Mulai Panas, Siapa Layak Pimpin Golkar? – FAJAR sulsel
News

Mulai Panas, Siapa Layak Pimpin Golkar?

* Ome Bersaing Harisal di Palopo, Mahfud-Yunus Lutra

PALOPO — Jadwal Musda Partai Golkar se Luwu Raya memang belum dirilis DPD I. Namun, perebutan kursi ketua Golkar sudah mulai memanas. Di Palopo, ada beberapa nama yang santer disebut-sebut akan all out merebut kursi ketua. Begitu juga di Luwu Utara.

Beberapa nama beredar di internal DPD II Partai Golkar. Ada nama Akhmad Syarifuddin, Harisal Latief, Kasim Alwi, Mochtar Dalle. Akhmad Syarifuddin alias Ome adalah korwil Golkar Luwu Raya. Ia juga wakil wali kota Palopo. Sedangkan Harisal A Latief adalah ketua DPRD Palopo. Ia juga kader tulen partai beringin yang merangkak dari bawah. Sehingga, loyalitasnya ke partai tak diragukan lagi. Sedangkan Kasim Alwi sudah lama jadi kader Golkar. Begitu juga dengan Mochtar Dalle.

Semua berpeluang jadi ketua. Tinggal bagaimana meyakinkan voters (pemilih) untuk meraih dukungan mereka. “Tapi, kelihatannya yang kuat ini tinggal dua nama. Ome dan Harisal,” tandas Mochtar Dalle, wakil ketua DPD II Partai Golkar Palopo, Senin 14 November 2016.

Keduanya memiliki peluang yang sama. Juga punya plus minusnya. Ome rela tinggalkan statusnya sebagai PNS hanya untuk jadi pengurus Partai Golkar. Ia tidak mungkin begitu saja keluar dari PNS dan masuk ke Golkar. Sedangkan Harisal sudah lama jadi pengurus Partai Golkar. Ia mulai dari bawah. Sehingga, loyalitasnya ke partai tentu tak diragukan lagi. “Apalagi dia terpilih jadi anggota DPRD. Kemudian jadi ketua DPRD. Ini nanti jadi ukuran,” terangnya.

Lantas siapakah yang layak pimpin Golkar Palopo? Belum ada yang bisa memprediksikan. Apalagi, jadwal Musda Golkar Palopo belum keluar dari DPD I. “Harus ada plt dulu. Karena yang menjabat sebagai plt akan melaksanakan musda. Seperti bentuk kepanitiaan musda,” tandas Mochtar Dalle.

Namun, info yang beredar di internal pengurus DPD II Partai Golkar. Sudah ada nama yang dipersiapkan jadi plt ketua Golkar Palopo. Namanya Armin Mustamin Toputiri. Ia sudah kencang untuk di situ. Hal itu tak dibantah oleh Mochtar Dalle. “Armin yang memang plt. Kami juga sudah ketemu saat reses di Palopo,” ucapnya.

Begitu juga ketika dikonfirmasi ke Akhmad Syarifuddin. Ia tidak membantahnya. Jawabnya juga singkat. ”Kak Armin,” jawab Ome via Short Message Service (SMS), kemarin.
Namun, kabar tersebut ditepis oleh Junius Pama’tan. “DPD I belum putuskan itu. Dapat info dari mana,” ujar Bung Jhody dengan nada tanya, Senin 14 November 2016.

Terlepas dari siapa plt. Namun, yang menarik dicermati adalah perebutan kursi ketua di Palopo, Lutra, Lutim, dan Luwu. Sejumlah pengamat memprediksi yang akan keluar jadi ketua adalah mereka yang dekat dengan kubu Nurdin Halid (NH). Karena ada beberapa kelompok yang bermain di perhelatan ini. Kubu dari SYL dan NH. Nah, yang berkuasa dan memegang kendali di Golkar Sulsel adalah NH. “Ini tidak bisa dinafikan.

Kalau sudah Nurdin Halid yang bermain, apa saja bisa dilakukan. Apalagi kalau Golkar. Nah, dia yang berkuasa sekarang,” terang pengamat yang paham dengan karakter NH selama ini.

