Mengawal Visi Rumah Tangga – FAJAR sulsel
News

Mengawal Visi Rumah Tangga

* Ny Hj Badriani Said Amru SKM, MM

SETIAP muslim dan muslimah oleh Allah SWT sudah diberikan pasangannya masing-masing. Bercita-cita untuk membangun bahtera rumah tangga yang sakinah. Yakni, sebuah keluarga yang dibangun dengan hukum-hukum Islam, sebuah keluarga yang harmonis, bahagia dan sama-sama mengingatkan jalan menuju surga.

Tapi seperti apa konsep keluarga sakinah di mata female kita minggu ini. Ny Hj Badriani Said Amru SKM, MM, istri Wakil Bupati Luwu H Amru Saher, siap berbagi pengalaman dalam membina bahtera rumah tangga yang sudah dijalaninya dalam kurun waktu 13 tahun ini.

Di tengah kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, maupun sebagai istri pejabat, Ny Hj Badriani Said Amru SKM, MM tak pernah sedikitpun melupakan tanggungjawab sebagai ibu rumah tangga.

Wanita kelahiran Pare-pare 20 Mei 1977, ini mengatakan, konsep keluarga sakinah menurut Islam sama seperti yang dijabarkan M. Quraish Shihab, yakni keluarga yang tenang, penuh kasih sayang.

Modal sakinah dapat melahirkan mawaddah dan rahmah, dan untuk menggapai ‘mawaddah’ seorang istri harus mampu menerapkan tiga hal terhadap pasangan hidup dan buah hati, yaitu perhatian, tanggungjawab, dan penghormatan.

“Saya menikah dengan bapak tidak melalui proses pacaran. Melainkan melalui proses ta’aruf,” ujarnya. Kata ia, betul-betul menjadikan pernikahan ini sebagai misi dakwah. Hal yang tidak kalah pentingnya sebagai pasangan suami istri, dalam membangun rumah tangga ini, perlu menetapkan visi yang harus digapai.

Sebagai seorang istri, anak keempat dari pasangan ayahanda Purn M Said Mardang (alm) dan Ibunda Hj St Hasma Busra ini, senantiasa mengawal visi rumah tangga ini. ”Selalu mengingatkan akan pentingnya mewujudkan visi rumah tangga ini secara bersama-sama dengan bapak,” ungkap perempuan kelahiran Parepare, 20 Mei 1977.

Menurut Alumni sarjana Kesmas Epidemiologi Fakultas FKM Univ. Hasanuddin Makassar ini, visi rumah tangga yang ia bangun bersama suami tercinta H Amru Saher yakni berupaya mewujudkan keluarga yang ‘samara (Sakinah, Mawaddah Warrahmah), yakni sebuah keluarga yang tenang dan penuh kasih sayang, dan finishnya semua anggota keluarga bisa berkumpul di syurga yang dijanjikan Allah SWT pada hari kemudian.

“Saya selalu mengingatkan suami saya akan pentingnya visi keluarga ini yang harus kami wujudkan bersama-sama di tengah kesibukan dan aktivitas masing-masing,” paparnya.
Untuk itu, lanjutnya, harus sepakat untuk saling memberi perhatian. Saling berbagi tanggungjawab dan memberikan penghormatan baik sebagai suami istri maupun kepada anak-anak sebagai titipan dari Allah SWT.

Ketua Forum Kajian Cinta Al Qur’an Kabupaten Luwu, mengatakan, dirinya yang membangun bahtera rumah tangga betul-betul dari titik nol. Ini sangat menghormati tugas-tugas yang diemban suami tercinta, baik sewaktu masih menjadi anggota DPRD Provinsi Sulsel dua periode, maupun sebagai wakil bupati Luwu saat sekarang ini.

“Yang terpenting bagi saya sebagai seorang istri bagaimana membangun komunikasi. Dan jangan sama sekali mencampuri urusan kerja suami,” tutur penyabet gelar S2 di STIE ABI Surabaya ini.

Sebagai pendamping hidupnya, urainya, harus mendukung apa yang menjadi harapan atau cita-cita suami dan janganlah segan-segan untuk selalu mengingatkan suami untuk berhati-hati dalam melangkah dan mengambil kebijakan.

”Pekerjaan, jabatan, dan fasilitasnya adalah amanah dari Allah SWT yang kelak di kemudian hari akan dimintai pertanggungjawaban,” tutur Badriani, yang juga menjabat sebagai Pembina Organisasi Wanita Salimah Kabupaten Luwu ini.

