Bisa Jadi Ancaman Dunia Islam – FAJAR sulsel
News

Bisa Jadi Ancaman Dunia Islam

* Kejutkan Dunia, Donald Trump Presiden ke-45 Amerika Serikat

PALOPO— Donald Trump, maestro real estate berusia 70 tahun mengejutkan dunia.
Meski mendapat serangan bertubi-tubi sebelum dan saat kampanye Presiden Amerika Serikat, pria kelahiran New York City itu akhirnya memenangkan duel dengan Hillary Clinton.

USA Today melansir, politikus Partai Republik itu telah mencapai (melebihi) angka minimal electoral votes, 276. Sementara Clinton (Demokrat) mendulang 218.
Dengan demikian, suka tak suka, Trump kini terpilih sebagai Presiden ke-45 AS, menggantikan Barack Obama.

Terpilihnya Donald Trump, memantik reaksi pengamat politik yang juga akademisi Unhas Aswar Hasan.

Menurut Aswar Hasan kepada Palopo Pos, Rabu, 9 November tadi malam, terpilihnya Donald Trump, bisa jadi ancaman dunia islam. Karena, ada beberapa perkataannya selama ini, menyudutkan. Bahkan, tak segan menebar kebenciaannya kepada umat muslim.
”Yah, itu bisa jadi ancaman dunia islam,” kata Aswar Hasan.

Hanya saja Ketua Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Sulsel ini mengatakan, bisa saja setelah terpilih Donald Trump tidak melakukan hal itu.. Perlu diketahui, politik AS fleksibel. Bisa saja ada pertimbangan ulang. Kalau selama ini Donald Trump terlihat begitu tidak suka umat muslim, tapi kedepan tidak lagi.

”Saya melihat, apa yang dilakukan dulu itu hanya luapan emosi kepada para pendukungnya. Mudah-mudahan, tidak dilakukan lagi seperti itu saat menjalani statusnya sebagai presiden,” jelasnya.

Ia juga melihat, terpilihnya Donald Trump, mengejutkan berbagai pihak. ”Yah, kita terkejut juga.
Nada sama juga disampaikan Pengamat Pemerintahan Kota Palopo sekaligus akademisi Baharman Supri.

Kepada Palopo Pos Rabu, 9 November 2016 mengatakan, pernyataan Donald Trump sebelum menjadi calon presiden Amerika Serikat, sungguh mencabik-cabik perasaan umat islam.

Kenapa? Karena, ia akan membatasi penduduk islam di USA dan melarang kaum hawa untuk berjilbab.

”Menurut saya, pernyataan Donald Trump terkait pernyataan itu, tidak akan konsisten dengan apa yang pernah dia ucapkan. Artinya pernyataan Trump tidak akan sama dengan perbuatannya,” katanya.

Trump akan mengaku dirinya akan menjadi presiden semua golongan di Amerika Serikat. Dia akan mengajak seluruh potensi masyarakat untuk sama-sama mewujudkan mimpi Amerika menjadi yang paling kuat di dunia.

Kemenangan Donald Trump atas Hillary Clinton merupakan kemenangan retorika. Retorika membaca secara normatif keinginan penduduk Amerika. ”Ia menerapkan karakter situasif,” bebernya.

Berlatar belakang sebagai pebisnis, dia akan ikut dan mengikuti kebutuhan pasar dan konsumen di dunia. Trump akan melawan arus dan memngikuti. Trump mengetahui dirinya bahwa dia bukanlah pemimpin USA tetapi pemimpin dunia.

APRESIASI
Presiden Joko Widodo turut mengikuti perkembangan Pilpres Amerika Serikat yang dimenangkan Donald Trump.

Jokowi, sapaannya, belum menyampaikan ucapan secara resmi tapi dia mengapresiasi pilpres yang telah berjalan di Negeri Paman Sam tersebut.
”Apapun yang menjadi pilihan rakyat Amerika, saya kira sangat menghargai,” ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/11).

Dia menyatakan, siapa pun yang memenangkan Pilpres AS, tidak akan memengaruhi jalinan hubungan baik Amerika dan Indonesia.

Terutama dengan berbagai kerja sama yang telah dijalin dua negara selama ini.
“Hubungan kita tetap akan baik, terutama hubungan dagang, investasi. Kita tahu Amerika termasuk investor lima besar di Indonesia. Saya kira tidak akan ada perubahan,” pungkas Jokowi.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto memberi selamat kepada Donald Trump yang baru saja terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat.

