Penyidik Belum Tetapkan Tersangka – FAJAR sulsel
News

Penyidik Belum Tetapkan Tersangka

hardjoko-1

hardjoko

Kasus Penjualan Bibit Jagung

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB—Penanganan kasus dugaan penyalahgunaan bantuan bibit jagung dari Kementerian Pertanian RI terbilang berlarut-larut. Kendati ada delapan orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan, beberapa waktu lalu. Namun demikian, hingga penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hadjoko berdalih pihaknya masih fokus dalam pemeriksaan saksi.
“Masih terus berjalan, saat ini kami periksa saksi. Termasuk pegawai dari Dinas Pertanian Provinsi,” kata Hardjoko saat dikonfirmasi RADAR BONE, Rabu 16 November lalu.

Dia menambahkan belum menetapkan tersangka dalam kasus ini meski delapan pelaku tertangkap tangan sedang menjual bantuan Kementan itu. “Statusnya penyelidikan, belum ada tersangka,” tambahnya.
Sebelumnya, petugas Polres Bone melakukan penyamaran di Pasar Taretta Amali. Polisi berpura-pura sebagai pembeli. Upaya ini ternyata tidak sia-sia, polisi yang menyamar berhasil menemukan bantuan bibit diperjualbelikan yang dikemas dalam bungkusan plastik.

Dalam operasi yang berlangsung selama dua hari, yakni Minggu-Senin, 16-17 Oktober itu, polisi berhasil menyita 3.278 kg bibit jagung dari dua lokasi yang berbeda, yakni Pasar Taretta Amali dan Pasar Sentral Palakka.
Ada delapan orang yang di-amankan terkait penyalagunaan bantuan bibit jagung tersebut. Ke-8 orang yang ditangkap, yakni BS (41), SR (58), MA (35), BA (40), RD (43), ID (43), DE (33), dan seorang penyuluh pertanian kecematan (PPK) berinisial SM (45). Adapun ke-7 pelaku lainnya bertindak sebagai penjual dan penyalur.

Terbongkarnya sindikat pelaku penjualan pupuk bantuan ini berawal dari Instruksi Menteri Pertanian RI, HA Amran Sulaiman yang meminta aparat kepolisian mengungkap sekaligus menangkap oknum yang mempermainkan bantuan bibit jagung di Amali.
Polisi diberi waktu sepekan untuk membongkar kasus tersebut. Sayangnya, setelah pelaku berhasil diungkap, polisi cuma mengenakan wajib lapor. Alasannya, belum turun hasil audit dari Dinas Pertanian Provinsi Sulsel.

*ASKAR SYAM

RADAR BONE

loading...
Click to comment
To Top