Kejari Segera Rampungkan Berkas Terduga Korupsi Bedah Rumah Kajang – FAJAR sulsel
News

Kejari Segera Rampungkan Berkas Terduga Korupsi Bedah Rumah Kajang

images

Reporter: Rakhmat Fajar

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Penyidik Kejaksaan Negeri Bulukumba, terus memproses kasus dugaan korupsi bedah rumah di Desa Meleleng, Kecamatan Kajang, yang merugikan negara sekitar Rp200 juta lebih. Dalam kasus ini Kejari telah menetapkan, salah seorang pejabat di Dinas Tata Ruang, Suparman.

Kejari Bulukumba, Muh Ihsan mengatakan, meski menjadi salah satu tersangka dalam kasus korupsi narkoba tersebut, namun pihaknya belum melakukan penahanan karena proses pemberkasan belum dinyatakan lengkap atau P21. “Iya untuk saat ini dia satu-satunya tersangka di Dinas Tata Ruang, yah kita upayakan bisa secepatnya kasusnya disidangkan,” katanya

Menurutnya, peran Suparman sendiri dianggap sangat sentral karena aktif memfasilitasi dalam meloloskan CV milik terpidana dalam kasus korupsi tersebut. Padahal dalam aturan yang ada, Suparman yang merupakan pegawai tidak dibenarkan dalam UU untuk terlibat secara langsung, apalagi membantu pihak tertentu yang secara administrasi tidak bersyarat.

“Suparman ini benar adalah pegawai di Dinas Tata Ruang, tapi bukti yang ada, tersangka ini menjalankan perannya di proyek bedah rumah atas inisatif pribadinya. Jadi peran secara kelembagaan belum kita temukan adanya indikasi melawan hukum. Jadi tersangka ini, membantu terpidana untuk meloloskan sejumlah tahapan, padahal secara admitrasi itu tidak bersyarat,” katanya.

Meski telah ditetapkan tersangka, namun Kejaksaan sendiri belum melakukan penahanan, alasanya masih ada beberapa tahapan pemeriksaan termasuk pengumpulan alat bukti yang diperlukan, selain itu juga masa tahanan terhadap tersangka juga merupakan kendala tersendiri.

“Apalagi kan berkasnya masih kita lengkapi, khawatirnya kita tahan lalu berkas belum tuntas sedang masa tahanan berakhir, kan akan keluar demi hukum,” ujarnya.

Ihsan menambahkan, pihaknya optimis tahun ini jaksa penuntut umum bisa membawa kasus tersebut di meja persidangan. “Progres perempuangan berkasnya belum 80 persen, karena penyidik masih melakukan pemeriksaan secara objektif door to door terhadap warga penerima manfaat, tapi yang pasti percayakan ke kami, semuanya akan berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku,” katanya

RADAR SELATAN

loading...
Click to comment
To Top