Pelayanan RSUD Sultan Daeng Radja Masih Jadi Sorotan – FAJAR sulsel
News

Pelayanan RSUD Sultan Daeng Radja Masih Jadi Sorotan

fb_img_1477532979754

* Manajemen Harus Banyak Melakukan Evaluasi
* Dahulukan Tindakan Medis
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bulukumba, masih menjadi persoalan yang tiada habisnya dan seakan sudah menjadi penyakit akut.
Hal itu juga diakui Dewan Pengawas RSUD Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba, Juharta. Dia mengaku, memang pelayanan di RSUD masih belum maksimal, itu bisa dilihat masih ditemukanya sejumlah pasien dan keluarga pasien kerap mengeluhkan penanganan yang terlambat.
Begitu juga dari tingkat kedisiplinan yang belum seutuhnya baik, dan yang terpenting menurut dia adalah para petugas medis haruslah mengedepankan etika dalam kerja dengan mengacu pada 3S yakni, Senyum, Sapa dan Sopan. Untuk itu pihaknya pun telah mengusul kepada pihak RSUD agar selalu dilakukan persentase sebagai bahan evaluasi terkait masih banyaknya keluahan masyarakat.
“Saya yakin kalau etika perawat sudah bagus itu akan berdampak pada kondisi pasien juga, tapi kalau perawatnya tidak beretika pasti kondisi psikologi pasien ikut tergangu, semuanya harus berawal bagaimana memperlakukan orang. Kalau carata’ baik maka orang akan senang,” ujar pria yang akrab disapa Bang Joe ini.
Dewan Pengawas Rumah Sakit lainnya, Andi Mappewali mengatakan, salah satu tugas dewan pengawas adalah melakukan pemeriksaan Rencana Bisnis Anggaran (RBA), termasuk mendorong terjaminnya pelanayanan yang maksimal di RSUD. Selama ini diakui pihaknya, masih kerap mendapatkan laporan dari warga soal lambatnya penanganan pihak rumah sakit. Sehingga pihaknyapun mendorong agar tetap mendahulukan tindakan medis ketimbang harus mempersoalkan lebih dulu soal admistrasi.
“Kami tegaskan kepada pihak rumah sakit utamakan dulu tindakan medis, nanti belakangan admistrasi dan sebagainya, kasihan warga kalau sudah gawat dan butuh respon medis lalu hanya persoalan belum lengkap admistrasi tidak terlayanani, tidak boleh lagi ada yang begituan,” katanya.
Pada dasarnya, menurut Andi Mappewali, yang juga Kadis DPKD ini mengatakan, khusus untuk tenaga dokter ahli dinilai masih belum cukup, begitu juga dengan alat kesehatan yang masih perlu dilengkapi seperti alat cityscan, cuci darah dan perlengkapan laboratorium. Pasalnya sebagai rumah sakit rujukan haruslah memenuhi seluruh standar yang telah ditetapkan.
“Seperti tenaga medis, dari segi kuantitas sebanyak 800 lebih itu sudah cukup, tapi kan lihat masih ada saja warga yang mengeluh, makanya ini harus dibarengi dengan kualitas dan utamanya soal etika perawat. Jadi kami mohon lah beri pelayanan yang maksimal dan cepat,” harapnya.
Terpisah, Direktur RSUD Sultan Daeng Radja, dr Wahyuni mengatakan setiap waktu khususnya pada saat apel, iapun selalu menekankan kepada seluruh tenaga medis dan petugas RSUD untuk selalu mengedepankan etika dalam bertugas. Pasalnya, selain yang penting soal skill lebih dari itu sikap dan prilaku dalam memperlakukan pasien dan keluarganya yang paling utama. Untuk Dewan Pengawas sendiri, menurut dia selama ini telah melakukan kerja yang sinergi khususnya dalam memberikan masukan demi perbaikan kualitas pelayanan.
“Yah itu kan kembali ke individu setiap tenaga medis, jumlahnya kan ada 800 lebih tentulah karakter mereka beda beda, tapi saya tekankan utamakan etika, etika dan sikap. Karena orang akan menilai kita tergantung bagaimana kita berprilaku,”katanya.
Sementara, terkait masih adanya informasi masih adanya diskriminasi dalam pemberian pelayanan dimana pasien tidak akan terlayani cepat jika tak memiliki kedekatan emosianal dengan salah satu pihak rumah sakit, dibantah dirinya. “Ah tidak ada itu, cuma persepsi sebagian orang dan tidak boleh di generelisasikan, kan ada loket, siapa yang duluan mendaftar jelas itu yang dilayani dulu,” katanya. (**)
————-

RADAR SELATAN

loading...
Click to comment
To Top