Jangan ‘Main Mata’ – FAJAR sulsel
News

Jangan ‘Main Mata’

1-Menteri-Pertanian-RI-Dr-Ir-HA-Amran-Sulaiman-MP-saat-menghadiri-acara-panen-raya-jagung-di-Kecamatan-Amali-April-lalu.-Sayaut-larut.

1-menteri-pertanian-ri-dr-ir-ha-amran-sulaiman-mp-saat-menghadiri-acara-panen-raya-jagung-di-kecamatan-amali-april-lalu-sayaut-larut

Penanganan Kasus Penjualan Bantuan Bibit Jagung

PENULIS : ASKAR SYAM – HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB—Proses penyelidikan kasus penjualan bantuan bibit pertanian yang ditangani pihak kepolisian menjadi tanda tanya. Pasalnya, oknum penyuluh yang menjual bantuan bibit pertanian tersebut, nyatanya dibiarkan bebas tanpa ada penanganan kasus yang jelas.

“Patut diduga, polisi ‘main mata’ menangani kasus ini. Begitu Menteri Pertanian (HA Amran Sulaiman) ada di Bone dan menginstruksikan tangkap pelaku penjualan bibit pertanian, besoknya mereka (Polisi) langsung bergerak. Tapi setelah itu, oknum yang ditangkap malah dilepas,” tegasnya.

Sama halnya kata dia, penyidik kepolisian hanya menganggap ‘angin lalu’ instruksi dari Menteri Pertanian.
“Jelasnya publik harus mengawal ini. Hukum harus ditegakkan. Yang bersalah katakan bersalah. Jangan yang tidak bersalah, malah divonis bersalah,” tuturnya.

Sikap kepolisian yang memberikan kelonggaran terhadap oknum penyuluh pertanian yang memperjualbelikan bantuan bibit pertanian juga menuai sorotan dari berbagai kalangan.
Pengamat hukum, Ali Imran berpendapat, meski penetapan status tahanan luar menjadi kewenangan kepolisian, namun penanganan kasus tersebut tetap harus dilanjutkan.

“Kasus ini wajib diproses sampai ketingkat pengadilan. Biarkan hakim nanti yang memutuskan bersalah atau tidaknya mereka,” terang Ali Imran.

Legislator DPRD Bone, HA Suaedi SH MH juga menyatakan ketegasannya agar kasus tersebut diusut tuntas.
Menurut Suaedi, para oknum penyuluh pertanian yang diciduk karena diduga menjual bantuan bibit pertanian, wajib ditindak tegas.

“Harus ada efek jera. Kalau bisa mereka ditahan, bukan statusnya wajib lapor. Agar menjadi contoh bagi penyuluh lainnya untuk tidak coba-coba memperjualbelikan bantuan bibit pertanian,” tegas Suaedi.

Politisi Partai Demokrat itu bahkan meminta instansi terkait dalam hal ini Dinas Pertanian dan BP4K memecat para oknum penyuluh tersebut.

Diketahui, delapan orang yang diamankan Polres Bone terkait penjualan bantuan bibit jagung dari Kementerian Pertanian RI kini bisa bernafas lega. Pasalnya, mereka cuma dikenakan wajib lapor alias tidak ditahan.
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko berdalih mereka tidak ditahan karena belum ada hasil audit dari Dinas Pertanian Provinsi Sulsel.

Hardjoko mengatakan ke-8 terperiksa ini dikenakan wajib lapor karena dikhawatirkan akan melarikan diri. “Statusnya masih terperiksa. Nanti kalau hasil audit sudah ada, maka arahnya nanti ke tersangka dan penahanan,” katanya. Hardjoko menambahkan, pelaku hanya diamankan sementara selama 1×24 jam.

“Setelah dimintai keterangan mereka dipulangkan dan wajib lapor,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, Polres Bone berhasil menangkap sindikat penjualan bibit bantuan Kementan dengan cara penyamaran di Pasar Taretta Amali. Polisi berpura-pura sebagai pembeli. Upaya ini ternyata tidak sia-sia, polisi yang menyamar berhasil menemukan bantuan bibit diperjualbelikan yang dikemas dalam bungkusan plastik.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko yang dikonfirmasi RADAR BONE mengatakan, pihaknya telah mengambil keterangan ahli di Dinas Pertanian Provinsi Sulsel.
“Hari ini baru tiba anggota dari sana (Makassar), mela-kukan pemeriksaan terhadap saksi ahli di Dinas Pertanian Provinsi,” katanya.
Hasil penyelidikan kata dia, mengungkapkan bahwa sebagian besar bantuan tersebut ditangani Dinas Pertanian Provinsi Sulsel.

“Di bawah pengawasan langsung pemeriksaan Dinas Pertanian Sulsel, makanya kita selidiki sampai di dinasnya,” tegasnya.
Hardjoko mengatakan ke-8 terperiksa tersebut dikenakan wajib lapor larena dikhawatirkan akan melarikan diri.
“Statusnya masih terperiksa. Nanti kalau hasil audit sudah ada, maka arahnya nanti ke tersangka dan penahanan,” katanya.

Hardjoko menambahkan, pelaku hanya diamankan sementara selama 1×24 jam.
“Setelah dimintai keterangan mereka dipulangkan dan wajib lapor,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Bone berhasil menangkap sindikat penjualan bibit bantuan Kementan dengan melalukan pe-nyamaran di Pasar Taretta Amali. Polisi berpura-pura sebagai pembeli. Upaya ini ternyata tidak sia-sia, polisi yang menyamar berhasil menemukan bantuan bibit diperjualbelikan yang dikemas dalam bungkusan plastik.

Dalam operasi yang berlangsung selama dua hari, yakni Minggu-Senin, 16-17 Oktober lalu. Polisi berhasil menyita 3.278 kg bibit jagung dari dua lokasi yang berbeda, yakni Pasar Taretta Amali dan Pasar Sentral Palakka.
Ada delapan orang yang di-amankan terkait penyalagunaan bantuan bibit jagung tersebut. Ke-8 orang yang ditangkap, yakni BS (41), SR (58), MA (35), BA (40), RD (43), ID (43), DE (33), dan seorang penyuluh pertanian berinisial SM (45). Adapun ke-7 pelaku lainnya bertindak sebagai penjual dan penyalur.

*ASKAR SYAM

RADAR BONE

loading...
Click to comment
To Top