Penggunaan Iuran Korpri Dipertanyakan – FAJAR sulsel
News

Penggunaan Iuran Korpri Dipertanyakan

pengukuhan-asn_bone

Setahun, Iuran Korpri Capai Rp800 Juta

PENULIS : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Iuran Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone mulai dipertanyakan penggunannya di kalangan internal pegawai. Betapa tidak, Iuran yang ditarik perbulan ini mencapai ratusan juta dalam setahun. Salah seorang pegawai berinisial AN mempertanyakan pemanfaatan iuran korpri yang ditarik setiap bulan.
Menurut dia, penarikan iuran korpri dilakukan berdasarkan golongan pegawai. Untuk PNS golongan IV besar iurannya Rp10 ribu.
Disusul pegawai golo-ngan III Rp5.000, pegawai golongan II Rp2.500 dan pegawai golongan I Rp1.000. “Kami sering bertanya-tanya dalam hati, dana yang terkumpul, pemanfaatannya kemana,” tutur pegawai yang enggan dikorankannya identitasnya itu kepada RADAR BONE, pekan lalu.

Apalagi, kata dia penarikan iuran sudah berlansung lama. Tentang besaran iuran Korpri tersebut setidaknya juga berlaku di kantor Kecamatan Tanete Riattang. Ketua Korpri Kecamatan Tanete Riattang, A Padauleng mengatakan penarikan iuran pada organisasi Korpri yang dipimpinnya membawahi delapan kelurahan yang melibatkan guru SD dan pegawai yang ada di delapan kelurahan tersebut.

“Ini baru berlaku selama dua bulan ini sesuai dengan surat edaran dari tingkat kabupaten. Sedangkan bulan-bulan sebelumnya besaran iuran hanya seperdua dari iuran yang ada sekarang. Seperti halnya pegawai golo-ngan I sebelumnya hanya Rp500 perorang,” jelas Padauleng saat ditemui RADAR BONE, Kamis 3 November lalu.

Sekretaris Camat Tanete Riattang ini menambahkan iuran korpri yang terkumpul, selanjutnya disetor 50 persen ke pengurus korpri tingkat kabupaten. Sedangkan 50 persen sisanya, kata Padauleng dikelola di tingkat kecamatan.
Dana iuran korpri, lanjut Padauleng digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Korpri. Salah satunya kegiatan perkemahan Kopri di Desa Lanca, Kecamatan Tellu Siattinge beberapa bulan lalu.

“Dalam kegiatan itu ada beberapa kegiatan di dalamnya dan itu dana korpri yang digunakan,” bebernya. Bendahara Korpri Kecamatan Tanete Riattang, AM Hasbi menambahkan, iuran korpri yang dihimpun kecamatan hanya berasal dari pegawai yang me-nerima gaji di kecamatan.

“Sedangkan pegawai lainnya seperti guru SMP, SMA, TK dan instansi lainnya tidak ada yang kami terima. Itupun hasilnya dibagi dua dengan korpri tingkat kabupaten. Jumlah secara kese-luruhan iuran korpri yang kami terima, yakni Rp3 jutaan lebih perbulan.” jelas Hasbi yang juga Lurah Manurunge itu.

Sementara itu, informasi yang diperoleh RADAR BONE dari pengurus Korpri tingkat kabupaten, menyebutkan iuran korpri diberlakukan bagi 11 ribu pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Bone.
Sekretaris Korpri Kabupaten Bone, H Arsyad Aras mengatakan Korpri Kabupaten Bone terbentuk sejak 2006 dan kepengurusan terus berganti, hingga kepenguran baru terbentuk 2015 lalu.

Sejak terbentuknya kepe-ngurusan Korpri yang baru yang diketuai HA Surya Darma, SE (Sekkab Bone) itu, kata Arsyad baru terjadi peningkatan iuran. Dimana selama dua bulan ini, sebut Arsyad iuran korpri yang terkumpul di pengurus kabupaten mencapai Rp10 juta perbulan. “Iuran korpri berasal dari 11 ribu pegawai yang ada di Kabupaten Bone. Dana yang terkumpul mencapai Rp10 juta perbulan. Itu untuk selama dua bulan ini. Sebelumnya, hanya sebesar Rp5 juta perbulan,” ungkap Arsyad seraya mengatakan Iuran dihimpun dari 67 unit korpri yang tersebar di 27 keamatan, baik dari tingkat kecamatan, maupun SKPD.

Lebih jauh Arsyad mengatakan untuk penggunaan dana, salah satu kegiatan yang dilaksanakan kepengurusan yang sekarang adalah menggelar perkemahan di Desa Lanca Kecamatan Tellu Siattingnge dengan berbagai macam kegiatan. “Selain itu juga sudah dilakukan kegiatan pembinaan mental kerohanian di tingkat provinsi, serta temu forum korpri. Dana yang dikumpulkan setiap bulannya itu yang digunakan,” beber Arsyad

Selain itu, sambung Arsyad, peruntukan dana Korpri adalah membiayai pendampingan hukum anggota bagi yang terjerumus ke ranah hukum. “Selama ada laporan dari unit korpri, maka dana itu dapat digunakan untuk membantu anggota yang tersangkut kasus hukum,” jelasnya.

Bahkan, ke depan, kata Arsyad pihaknya akan memanfaatkan dana korpri untuk membantu korban bencana. “Kami juga rencanakan ke depan dana korpri diperuntukkan bagi korban bencana. Makanya kami berharap kepada masing-masing unit melapor jika ada kejadian di lapangan agar dana tersebut bisa dimanfaatkan. Tidak perlu dilihat banyaknya, tapi kita melihat partisipasinya dan kerjasamanya,” tegas Arsyad.

Informasi yang diperoleh RADAR BONE, jumlah PNS di lingkup Pemkab Bone sebanyak 11.036 orang. Ini terdiri dari pegawai golongan IV sebanyak 4.500 orang, golongan III 4.095 orang, golongan II 2342 orang dan golongan I 97 orang.
Nah, terkait dengan iuran Korpri, dapat diestimasi iuran yang terkumpul dari pegawai golo-ngan IV sebesar Rp45.000.000. Disusul pegawai golongan III Rp20.475.000, pegawai golongan II Rp5.855.000 dan pegawai golongan I Rp97.000. Dengan demikian total iuran korpri yang terkumpul dalam sebulan sebesar Rp71.427.000. Kemudian dalam setahun akan terkumpul dana sekira Rp857.124.000. Jika melihat kepengurusan korpri yang sudah terbentuk sejak 2006, dan iuran besarnya cuma 50% dari iuran yang berlaku saat ini, maka dapat diperkirakan dana yang terhimpun dalam 10 tahun terakhir berkisar Rp4.285.620.000.

*ASKAR SYAM

RADAR BONE

loading...
Click to comment
To Top