10 Warga Pontap Oleng – FAJAR sulsel
News

10 Warga Pontap Oleng

Korban-Jalangkote

* Usai Santap Jalangkote Isinya Mie dan Ubi Jalar

PALOPO — Jalangkote enaknya bukan main. Dua biji makanan ringan ini disikat sekaligus. Rasanya minta tambah lagi. Namun, kelainan mulai terasa satu jam kemudian. Perempuan ini mulai oleng. Keluar keringat, kepala pusing, dan muntah-muntah. Ia pun dilarikan ke RS Madyang, lalu menyusul 9 warga Pontap lainnya.

Namanya Pertiwi, 25 tahun. Ia merasakan pusing dan keringat dingin setelah makan dua biji jalangkote, Kamis 17 November 2016, pukul 11:00 Wita.

Jalangkote yang diduga memicu petaka dibeli di warung milik Hj Majiati. Kebetulan masih tetangga di Jalan Lingkar, Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur.

Sudah beli jalangkote, Pertiwi kemudian membawanya ke rumahnya. ”Saya makan di rumah,” ujar Pertiwi, saat ditemui di RS Madyang, kemarin.

”Setelah saya memakan dua jalangkote sekaligus, kepala saya pusing. Saya sempat oleng dan keringat dingin,” papar Pertiwi sambil melihat jarum inpus yang menancap di tangannya.

Pertiwi setiap hari membeli jalangkote di warung Hj Majiati. Namun, baru kali ini, dia keracunan memakan jalangkote tersebut. Kata dia, Hj Majiati merupakan pihak kedua yang menjual jalangkote.

Kok bisa? ”Iya, karena tetangga saya itu beli jalangkote di Pasar Andi Tadda Palopo lalu menjualnya kembali di warungya,” kata perempuan ini, lagi.
Hingga kini, kondisi Pertiwi masih pusing. Namun, sudah mulai membaik dan sudah bisa makan nasi saat ditemui di RS Siti Mdyang.

Selain perempuan yang berusia 25 tahun ini, korban jalangkote dari anak-anak. Mereka dilarikan ke Puskesmas Pontap. Yang parah dan kritis dilarikan ke RS St Madyang.
Peristiwa yang mengheobohkan warga Pontap, Kota Palopo terjadi Kamis 17 Nopember 2016, di RT3/RW3 Kampung Tanjung Ringgit.

Seperti biasa. Pagi hari, ponakan Jumiati, 40 tahun, membeli jalangkote di langganannya. Kebetulan tetangga. ”Ponakan saya makan dua jalangkote, sedangkan anaknya yang masih TK hanya satu,” kata Jumiati, 39 tahun, warga setempat.

Di awal-awal, belum ada gejala seperti orang keracunan makanan. Nanti masuk siang pukul 11, wajah Ardi, ponakan Jumiati terlihat pucat. Ardi mengaku pusing dan oleng. Bahkan perasaanya ingin muntah.

“Langsung kita bawa ke Puskesmas Pontap,” tambahnya.
Hanya saja, anaknya bernama Rifky yang masih berusia 6 tahun tidak mengalami gejala keracunan. “Tadi si Rifky makannya hanya satu. Mungkin itulah sebabnya sehingga tidak terjadi sesuatu sama dia. Tetapi ibu lurah minta buat jaga-jaga, Refki diperiksa juga di puskesmas,” ujar wanita berusia 39 tahun ini.

Sementara itu, informasi yang diperoleh dari Lurah Pontap, Anjar Lestari, kebiasaan warganya sarapan kue tiap pagi. “Tempat mereka beli kue sudah jadi langganan mereka tiap hari. Namun baru kali ini kejadian seperti itu. Ibu yang jual jalangkote tersebut, belinya di pasar Andi Tadda, langganan dia,” kata lurah Pontap.

Anjar mengaku menerima aduan pukul 08:00 Wita. Sudah ada korban. Namun baru tujuh orang. Eh, makin lama makin bertambah. Khawatir, polisi pun dihubungi.
“Yang paling parah, mereka yang makan dua jalangkote. Ada tiga orang yang dirawat di RS St Madyang. Dua anak-anak dan satu orangtua.

Mereka mengalami mual, oleng dan jantung berdebar-debar,” tambahnya, seraya berdoa agar warganya bisa lekas pulih dan sehat lagi.

Korban keracunan jalangkote dirawat di Puskesmas Pontap dan RS ST Madyang. “Hanya tiga orang yang gawat, mereka dirawat di RS St Madyang. Sebagian besar korban dirawat di Puskesmas, tapi ada yang sudah boleh pulang,” tandasnya.

Terpisah, Kasat reskrim Polres Palopo, AKP Andi Rahmat, mengatakan, sekitar pukul 09:35 Wita, laporan dari warga soal keracunan tiba di Polres. Polisi kemudian mendatangi TKP. Penjualnya bernama Hj Majiati, 60 tahun diperiksa.

Ibu ini sudah diperiksa. Ia mengaku membeli jalangkote itu dari langgannya di Pasar Andi Tadda bernama Ilham, 35 tahun. ”Ilham tinggalnya di BTN Citra Graha,” sebut kasat.
Makanya, polisi kemudian bergeser mencari Ilham di BTN Citra Graha. Setelah ditemukan, pria ini dibawa ke Polres Palopo untuk diambil keterangannya.

“Isi jalangkote itu mie dan ubi jalar. Sampai saat ini kami belum menetapkan tersangka, karena masih perlu kita periksa di laboratorium Makassar,” sebutnya.(mg2-ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top