“Selamat kepada Donald Trump. Saya berharap, Trump dapat memimpin negara adidaya ini secara demokratis dan berdiri di atas semua etnis, golongqn dan agama,” kata Novanto dalam pernyataan tertulis, Rabu (9/11).

Mantan Ketua DPR ini mengatakan bahwa Amerika adalah simbol negara demokrasi di dunia. Karenanya Ia berharap jangan ada arogansi sebagai negara adikuasa.

“Semoga Trump mampu memimpin dengan baik, bagi rakyat dan negaranya. Juga mampu bersikap adil dalam politik globalnya,” sambung politikus yang sempat dipersoalkan terkait pertemuannya dengan Trump, di sela-sela kampanye Pilpres AS.

Bagi Novanto, kemenangan Trump atas pesaingnya Hillary Clinton, merupakan kemenangan luar biasa. Sebab, disaat bersamaan Partai Republik yang jadi kendaraan politiknya juga menguasai parlemen dan senat.

Novanto pun memberi sinyal kepada Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla bahwa sebagai teman Donald Trump, dirinya siap menjembatani penguatan hubungan kedua negara, Indonesia-AS.

“Sebagai sahabat, saya siap bantu pemerintah menguatkan hubungan dengan Amerika, terutama di bidang investasi dan perdagangan,” pungkasnya.
KECEWA
Para pendukung Hillary Clinton kecewa berat setelah jagoannya dikalahkan Donald Trump dalam Pilpres Amerika Serikat.

Berbagai kata kasar pun dilontarkan para pendukung Clinton kepada Trump.
Salah satu kecaman paling keras dilontarkan Matthew Goreman.
Dia adalah mantan wakil direktur keuangan saat pencalonan Bill Clinton periode pertama lalu.

Pria yang sudah menggelontorkan jutaan dolar untuk kampanye Hillary itu terang-terangan mengkritik Trump.

“Anda mengalami Brexit, tapi kami punya Donald Trump. Itu adalah hal yang jauh lebih buruk,” kata Goreman seperti dilansir laman Telegraph, Rabu (9/11).

Sambil menggelengkan kepala, dia juga menyebut kemenangan Trump merupakan akhir era pencerahan.
“Pencerahan itu terjadi pada abad 18 karena alasan, edukasi. Itu faktanya. Memalukan karena kita tak peduli dengan hal itu lagi,” tegas Goreman.

PIDATO KEMENANGAN
Donald Trump langsung menyampaikan pidato kemenangannya setelah meraih 288 electoral vote pada pemilihan presiden Amerika Serikat. Calon presiden dari Partai Republik itu mengalahkan Hillary Clinton yang meraih 215 electoral vote.

Trump yang kini menyandang status elected president atau presiden terpilih mengaku sudah mendapat telepon dari pesaingnya yang mengakui keunggulannya. “Dia mengucapkan selamat ke kita atas kemenangan kita,” katanya yang langsung disambung tepuk sorak pendukungnya.

Namun, pengusaha properti dan bos rumah judi itu juga mengucapkan apresiasinya kepada Hillary. “Kita berhutang pada Hillary atas pengabdiannya pada negeri ini,” kata pemilik nama Donald John Trump itu.

Selain itu Trump juga mengajak pendukungnya maupun pemilih Hillary untuk mengakhiri perbedaan. Dia berjanji jika kelak dilantik sebagai presiden AS menggantikan Barack Obama tak akan membeda-bedakan rakyatnya.

“Kita terikat pada negeri ini. Ini saatnya bagi kita untuk menjadi satu sebagai orang Amerika. Aku akan jadi presiden bagi setiap warga Amerika,” katanya.

Sedangkan bagi yang tak mendukung Trump, calon presiden yang berpasangan dengan Mike Pence itu tetap mengajak mereka untuk membangun AS. “Kita bisa bekerja bersama untuk negeri ini,” katanya.

Dia berjanji untuk mewujudkan impian Amerika. Termasuk dengan mempertahankan keamanan, membangun infrastruktur seperti jalan dan jembatan hingga rumah sakit.
“Setiap warga Amerika berhak mengembangkan potensinya,” tutur pria kelahiran 14 Juni 1946 itu.

Di akhir pidatonya, Trump mengabsen satu per satu anggota keluarganya yang ada di panggung. Ia juga memanggil sejumlah senator yang mendukungnya.

Tepuk tangan berkali-kali bergema sepanjang pidato kemenangan Trump. Begitu pidato usai, lagu The Rolling Stones yang berjudul You Can’t Always Get What You Want menggema. (mg3-jpnn/uce)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top