Satnarkoba Kejar Bandar ke Sidrap – FAJAR sulsel
News

Satnarkoba Kejar Bandar ke Sidrap

Narkoba

HANYA berselang setengah hari saja, Satuan Narkoba kembali menciduk tiga pengedar di tiga lokasi berbeda. 11 paket sabu-sabu berhasil diamankan. Kejadiannya, Minggu 13 November 2016, pukul 21:10 Wita hingga pukul 00:15 Wita dini hari, Senin 14 November 2016.

Kasat Narkoba AKP Maulud, melalui Kaur Bin Ops Narkoba, Ipda Langkaryanto, mengatakan, tiga tersangka masing-masing bernama Nover, 24 tahun, warga Jalan Imbara I, Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan. Tersangka Muh Jaya Aprillah, 23, mahasiswa, warga Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Binturu, Kecamatan Wara Selatan.

Terakhir, Adi Saputra Awal, 34 tahun, warga Kelurahan Binturu, Kecamatan Wara Selatan.
Awalnya, anggota Satnarkoba menerima informasi. Kemudian ditindaklanjuti. Minggu 13 November 2016, pukul 21:10 Wita di BTP Bogar, Kelurahan Surutangga, Kecamatan Wara Timur, Nover diciduk saat akan transaksi. 1 paket sabu-sabu ditemukan.

Agar Nover tak putus kontak dengan jaringannya, polisi langsung mengamankan handphone yang dibawa oleh Nover. Diinterogasi, Nover buka mulut. Kata pemuda ini, dirinya hanya kurir. Pemilik sabu-sabu adalah pemuda bernama Muh Jaya Aprillah.

“Dia teman SD saya dulu. Dia janji, kalau saya antarkan barang ini kepada konsumen, maka saya mendapatkan sabu gratis dari dia,” beber Nover.

Dari pengakuan Nover, polisi kemudian mendatangi Jaya di rumah orangtuanya di Jalan Sudirman. Jaya diketahui anak seorang pengusaha kayu di Binturu. Jarum jam menunjuk pukul 22:00 Wita. Jaya asyik ngobrol bersama teman-temannya di depan rumahnya. Dia tidak menyadari kedatangan polisi.

Barulah ketika polisi semakin dekat, Jaya tersadar. Tahu dirinya salah, spontan anak pengusaha ini mencoba kabur. Naasnya, karena ketakutan, Jaya tak memperhatikan jalan. Dia pun terjatuh tidak jauh dari rumahnya. Tangannya langsung diborgol.

“Ketika kita geledah, kita menemukan 5 paket sabu-sabu. 4 saset masih terisi dan 1 saset bekas pakai,” sebut Ipda Langkaryanto.

BB tersebut ditemukan di saku celana bagian depan anak kedua dari empat bersaudara ini. Selain sabu-sabu, di kamar korban juga ditemukan peralatan bong. Sejumlah barang bukti lainnya juga diamankan. Mantan alumni BPIP Barombong ini kemudian digiring ke Mako Polres Palopo untuk dilakukan pemeriksaan.

Kepada polisi, bapak satu anak ini juga buka mulut. Katanya, empat paket berisi sabu-sabu yang ditemukan diperolehnya dari tangan Adi Saputra Awal yang juga warga Binturu.
Menurut keterangan Jaya, sekitar pukul 17:30 Wita, dirinya dan Eka curung-curung ingin membeli sabu. Uang Eka hanya Rp200 ribu. “Saya hubungi Adi untuk dicarikan barang, namun harganya per paket Rp750 ribu. Pukul 18:00 Wita, uang saya antarkan kepada Adi.

Namun, Adi baru menghubungi saya sekitar pukul 20:00 Wita, katanya saat itu barangnya sudah ada dan minta saya menjemputnya di depan lorong masuk Belawa,” beber Jaya.
Mendengar nama Adi, polisi pun tidak langsung main tangkap. Menurut Ipda Langkaryanto, Adi sudah lama menjadi target polisi. Makanya, kesempatan besar ini tidak ingin disia-siakan. Polisi pun atur strategi.

Lewat tengah malam, Senin 14 Nopember 2016, pukul 00:15 Wita, polisi mengepung rumah Adi yang berada di Kelurahan Binturu. Adi yang tidak menyangka akan digerebek, tak bisa berbuat banyak. Dia pasrah saja saat digiring ke mako Polres. Dari tangannya, polisi menemukan 6 paket sabu-sabu. 5 paket ukuran kecil dan 1 paket ukuran sedang. Penggrebekan pelaku narkoba tersebut dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Palopo, AKP Maulud.

“Jadi BB yang kita temukan dari tangan Nover adalah 1 saset sabu-sabu dan 1 unit handphone. Dari tangan Jaya, kita sita 5 saset sabu-sabu, 4 masih terisi sabu-sabu, dan 1 saset diduga sudah digunakan. Sementara yang kami sita dari tangan Adi sebanyak 6 saset sabu-sabu. 1 ukuran sedang dan 5 ukuran kecil,” jelas Kaur Narkoba ini.

Menurut Ipda Langkaryanto, tiga tersangka yang ditangkap adalah pengedar. Merujuk dari keterangan dan BB yang disita. “Ada sabu-sabu dalam jumlah banyak, kita juga temukan puluhan saset kosong, ada juga timbangan digital. Mereka mengaku menjual sabu-sabu mulai paket Rp300 ribu, Rp500 ribu hingga Rp1 juta,” sebutnya.

Menurut AKP Maulud, pihaknya akan terus melakukan penangkapan terhadap pengedar lintas kabupaten, termasuk mengejar bandar besarnya ke Sidrap dan Pinrang. Karena dari pengakuan pengedar tersebut, sabu-sabu banyak berasal dari Sidrap. ”Untuk itu, kita mulai melakukan pengembangan hingga ke Sidrap. Itu bukan tak mungkin, akan kita lakukan,” tandasnya.(ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top