Dalam urusan mengasuh, membina, dan membesarkan buah hati, Hj Badriani yang juga alumni SMAN 1 Pare-pare (angkatan 1995) ini mengatakan, sangat penting bagi pasangan suami istri sebagai orang tua untuk sedini mungkin memberi penghormatan kepada putra putri tercinta.

Bahkan, hal itu harus dimulai sejak dini dengan memberikan nama-nama yang indah dan Islami, serta menanamkan kepada mereka bahwa mereka lahir ke dunia dan harus menjadi sebaik-baik manusia. ”Dan manusia yang baik yakni mereka bermanfaat terhadap sesamanya manusia,” tambah dia.

Ia berharap anak-anaknya ini bisa menghadirkan yang disebut ‘generasi rabbani’, generasi yang sukses, yang selalu berada dalam garis ajaran agama Islam, dan selalu mengajak sesamanya untuk berbuat kebaikan dan dekat dengan Allah.

”Dan kami memberi nama-nama kepada anak-anak kami dengan nama yang baik, karena disamping sebagai bentuk doa dan pengharapan, pula nama-nama mereka merupakan wujud penghormatan kami kepada mereka,” kata Badriani, seraya mengatakan, ia dan suami tercinta berharap putra putri mereka disamping tekun menuntut ilmu umum, pula sangat diharapkan dapat tumbuh sebagai generasi hafidz dan hafidzah (penghapal) Al Qur’an.

Pasangan suami istri H Amru Saher dan Hj Badriani Said memulai membangun rumah tangga sejak 13 tahun silam, tepatnya 14 Juni 2003, dimana usai menamatkan pendidikan D3 Akademi Teknik Elektromedik Muhammadiyah (ATEM) Makassar dan sempat menjadi staf sekaligus pengajar di Universitas tersebut.

Pasangan ini dikaruniai putra putri masing-masing, bernama Syaddad Murtadha yang saat ini duduk di kelas 7 SMP Islam Nurul Fikri Boarding School Lembang Bandung, Jawab Barat, anak kedua diberi nama ‘Ufairah Qisthiyyah, yang duduk di kelas 6 SD Islam Terpadu Arrahma Makassar, serta Syafiq Musayyad yang duduk di kelas 2 SDIT Arrahma Makassar, dan anak terakhir diberi nama Syauqi Muzayyin.

”Dalam membina dan membesarkan anak-anak, kami sangat menghindari menghardik mereka ketika berbuat kesalahan, kami mengingatkan dengan panggilan-panggilan indah, dan di sela kesibukan kami dimana mereka sangat jauh dari kami, kami berupaya meluangkan waktu untuk menjeguk mereka dan tetap membangun komunikasi memanfaatkan teknologi yang ada,” tutur Badriani.

Disamping sebagai ASN Promkes dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, sosok Hj Badriani yang terangkat pertama kali sebagai CPNS pada tahun 2006 di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar ini senantiasa melakukan penyuluhan di bidang kesehatan, dan bahkan sebagai Ketua FKCA Kab Luwu saat ini membawa misi Membumikan Al Qur’an serta tak lupa mengajak elemen masyarakat untuk memberantas buta aksara dan buta makna Al Qur’an.

“Alhamdulillah FKCA Kabupaten Luwu sudah memiliki pengurus di 22 kecamatan, ke depan kita memprogramkan semacam pelatihan pemahaman makna Al Qur’an, dengan melibatkan guru ngaji. FKCA berharap, guru ngaji tidak sebatas mengajar ngaji anak-anak, tetapi juga mampu menyampaikan makna yang terkandung dalam Al Qur’an,” kata Badriani.(and/ary)
BIODATA

Nama : Ny Hj Badriani Said Amru SKM, MM
TTL : Pare-pare, 20 Mei 1977
Suami : H Amru Saher ST (Wakil Bupati Luwu)
Ayah : purn. M Said Mardang (alm)
Ibu : Hj St Hasma Busra
Anak : 1. Syaddad Murtadha
2. ‘Ufairah Qisthiyyah
3. Syafiq Musayyad
4. Syauqi Muzayyin
===================================================
* Pendidikan :
SDN 5 Pare-pare
SMPN 1 pare-pare
SMAN 1 Pare-pare (Angk.95)
D3 ATEM Makassar
S1 Kesmas Epidemiologi FKM Unhas Makassar
S2 STIE ABI Surabaya
=====================================================
Riwayat Pekerjaan
* 2006-2015 PNS BBLK Makassar
* 2015-Sekarang : ASN Promkes Dinkes Kab Luwu
==========================================================

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top