Poros Padang Lambe-Battang Tertutup Longsor – FAJAR sulsel
News

Poros Padang Lambe-Battang Tertutup Longsor

PALOPO — Poros Padang Lambe menuju Battang tertutup longsor, Selasa 1 November 2016 dinihari. Hal ini diakibatkan tanah yang berada diatasnya labil dikarenakan curah hujan yang cukup deras beberapa pekan terakhir ini.

Longsornya tanah yang berada di atas ketinggian 30 meter dari jalan ini menutup anak sungai yang berada di sekitarnya, sehingga air sungai yang mengalir melewati sawah yang berada di sekitarnya seluas 20 hektar.

Dikhawatirkan jika tanah tersebut tidak diangkut, maka jika hujan turun, air hujan dan air sungai akan memenuhi sawah dan akan meluap menggenangi jalan serta pemukiman warga.

Demikian diungkapkan Lurah Battang, Andi Romi Djollo kepada Palopo Pos, Selasa 1 November 2016. Menurut Lurah Battang, awalnya poros jalan yang menghubungkan Padang Lambe menuju Battang ini tak bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Namun setelah dikerahkan bantuan dari warga setempat kendaraan roda dua sudah bisa lewat, namun kendaraan roda empat belum bisa melewatinya.

Andi Romi menyebutkan, longsornya tanah tersebut disebabkan karena faktor alam.
”Memang kontur tanah sedang labil akibat curah hujan yang begitu lebat belakangan ini,” jelasnya saat mendampingi Camat Wara Barat, Andi Waru Bintang ketika meninjau lokasi longsor.

Saat ini, sebutnya, Camat Wara Barat telah berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palopo.
”Ibu Camat Wara Barat telah koordinasikan hal ini kepada BPBD dan juga Dinas PU,” sebutnya lagi.

Sementara itu, talut jalan poros Palopo-Toraja, yang berada di Kelurahan Battang, Kecamatan Wara Barat telah dibangun. Talut ini untuk mengantipasi bencana alam longsor. Pembuatan talut dimulai dengan pematangan bagian yang rawan longsor. Untuk itu, warga diminta agar berhati-hati melintas.

Sejumlah alat berat, eskavator, beroperasi di lokasi ini.
Untuk diketahui, jumlah penduduk di Kelurahan Battang berjumlah 1.724 jiwa yang terdiri dari 453 Kepala Keluarga (KK) yang mana sebagian besarnya bermatapencaharian sebagai petani.(rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top