Jual Telur Ayam Ras dan Bebek dari Atas Mobil Pick-Up – FAJAR sulsel
News

Jual Telur Ayam Ras dan Bebek dari Atas Mobil Pick-Up

* Cara Pedagang Raih Perhatian Konsumen

MERINTIS bisnis sebagai pedagang telur. Ada banyak macam telur didagangkan. Ada telur bebek, ayam ras. Untuk menarik perhatian konsumen, pedagang satu ini mencoba menghadirkan nuansa lain dari yang lain. Bisnisnya itu dijajakan lewat sebuah mobil pick-up. Gran Max.

LAPORAN: Muh Khaedir Arifin

NAMANYA Mahmud. Ia berasal dari daerah tetangga. Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur. Suami dari Hamsia ini telah loyal merintis bisnisnya sebagai pedagang telur. Sekitar 15 tahun lalu, memulai usaha ini. Dengan bisnisnya ini, ia bisa dibilang unjuk gigi dan melebarkan sayap dengan banyaknya langganan setia pembeli telur yang dimiliki. Mengantarkan bisnis sebagai pedagang telur di atas mobil pick up sukses.

Berawal dari tempat awalnya menjual telur, di depan Misi Pasaraya. Bersebelahan dan bersaing langsung dengan orang tuanya sendiri, membuatnya memaksa belajar untuk berkompetisi secara normal. Selama belasan tahun sampai hari ini, usahanya semakin hari semakin eksis memasarkan kepada pelanggannya.

Di salah satu sudut di sebelah pintu utara Pusat Niaga Palopo, tampak Mahmud sendiri berdagang telur dengan mobil pick-upnya. “Dulu banyak penjual yang menjual di sekitaran sini, tetapi diusir sama Satpol Pamong Praja,” katanya, Senin 7 November 2016.

”Saya ji sendiri tidak dilarang, karena Satpol PP tidak berani dan tidak ada hak untuk melarang menjual di jalan ini. Karena saya menjual telur di depan tempat kontrakanku,” katanya.

Ini strategi menjual pakai mobil pick up di sekitar PNP. Karena tempat ini sangat strategis dilalui banyak pembeli sembako. Dari arah selatan, timur, barat, dan utara.
“Baru sebulan lebih, ngontrak rumah di sini Rp15 juta per tahun,” ujarnya.

Setiap harinya, biasa dapat pembeli Rp3-4 juta atau 150-200 rak telur. Untuk telur ayam ras untuk ukuran kecil Rp33 ribu per rak, ukuran sedang Rp35 ribu per rak dan ukuran besar Rp38 ribu per rak. Sedangkan telur bebek Rp42 ribu per rak. “Yang paling banyak laku adalah telur ayam ras. Telur bebek masih kalah,” katanya.

Mendatangkan telur ayam ras dari Kabupaten Sidrap, sekali order 600-700 rak. Jumlah itu habis 3 sampai 4 hari. Lebih sedikit dari telur bebek yang setiap kali order 20 rak dalam jangka 2 hari. Order-order sedikit kalau telur bebek karena cepat busuk. Mendatangkan telur bebek dari Mawa Palopo.

“Alahmdulillah, berkat kerja keras Allah memberikan banyak rejeki,” ucap Mahmud mensyukuri nikmat rejeki dari sang penciptanya.
Dimulai dari terbit fajar hingga jam 10:00 malam, ia menjual di PNP menjual telur-telurnya agar semuanya cepat laku terjual. (mg3/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top