Polisi Evakuasi Napi Laki-laki dan Perempuan Tengah Malam – FAJAR sulsel
News

Polisi Evakuasi Napi Laki-laki dan Perempuan Tengah Malam

TENGAH malam, 10 orang narapidana (napi) kasus narkoba diambil satu-satu dari blok A, khusus narkoba. Mereka dijemput polisi bersenjata lengkap. Kaget, para napi hanya bisa bertanya-tanya. Ternyata dua unit mobil dinas Polres Palopo sudah menunggu mereka.

LAPORAN: Hastiara Hasan

LAPAS Klas IIA Palopo over kapasitas. Seharusnya menampung 332 orang, malah melebihi kuota menjadi 445 orang. Artinya ada over sebanyak 113 orang. Over didominasi narapidana dan tahanan kasus narkoba sebanyak 191 orang.

Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk, melalui Kasat Sabhara Polres Palopo, AKP Sanodding, membenarkan evakuasi terhadap 10 napi kasus narkoba tersebut. Itu dilakukan, Kamis 3 Nopember 2016, malam, pukul 24:00 Wita. “Atas permintaan kepala Lapas, kami diperintahkan oleh kapolres untuk membantu pengawalan evakuasi terhadap napi narkoba,” kata AKP Sanodding, Jumat 4 Nopember 2016, lalu.

Kata dia, 10 orang napi tersebut dievakuasi ke Lapas Bolangi, Gowa. “Dari 10 orang napi kasus narkoba, 8 orang diantaranya adalah laki-laki dan 2 lainnya adalah perempuan. Ada 3 orang anggota Polres Palopo dan 5 orang anggota Lapas menggunakan 2 unit mobil dinas Polres Palopo mengawal evakuasi tersebut,” jelasnya.

Sebelum evakuasi, kasat Sabhara memimpin apel gabungan. Itu sekitar pukul 22:30 Wita, di halaman kantor Lapas Klas IIA Palopo. “Napi yang dievakuasi merupakan napi yang dijatuhi vonis tinggi oleh pengadilan,” sebutnya.

Over kapasitas di lapas yang dipimpinnya dibenarkan oleh Kepala Lapas Klas IIA Palopo, Kusnali. Bahkan, karena tingginya jumlah napi dan tahanan kasus narkoba, blok B yang dulunya dikhususkan untuk para napi kasus narkoba, dialihkan ke blok A, yang dulunya untuk penghuni lapas yang masih berstatus tahanan.

“Kapasitas tampung di blok A memang cukup luas, makanya kami pindahkan,” sebut kalapas. Kalapas juga mengakui, pemindahan 10 orang napi ke lapas Bolangi, Gowa, tujuannya untuk mengurangi over kapasitas yang didominasi napi kasus narkoba.

Apalagi, upaya menyelundupkan sabu-sabu ke dalam lapas sudah berkali-kali dilakukan. Kata Kusnali, pernah dilakukan oleh Hendra, itu terjadi Minggu 30 Oktober 2016, dua saset sabu-sabu disembunyikan di dalam bungkus nasi goreng. Hendra merupakan pengunjung lapas.

Lalu, 1 November 2016, napi narkoba bernama Rustam menyelundupkan 1 saset sabu-sabu dengan berat kurang lebih 5 gram disembunyikan di dalam bungkus mie instan. Untung saja, ketahuan petugas lapas. Usaha yang sama juga dilakukan oleh Abd Haaris dan Lahmuddin, Jumat 14 oktober 2016. 5 saset sabu-sabu dengan berat kurang lebih 7 gram disembunyikan di dalam bungkus rokok. Pemiliknya adalah Antoni.

Sebelum itu, Rusli berusaha memasukkan 1 saset sabu-sabu ke dalam lapas. Sabu-sabu itu disembunyikan di dalam bungkus nasi kotak pada 12 Juli 2015, ditujukan untuk Hasdin.

Terjadi juga pada 9 Februari 2016, 1 saset sabu-sabu disembunyikan di dalam kemasan sabun mandi. Sabu-sabu itu ditujukan kepada Invantri. Mulyani juga berusaha menyelundupkan 1 paket sabu-sabu di dalam saku celana dan 1 saset di gulungan rambutnya. Sabu-sabut itu ditujukan kepada Sheri Arianti.

Di tempat terpisah, Kasat Narkoba Polres Palopo, AKP Maulud, yang juga dimintai keterangannya soal Rustam, napi narkoba yang berusaha menyelundupkan sabu-sabu ke dalam lapas, mengatakan, hasil urine Rustam berikut BB-nya ternyata positif narkoba.
“Kami sudah terima laporan dari Lab Makassar, hasil tes urine Rustam ternyata positif narkoba,” kata AKP Maulud. Selain hasil tes urine Rustam, AKP Maulud juga menyebutkan hasil tes urine tersangka Sunandar dan Hendra juga positif narkoba.

AKP Maulud tidak memberikan komentar darimana dan bagaiaman Rustam yang dalam pengawalan ketat petugas lapas bisa mengkonsumi sabu-sabu. “Rustam masih bungkam, jadi kita tidak tahu dimana dia memakai sabu-sabu itu,” ucap AKP Maulud. (ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top