Datanya Sudah Masuk ke Kemenkeu – FAJAR sulsel
News

Datanya Sudah Masuk ke Kemenkeu

HAMZAH-JALANTE

* Belanja Pegawai Palopo Tak Pernah di Atas 60 Persen

PALOPO — DPPKAD Palopo heran saja melihat data menteri Asman Abnur. Belanja pegawainya disebut-sebut di atas 60 persen. Padahal, data yang dipegang sebenarnya tidak seperti itu. Belanja pegawai Palopo selama enam tahun berturut-turut di bawah sekali. Data ini sudah dilapor ke kementerian keuangan (kemenkeu) RI.

Selama tahun 2011 hingga 2016, belanja pegawai Palopo terhadap APBD tak pernah di atas angka 60 persen. Persentase setiap tahunnya mengalami penurunan. ”Ini perlu diluruskan. Makanya data ini kita buka biar pusat juga baca,” ujar Kadis DPPKAD Palopo, Hamzah Jalante, kepada Palopo Pos, Kamis 27 Oktober 2016.

Di 2016, misalnya, belanja pegawai terhadap APBD sekitar 43,51 persen. Dari total belanja pegawai sebesar Rp495.173.978.904,00. Perinciannya, belanja pegawai tidak langsung Rp418.917.666.164,00, belanja tidak langsung sebesar Rp76.256.312.740,00. Kemudian persentase belanja pegawai terhadap APBD 2015. Yakni, 49,68 persen.

Dari total belanja pegawai Rp440.826.731.583,12. Perinciannya; belanja tidak langsung Rp378.136.247.792,12, belanja langsung Rp62.690.483.791,00. (Rinciannya lihat tabel).

”Berdasarkan persentase belanja pegawai terhadap APBD Kota Palopo sejak tahun anggaran 2011 hingga tahun anggaran 2016, belanja pegawai tak pernah berada di atas 60 persen,” tandasnya.

Bahkan, menurut Hamzah, data belanja pegawai terhadap APBD Kota Palopo sejak tahun 2011 hingga tahun 2015 telah dilaporkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). ”Ini berdasarkan audited yakni hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” jelasnya kemarin.

Seperti diberitakan edisi Rabu 26 Oktober 2016, menteri Asman Abnur menyebut 58 daerah yang ratio belanja pegawainya dalam APBD di atas 60 persen. Menteri Asman menyebut Palopo masuk zona.

“Zona merah artinya belanja pegawainya di atas 60 persen, bahkan ada yang hampir menyentuh 70 persen. Daerah-daerah ini yang nantinya kami lakukan redistibusi pegawai,” kata Menteri Asman, Selasa 25 Oktober 2016.(rhm/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top