Pengurus Golkar Luwu Raya Dievaluasi – FAJAR sulsel
News

Pengurus Golkar Luwu Raya Dievaluasi

* Bupati/Wakil Bupati Wajib Ikut Musda

PALOPO— Partai Golkar terus berbenah. Khusus di Luwu Raya, kepengurusan partai berlambang pohon beringin rindang ini, dievaluasi.
Setelah kepengurusan Syahrul Yasin Limpo (SYL) berakhir sebagai ketua DPD I Partai Gokar Sulawesi Selatan, berbagai langkah dilakukan Plt Ketua DPD I Partai Golkar Nurdin Halid.

Mereka pun melakukan ‘bersih-bersih’ khususnya kader yang membangkang.
Dari kepengurusan transisi tersebut, sejumlah kebijakan dibuat. ”Iya ada sekitar 21 DPD II yag dievaluasi. Sementara 3 DPD dua lainnya melaksanakan musda dalam waktu dekat ini,” sebut Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Armin Mustamin Toputiri kepada Palopo Pos, Selasa, 8 November 2016 kemarin.

Menurutnya, ada tiga yang menyelenggarakan Musda. Yakni, DPD II Sidrap yang ditinggal pergi Rusdi Masse yang saat ini menjabat ketua DPD I Nasdem Sulsel, kemudian DPD II Enrekang yang ketuanya tersangkut dengan hukum. Sementara Bulukumba, ketuanya mencalonkan diri jadi gubernur Gorontalo.

Untuk 21 DPD II lainnya, termasuk Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur, ditambahkan Armin, saat ini masih dalam tahap evaluasi. Kemungkinan evaluasinya akan berakhir Desember mendatang.

Mengenai adanya DPD dua yang telah berakhir masa kepengurusannya, dikatakannya, selama masa evaluasi tetap dijabat oleh kepengurusan yang lama. Nantinya setelah evaluasi akan ada beberapa kebijakan yang akan dikeluarkan apakah berupa penunjukan Plt, Musda, ataukah kepengurusan transisi beserta dengan Plt-nya.

”Kalau kepengurusannya aman-aman saja maka di Musdakan. Jika kepengurusannya kurang beres, maka ditunjuk Plt untuk memperbaiki kepengurusan selanjutnya dibuatkan Musda. Tapi, jika kepengurusananya tidak ada harapan maka ditunjuk Plt dan menggelar kepengurusan transisi. Ini semua untuk kebaikan partai Golkar,” terangnya.

Bidang Kepartaian dan Daerah Partai Golkar Sulsel Transisi Jhodi Pamatan kepada Palopo Pos, Senin, 8 November kemarin mengatakan, semua calon ketua Golkar harus ikut Musda. Jadi, ini tidak terkecuali. Bupati dan Wakil Bupati asal Golkar, harus ikut.

Kalau mau menjadi ketua Golkar, harus melewati Musda. ”Semua calon mesti ikut musda. Mereka harus mendaftar pada panitia/SC. Belum tentu juga langsung jadi calon karena ada syarat,” terang Bung Jodi, sapaan akrab Jhodi Pamatan.

Kalau terpenuhi tidak ada masalah. Tentu juga belum bisa langsungjadi ketua. Karena, lanjutnya, harus tetap bersaing dengan calon lainnya.

Seperti diketahui, ada beberapa Bupati yang berminat jadi ketua Golkar Seperti Bupati Luwu Timur, Thorieq Husler, Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan, Bupati Jeneponto Ikhsan Iskandar, Bupati Barru Suardi Saleh, Bupati Enrekang Muslimin Bando, dan Bupati Selayar Basli Ali.
(ich/uce)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top