj. Sukarniaty Kondolele, MM menyampaikan TPID merupakan forum khusus yang bertugas memantau dan berusaha mengendalikan inflasi. Dimana salah satu kegiatan utama TPID adalah High Level Meeting (HLM).

Lanjut disampaikannya, sesuai arahan Bapak Presiden pada Rakornas VII TPID 2016, bahwa daerah diharapkan tidak hanya memacu pertumbuhan ekonomi yang tinggi tapi juga harus menjaga tingkat inflasi. Karenanya, dengan pertemuan itu dapat diambil langkah-langkah dan rumusan kebijakan untuk pengendalian inflasi kedepan.

Lebih jauh disampaikan, untuk tahun 2016, hingga bulan September Sulsel dapat menjaga laju inflasinya, dimana laju inflasi tahun kalender di Sulsel mencapai 2,17 % dan year or year mencapai 3,07 % dan kita berharap sampai akhir tahun 2016.

“Inflasi sebesar 2,17 persen Sulsel hingga September merupakan kontribusi dari Kabupaten/Kota, dan sebagai penyumbang inflasi terbesar adalah kota Makassar dan disusul oleh kota Palopo,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Palopo HM Judas Amir dalam sambutannya yang disampaikan Plt. Sekretaris Daerah menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dilansir BPS bahwa pada bulan September 2016, Kota Palopo mengalami inflasi sebesar 0,05 persen. Kenaikan tersebut menyebabkan kumulatif inflasi sebesar 2,11 persen.

“saya berharap angka ini tidak melonjak lebih jauh, dan kita berupaya agar inflasi kota palopo tahun 2016 berada pada kisaran 4 sampai 5 persen, ungkapnya.

Wali kota dalam sambutan tertulisnya itu juga menambahkan bahwa tiap SKPD harus paham tentang peran masing-masing dalam meredam gejolak harga yang tidak normal. Dirinya menggarisbawahi bahwa persoalan inflasi adalah persoalan yang harus mendapat perhatian besar.

“Inflasi ini harus selalu dipantau. Ini ibarat jantung yang harus dijaga kestabilannya. Kalau terlalu tinggi bisa menggerus daya beli masyarakat, kalau deflasi bisa membuat lesu dunia usaha,” jelasnya.

Pada pertemuan itu juga, turut dihadiri Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulawesi selatan, Wiwiek Sisto Widayat, staf ahli dan para kepala SKPD serta Camat lingkup Pemkot Palopo.(rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top