Sehingga, kata dia, kalau mau menang di Musda Golkar di Palopo dan daerah lainnya, ada baiknya cepat-cepat melingkar ke kubu NH. “Karena pasti kubu yang satu ini tidak akan dapat apa-apa. Jadi, kalau ada calon yang mau maju di Palopo, saran saya melingkar cepat ke kubu NH,” tandasnya, kepada wartawan Palopo Pos, saat ngopi bareng di Makassar, pekan lalu.

Selama ini, Ome disebut-sebut dekat dengan kubunya Nurdin Halid. Sedangkan Harisal A Latief kelihatannya agak netral. Belum bisa dibaca gerbong yang mana diikuti.
Perebutan kursi ketua Golkar tidak kalah panasnya di Luwu Utara. Apalagi, Arifin Junaidi secara terbuka memastikan dirinya tak ikut bertarung memperebutkan kursi ketua Golkar.
Hal itu disampaikan Arifin dalam sambutannya di perayaan HUT ke-52 Partai Golkar di Sekretariat Golkar Luwu Utara, Minggu 13 November 2016.

”Pada Musda mendatang saya tidak akan ikut lagi. Saya persilahkan adik-adik di Golkar maju,” kata mantan Bupati Luwu Utara ini. Ada dua kader Golkar Luwu Utara yang sudah menyatakan kesiapannya maju di musda Golkar Luwu Utara.
Yakni, Ketua DPRD Luwu Utara Mahfud Yunus dan mantan anggota DPRD Luwu Utara, Andi Suriadi.

Andi Suriadi dalam berbagai kesempatan siap meramaikan bursa pemilihan ketua DPD II Partai Golkar Luwu Utara. Andi Suriadi adalah Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD II Partai Golkar Luwu Utara dan mantan anggota DPRD Luwu Utara dua periode (2004-2014). ”Saya siap maju sebagai ketua DPD II Partai Golkar Luwu Utara,” kata Andi Suriadi.

Mahfud Yunus tidak kalah siapnya. ”Kalau saya kalah, saya hormat kepada pemenang dan kalau menang hargai rival saya,”
kata Mahfud.

Dalam petunjuk pelaksana DPP Partai Golkar Nomor: Juklak-5/DPP/Golkar/VOI/2016 tentang perubahan Juklak-4/DPP/Golkar/XII/2015 tentang penyelenggaraan musyawarah-musyawarah Partai Golkar di daerah. Di huruf G pada point 1. Pemilihan ketua DPD kabupaten/kota dilakukan dengan beberapa tahapan. Ada tahap pencalonan. Disebutkan bakal calon dianggap sah menjadi calon ketua apabila memenuhi syarat-syarat.

Misalnya, telah aktif sebagai pengurus partai Golkar tingkat kabupaten/kota dan/atau aktif sebagai pengurus Partai Golkar provinsi dan/atau sekurang-kurangnya sebagai pengurus kecamatan selama satu periode dan/atau pengurus ormas pendiri dan didirikan tingkat kabupaten/kota, kemudian didukung sekurang-kurangnya 30 persen dari pemegang hak suara, berpendidikan minimal D-3 atau setara/sederajat, aktif menjadi kader Partai Golkar sekurang-kurangnya lima tahun, pernah mengikuti pendidikan dan latihan kader Partai Golkar, memiliki prestasi, dedikasi, loyaliotas, dan tidak tercela, tidak pernah terlibat PKI.

Selanjutnya, bersedia meluangkan waktu dan sanggup bekerjasama secara kolektif dalam partai, berdomisili di wilayah kabupaten yang bersangkutan, tidak mempunyai hubungan suami/istri atau keluarga sedarah dalam artian garis lurus ke atas dan ke bawah yang duduk sebagai anggota lembaga perwakilan rakyat (DPR-RI, DPRD, provinsi, DPRD kabupaten/kota mewakili partai lain dan atau jadi pengurus partai lain dalam satu wilayah yang sama. Poin terakhir ini jadi surga bagi ‘pemain’ politik. Di poin 11 disebutkan dalam hal terdapat kader Partai Golkar yang akan maju sebagai calon ketua, tetapi tidak memenuhi kriteria dan persyaratan di atas, maka calon tersebut harus mendapatkan persetujuan dari DPP-Partai Golkar.(ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top