Dinas Tata Ruang Pesimis, Kontraktor: Bundaran Pinisi Rampung Tahun Ini – FAJAR sulsel
News

Dinas Tata Ruang Pesimis, Kontraktor: Bundaran Pinisi Rampung Tahun Ini

optimis

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID– Meski dianggap lamban dalam bekerja oleh Dinas Tata Ruang Perumahan dan Cipta Karya (DTRPCK), kontraktor pembangunan proyek Bundaran Pinisi Bulukumba, CV. Karya Megapolitan tetap optimis mampu merampungkan pengerjaan sebelum masa kontrak habis.
Bekerja siang dan malam akan mereka lakukan demi mengerjakan tugas sebelum menyeberang pada tahun 2017 mendatang.

Direktur Pelaksana Tekhnis, CV Karya Megapolitan, Alam mengaku optimis mampu merampungkan ikon Bulukumba tersebut sebelum menyeberang 2017 mendatang. Meski diakui terlambatnya waktu pengerjaan salah satu menjadi penyebabnya.

Proyek Pinisi yang menelan anggaran Rp 800 juta lebih itu lanjut Alam bukan pembangunan yang sepeleh, karena memerlukan keteletian dalam bekerja. Namun dia berjanji akan merampungkan pengerjaan yang saat ini menurutnya sudah rampung 70 persen fisik.

“15 hari ke depan, Insya Allah sudah rampung tegel kita pasang, kita tidak mau bekerja asal-asalan jadi pembangunanya memang lambat, tapi saya yakin bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DTRPCK Bulukumba, Pasakai mengaku pesimis atas pengerjaanya yang kemungkinan besar tidak bisa rampung sesuai target. Menurutnya, pekerjaan yang lambat dan dan tidak seriusnya kotraktor dalam bekerja menjadi alasannya perusahaan CV. Karya Megapolitan akan putus kerjasama.

Pasakai mengaku, pekerjaan proyek pinisi memang sedikit molor, karena harus beberapa kali tender ulang. Tender awal, kata dia, rekanan yang mengajukan penawaran tidak lengkap administrasi, sehingga harus diulang, mencari yang lengkap sampai keluar pemenang. Namun, rekanan yang memenangkan diprediksi sulit menyelesaikan, kalau melihat realisasi di lapangan.

“Tiga kali diulang, karena tidak bersyarat. Nah, ini sampai sedikit terlambat,” ujar mantan Sekretaris Bappeda Bulukumba ini.

Pasakai mengaku, jika pengerjaan melewati Desember atau waktu yang telah ditetapkan, kontraktor tidak akan didenda, namun pengerjaan akan kembali dilelang.

“Pagunya Rp 1 miliar, tapi anggaranya Rp 800 juta lebih, kita terpaksa putus kontrak dan pengerjaan akan kembali dilelang,” ujarnya.

Anggota DPRD Bulukumba, Andi Zulkarnaen Pangki, berjanji turun tangan mengawasi pelaksanaan proyek Bundaran Pinisi tersebut. Pengawasan ini sebagai bentuk kepedulian dewan terhadap banyaknya pekerjaan yang keluar dari rencana anggaran biaya (RAB) yang berlaku, seperti yang terjadi bagi CV Alfina asal Bantaeng. Dimana dalam pekerjaannya, BPK menemukan kerugian negara namun rekanan mengembalikan kerugian negara hingga Rp600 juta.

“Perlu pengawasan, biar pekerjaan sesuai bestek. Jangan lagi seperti pekerjaan sebelumnya,” pintanya. (*)

RADAR SELATAN

loading...
Click to comment
To Top