Tuntut Ahok Dipenjarakan – FAJAR sulsel
News

Tuntut Ahok Dipenjarakan

* Aksinya Damai di Palopo, Aspirasi Pengunjuk Rasa Cukup Keras

bela-2PALOPO — Aksi 4 November juga berlangsung di Palopo. Unjuk rasanya lancar dan tertib. Tidak sampai ke malam hari. Pukul 16:30 Wita, mereka bubar dan kembali ke kampus dan rumahnya masing-masing. Aksi yang diikuti berbagai ormas, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa memang santun. Namun, tuntutan mereka cukup keras. Minta Ahok dipenjarakan.

Mereka silih berganti orasi. Mengecam penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ir Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Ratusan orang yang tergabung dalam organisasi mahasiswa dan masyarakat silih berganti menyuarakan aspirasinya. Mereka menuntut agar negara menjunjung tinggi penegakan hukum, dan meminta kepada kepolisian untuk memenjarakan Ahok, sebagai pelaku pidana penistaan agama.

Ada empat organisasi mahasiswa dan masyarakat yang melakukan aksi damai tersebut. Di antaranya, Badan Lembaga Mahasiswa PTN Muhammadiyah, HMI Cabang Palopo, Hizbut Tahrir Indonesia, dan Aliansi Pembela Islam (API) Kota Palopo.

Kemudian Badan Lembaga Mahasiswa PTN Muhammadiyah terdiri dari STIEM, STKIP, AKBID MUHAMMADIYAH dipimpin korlap/Jenlap, Muhammad Rizal lebih dulu melakukan aksi. Sekitar pukul 08:30 Wita, kurang lebih 200 orang mahasiswa melakukan long march.

Rute yang dilalui. Star dari kampus STIEM di Jalan Jendral Sudirman-Jalan Andi Djemma. Mahasiswa juga orasi di sepanjang Jalan Andi Djemma, tepatnya pertigaan kantor Palopo Pos. Lalu melanjutkan perjalanan menuju Jalan Kelapa-Jalan Salak. Terakhir, mereka melakukan orasi di depan kantor Polres Palopo.

Di Polres Palopo, perwakilan mahasiswa melakukan pertemuan dengan Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk. Dalam pertemuan itu, mahasiswa meminta Polres Palopo untuk menindaklanjuti aspirasi mereka ke Polda hingga ke Mabes Polri. Mereka meminta agar Ahok tidak kebal hukum dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

Menurut pengunjuk rasa, kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok, yang mengatakan dihadapan warga di kepulauan seribu.

“Bapak ibu ndak bisa memilih saya. dibohongi pake surah Al-Maidah 51 dan macem-macem itu. Itu hak bapak ibu. Ya, jika bapak ibu perasaan tidak bisa pilih nih karna saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, ya gak apa-apa? Karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja. Jadi bapak ibu tak usah merasa enggak enak dalam nuraninya enggak bisa memilih ahok,” kata Ahok, di hadapan warga di Kepulauan Seribu.

Makanya, pengunjuk rasa meminta agar pihak kepolisian segera memproses Ahok dan memenjarakannya. Menuntut negara menjunjung tinggi penegakan hukum. Menuntut kepolisian memenjarakan Ahok, sebagai pelaku pidana penistaan agama.

Menuntut Presiden memastikan semua manusia sama di mata hukum, atau rakyat menuntut MPR RI cabut mandat Presiden dan Wakil Presiden, kembali ke UUD 1945 tentang pemerintahan transisi dan pemilu ulang.

Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk, usai menerima perwakilan mahasiswa, kepada Palopo Pos, mengatakan, dirinya sudah memberikan janjinya akan segera menindaklanjuti aspirasi mahasiswa ke Polda. Itu dengan cara mengirim lewat faximile.
Unjuk rasa damai ini berakhir sekira pukul 10:25 Wita.

Menariknya, ratusan mahasiswa yang terlihat kelelahan setelah berjalan jauh, mereka diantar kembali ke kampus dengan menumpangi mobil dinas polisi. Sekitar lima mobil dinas polisi dikeluarkan. Itu untuk ditumpangi mahasiswa kembali ke kampus. Kapolres Palopo juga memerintahkan anggota untuk memberikan air gelas kepada mahasiswa yang terlihat kelelahan.

Sekitar pukul 11:00 Wita, sekitar 100 orang mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palopo tiba di depan Mako Polres Palopo. Tuntutan sama juga disuarakan oleh ratusan mahasiswa.

Mahasiswa ini juga disambut langsung oleh Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk. Kapolres berjanji akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa tentang proses hukum terhadap Ahok. Unjuk rasa ini berakhir aman dan tertib menjelang salat Jumat.

Perlakuan yang sama juga diberikan kepada ratusan mahasiswa HMI. Polres Palopo mengeluarkan mobil dinasnya untuk mengantar mahasiswa kembali ke kampus setelah menyuarakan aspirasinya.

Usai salat Jumat, aksi yang sama juga dilakukan oleh organisasi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Berbeda dengan aksi sebelumnya, kurang lebih 200 orang turun ke jalan melakukan long march.

HTI mengambil lokasi di halaman Masjid Agung Luwu sebagai titik kumpul. Mereka dibagi dalam dua kelompok terdiri dari kelompok ihwan dan ahwat. Lalu, melakukan long march. Mengambil rute Jalan di depan Masjid Jami berbelok ke Jalan Andi Djemma, lalu kearah Jalan Rambutan belok ke Jl Andi Nona, belok ke Jl Opsal dan berakhir di halaman masjid Agung untuk melaksanakan salat Azhar.

