Miris,,, Sejumlah Desa di Bone Belum Tersentuh Listrik – FAJAR sulsel
News

Miris,,, Sejumlah Desa di Bone Belum Tersentuh Listrik

Delapan-Desa-Di-Riung-Belum-Menikmati-Layanan-Listrik

delapan-desa-di-riung-belum-menikmati-layanan-listrik

PENULIS : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Hari listrik nasional (HLN) kembali diperingati, Kamis 27 Oktober kemarin. Di tengah era modern saat ini, listrik rupanya masih menjadi barang langka bagi sebagian warga. Sejumlah desa di Bone hingga kini belum tersentuh listrik.

Sebut saja, Dusun Ulu Nipa Desa Manera Kecamatan Salomekko. Sebanyak 50 kepala keluarga yang bermukim di Kampung Maniung, sebuah kampung berjarak 1,5 km dari Desa Mappatoba. Kampung yang tergolong terpencil itu, warganya masih hidup dalam gelap gulit. Kades Manera, A Jumaidil mengatakan untuk memasukkan aliran ke dusun tersebut hanya bisa melalui Desa Mappatoba, karena Mappatoba merupakan daerah paling dekat dengan Kampung Maniung.

“Kami sudah usulkan ke PLN dan tembusan ke beberapa ins-tansi agar warga tersebut bisa menikmati alat elektronik. Ini sudah diusulkan melalui musrenbang, tapi kami usulkan kembali dengan melalui proposal supaya ini bisa menguatkan aspirasi masyarakat. Semoga ini bisa terealisasi, supaya masyarakat yang sangat membutuhkan aliran listrik itu segera dapat menikmati,” terangnya.
Camat Salomekko, AM Taslim Lantara membenarkan belum adanya aliran listrik yang masuk ke Dusun Ulu Nipa tersebut. “Semoga usulan masyarakat tersebut dapat terealisasi secepatnya, supaya tidak ada lagi yang tidak menikmati listrik,” tutur Taslim.Tak hanya wilayah Salomekko yang sebagian belum tersentuh listrik. Warga di Desa Salebba Kecamatan Ponre juga belum bisa menikmati listrik dari PLN.

Hal ini diakui Camat Ponre, A Ikbal kepada RADAR BONE beberapa waktu lalu. “Meskipun sebenarnya desa lain sudah ada listriknya, tapi masih ada juga dusun yang belum memiliki,” terangnya.
Humas PT PLN Area Watampone, Said mengakui masih ada-nya sejumla desa di Bone yang belum menikmati listrik. “Dari 372 desa dan kelurahan, masih ada 2 persen desa yang belum dimasuki listrik. Karena daerah itu terpencil dan berada di pegunungan, termasuk Desa Salebba Kecamatan Ponre,” jelas Said.

Selain Ponre, lanjut Said, beberapa daerah di Lapri dan Kajuara juga bernasib sama.”Tapi semua desa yang belum memiliki listrik kami sudah usulkan untuk pengadaan material, termasuk tiang, kabel dan alat lainnya. Semoga tahun 2016, semua dapat dipasangi tiang dan instalasi,” harap Said.

Said menamabahkan, selain di desa terpencil, beberapa warga di wilayah kota, seperti di Kelurahan Pappolo Kecamatan Tanete Riattang, namun sebagian warganya belum menikmati listrik. “Kalau yang di Pappolo itu masih berproses,” kunci Said.

*ASKAR SYAM

RADAR BONE

loading...
Click to comment
To Top