Demo Ricuh, ‘Hujan’ Batu di Polres Bone – FAJAR sulsel
News

Demo Ricuh, ‘Hujan’ Batu di Polres Bone

IMG-20161028-WA001

img-20161028-wa001

PENULIS: HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB– Unjuk rasa dalam rangka meperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-88 berlangsung ricuh di Mapolres Bone, Kabupaten Bone, Sulsel Jumat 28 Oktober.

Gabungan tiga organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) cabang Kabupaten Bone. Menurunkan kurang lebih 500 orang anggotanya mendatangi Mapolres Bone mendesak agar Kapolres Bone AKP Raspani SIK agar menindak tegas anggotanya yang terlibat kasus narkoba.

Belum sempat membacakan tuntutan, massa sudah terlibat aksi saling dorong, adu jotos, hingga lempar batu dengan petugas Satuan Patroli Motor (Patmor) yang berjaga di lokasi.

Tembakan gas air mata dari pihak ke polisian di balas dengan lemparan batu oleh mahasiswa.

Sebanyak lima orang massa diamankan polisi karena diduga sebagai provokator.

Semtara dari pihak kepolisian sendiri ada beberapa orang terkena lemparan batu saat mencoba menghalau massa.

Kabag Ops Polres Bone, Kompol Asrofi mengaku tidak menyangka mahasiswa akan melakukan tindakan seperti itu pasalnya pihaknya telah bersiap untuk menerima aspirasi dengan tertib dan damai

“Sejak pukul 08.00 Wita saya sudah persiapkan segalanya untuk menerima aspirasi dari teman-teman mahasiswa. Namun yang terjadi seperti ini. Kami berharap agar ini akan menjadi pembelajaran ke depan,” katanya dihadapan perwakilan massa.

Sementara, Ashar selaku koordinator aksi mengatakan, insiden tersebut terjadi bukan karena pihak mahasiswa yang memulai.

“Kami diarahakan oleh polisi agar masuk guna menghindari kemacetan. Setelah masuk kami malah dihalau petugas yang berjaga. Disitulah terjadi aksi saling dorong. Dan ada beberapa teman kami dipukul hingga rekan-rekan yang ada di luar terpancing dan melakukan pelemparan,” kata, Ketua Cabang HMI Bone ini.

Ketua Cabang PMII Bone, Arsyad mengatakan, pihaknya menunggu di Mapolres Bone sampai lima orang rekannya dibebaskan polisi.

“Setelah semua teman dibebaskan kita akan pulang dulu. Selanjutnya akan dilakukan pertemuan guna membahas langkah yang akan diambil ke depan,” tutupnya.

Arsyad menambahkan sangat menyayangkan adanya tindakan oknum polisi yang melakukan penganiayaan terhadap rekannya saat diamankan.

“Saya dapat kabar pengakuan dari teman-teman yang ditangkap tadi, mereka dipukul di dalam. Jadi ini adalah hal yang saya sayangkan dari pihak kepolisian. Kami sangat tidak menyangka dengan hal tersebut. Ini namanya curang,” tutupnya.

RADAR BONE

loading...
Click to comment
To Top