HTI yang dipimpin oleh korlap, Muh Nawawi. Para pengunjuk rasa membentangkan spanduk bertuliskan ‘Ahok Minta Maaf? Penghina Al-Quran tetap harus dihukum’ juga ada spanduk bertuliskan ‘Tangkap dan Hukum Penghina Al-Quran!’. Aksi long march para pengunjuk rasa dikawal langsung oleh satuan lalu lintas Polres Palopo.

Tampak KBO Satlantas, Ipda Supriadi dan Kanit Turjawali, Ipda Muh Idris memimpin pengawalan.
Di tempat berbeda, hampir di waktu yang sama, sekitar pukul 14:30 Wita, kurang lebih 100 orang mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pembela Islam (API) Kota Palopo juga melakukan unjuk rasa mengecam pernyataan Ahok yang dianggap menistakan Agama. Mereka dipimpin oleh Korlap Asis Muslim.

Pernyataan sikap telah dilakukan di depan Mako Polres Palopo. Ratusan pengunjuk rasa kemudian menuju kantor DPRD Kota Palopo. Itu usai salat ashar. Ketua DPRD Kota Palopo, Harisal A Latief dan sejumlah anggota DPRD Kota Palopo lainnya menyambut para demonstran.
Bahkan, dengan lantang, Ketua DPRD Kota Palopo memberikan dukungan penuh kepada para pengunjuk rasa. Kata dia, andaikan dirinya diperbolehkan meninggalkan kantor, maka dia akan melucuti baju dinasnya untuk ikut melakukan unjuk rasa.

“Kami dari DPRD Palopo siap mengeluarkan rekomendasi kepada DPR RI agar Ahok segera diproses hukum. Kita masih satu pendapat, dan kami mendukung aksi bela Islam,” kata Harizal, disambut tepuk tangan para pengunjuk rasa. Aksi unjuk rasa berakhir aman dan tertib sekira pukul 16:30 Wita.

Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk melalui Kabag Ops, Kompol Abidin, mengatakan, pasukan yang dikerahkan untuk mengamankan aksi damai kurang lebih 250 personil. Pantauan Palopo Pos, selain personil kepolisian, ada juga anggota TNI memantau aksi damai tersebut. Unjuk rasa berakhir aman dan tertib.

Dari Jakarta, unjuk rasa menuntut penyelesaian kasus penista Alqur’an berakhir ricuh. Massa dan polisi saling menyerang. Tembakan gas air mata kearah demontran terus terjadi.

Awalnya, massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bentrok dengan pihak kepolisian malam ini. Kericuhan pecah di Jalan Medan Merdeka Barat. Massa demonstran melempari petugas keamanan dengan botol dan kayu.

Gas air mata ditembakkan Polisi untuk membubarkan massa yang semakin brutal. Meriam air pun tak luput dilancarkan pihak Kepolisian.

Terpantau di lapangan, pihak kepolisian kewalahan untuk menghadang dan memukul mundur para demonstran untuk membubarkan diri. Meski pihak Kepolisian sudah berupaya untuk melawan massa.

Sebelum terjadi kerusuhan, pihak kepolisian mengingatkan massa HMI untuk tidak melakukan provokasi.
Dalam ricuh tersebut satu unit mobil dibakar oleh orang yang tak bertanggungjawab saat aksi berlangsung didaerah bilangan Monas.

Selain satu unit kendaran, korban luka pun nampak dievakuasi menggunakan mobil ambulance, diantaranya ada dari pendemo dan dari pihak kepolisian.
Sampai malam tadi sejumlah demonstran juga mendatangi gedung DPR/MPR. Mereka datang untuk menginap di Gedung Rakyat tersebut. Pasalnya sebagaimna disampaikan Wakil Ketua DPR Fadli Zon sewaktu berorasi di Istana Merdeka bersama demonstra, kalau Gedung DPR akan terbuka untuk para demonstran menginap.

Jumat 4 November 2016 menjadi hari bersejarah bagi penegakan hukum di Indonesia. Ratusan ribu umat Islam melakukan aksi demonstrasi di Istana Negara. Mereka menuntut kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok agar dituntaskan.

Massa juga menuding Presiden Joko Widodo melindungi Ahok, sapaan Basuki. Karena itu unjuk rasa masa organisasi masyarakat Islam ini dipusatkan di Istana.
Tak hanya di Jakarta, massa di sejumlah daerah juga menggelar aksi anti-Ahok. Sama dengan tuntutan massa di Jakarta, mereka mendesak kasus penistaan agama yang melibatkan Ahok dituntaskan.

Massa sebelumnya bertolak dari Masjid Istiqlal menuju Stasiun Gambir, terus ke Jalan Medan Merdeka Selatan, dan ke Jalan Medan Merdeka Barat. Demonstrasi dimulai sekira pukul 12.30 Wib usai melaksanakan Sholat Jumat.

Sejumlah tokoh nasional, ulama, dan ustadz kondang juga hadir dalam demo anti Ahok, diantaranya Amien Rais, Habib Rizieq, Syekh Ali Jaber, dan Ustad Arifin Ilham. Sementara dari kalangan artis pun tak mau kalah ikutan hadir, diantaranya David Chalik, dan Ahmad Dani. (ara-idr/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top