Ketua UN Swissindo ‘Offside’ – FAJAR sulsel
News

Ketua UN Swissindo ‘Offside’

* Buka Data ke Publik, Punya Kredit di Danamon

PALOPO — UN Swissindo bukannya cari kawan. Ucapan ketua organisasi yang dicap forum muspida sarat penipuan seperti mau jauh dari targetnya. Ucapan Sri Hartati dinilai tidak pada tempatnya atau offside. Ke publik terang-terangan mengakui punya kredit Rp350 juta di Danamon.

”Itu ucapan offside. Sebenarnya tidak perlu membuka datanya sendiri ke publik. Makanya, kami heran. Padahal, kami tidak pernah sampaikan,” ujar Unit Manager Danamon Simpan Pinjam, Ridwan, kepada Palopo Pos, Jumat 28 Oktober 2016.

Ia membenarkan Sri Hartati adalah salah satu debitur di Bank DanamonPalopo. ”Kami sempat kaget pengakuan Sri. Kok bisa blak-blakan begitu,” katanya.

Ditanya sudah berapa lama penunggakan pembayaran debitur tersebut, Ridwan mengatakan bahwa data mengenai nasabah tidak bisa sebutkan. Hal tersebut terkait dengan kode etik perbankan. Tidak boleh menyebarluaskan data nasabah mulai dari berapa besar jumlah yang dikredit, serta data-data lainnya,” paparnya.

Nantinya kalau menunggak dan tidak bisa membayar kredit, maka mau tidak mau aturan akan ditegakkan. ”Kalau sudah jatuh tempo, maka mau tidak mau, kami dari perbankan menerapkan aturan yang berlaku melakukan pelelangan agunan,” ungkap Ridwan.

Ia menambahkan, jika data nasabah mau dibuka di publik, itu bisa berlaku jika ada surat tertulis dari debitur atau nasabah melalui kuasa hukum debitur.

Sebelumnya, Sri Hartati, ketua UN Swissindo mengaku punya kredit di Bank Danamon sebesar Rp350 juta. Kredit tersebut digunakan untuk usaha.

”Kalau saya pak, utangku di Bank Danamon Rp350 juta. Sudah mulai macet pembayaran kreditnya. Saya ambil kredit 2014 lalu,” sebutnya.

Dengan niat yang baik dari lembaga UN Swissindo, kata dia, mudah-mudahan utangnya di bank dan masyarakat lainnya bisa dibayarkan.

Sebelumnya, BRI Cabang Palopo mengungkap debitur yang memasukkan dokumen sakti Swissindo ke BRI Unit.

Hal itu dibenarkan H Saleh Marannu. Berkas anggota UN Swissindo ini terdapat di beberapa unit. Ada di Unit Balandai sebanyak 4 orang, Unit Kartini sebanyak 4 orang, Unit Pasar Sentral sebanyak 4 orang dan unit Salobulo sebanyak 2 orang.

Misalnya, di BRI Unit Kartini, ada nama Annas, Hajar, Hasdia, Maidah, BRI Unit Sentral terdapat nama Intan Sagita, Hasanuddin, Vandy Wijaya, dan Rusna. Kemudian BRI Unit Balandai, ada nama Muhammad Soni Palulunan, Harni, Salmawati, dan ST. Nurdaya, BRI Unit Salobulo, ada nama Faisal dan Ekawaty. Sedangkan
di Bank Mega Cabang PALOPO ada Sisilia, Maleha, Muhammad Aksan Nur, Hj Fitriana, dan Syahrum.

Sementara itu, Andrias Tandi Lodi, SH, pemerhati sosial kemasyarakatan, mendesak kepada Polres Palopo untuk memberikan shock theraphy ke UN Swissindo. ”Sebaiknya dipanggil dan memeriksa pengurusnya. Kalau dibilang tidak ada yang resah, saya tegaskan saya resah,” tandasnya.

Kepada pejabat pembina kepegawaian, ia menyarankan supaya memberikan teguran keras terhadap Sri Hartati. Ia lebih memilih urus Swissindo ketimbang PNS. ”Pendek kata. Warga Palopo tidak mau dengar Swissindo di Palopo,” tandas alumni STIH ini.(ich/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top