UPTD JA-Khilan Palopo Raih Poin Tertinggi – FAJAR sulsel
News

UPTD JA-Khilan Palopo Raih Poin Tertinggi

* Lutra dan Lutim Masuk Nominator Peraih FIPO Award 2016

PALOPO — Kota Palopo merupakan salah satu daerah di Sulsel yang masuk menjadi nominator peraih penghargaan Fajar Institute of Pro Otonomi (FIPO) Award 2016. Dimana inovasi yang diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo melalui Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, MH yakni UPTD Jemput Antar (JA) dan Kegiatan Home Industry Unggulan (Khilan) meraih penilaian tertinggi.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Eksekutif FIPO, Nurdin Tappa, kepada Palopo Pos, Jumat 18 November 2016. Menurut Nurdin, sesuai dengan akumulasi poin dari penilaian setiap daerah, Kota Palopo masih tertinggi dan menjadi nominator utama.

”Peluang Kota Palopo meraih penghargaan FIPO Award 2016 sangat besar, karena dari akumulasi nilai, poinnya masih tertinggi,” sebut Nurdin Tappa, Jumat 18 November 2016.

Tim FIPO award menilai inovasi UPTD JA yang diluncurkan wali kota Palopo mendapatkan respon positif dari masyarakat. Hal ini berdasarkan survey yang telah dilakukan tim FIPO beberapa waktu lalu. Dimana Standar Operasional (SOP) yang diterapkan pada UPTD JA sangat bagus.

”Kami menilai SOP UPTD JA mendapatkan respon yang sangat luar biasa dari masyarakat,” ujarnya.
Pelayanan kesehatan ambulance ini bukan hanya di Kota Palopo saja, di Makassar juga ada, di Jeneponto juga. Dan tahun lalu Parepare juga meraih penghargaan.

”Tapi kami menilai pelayanan kesehatan ini memiliki UPTD tersendiri meskipun masih dibawahi Dinas Kesehatan. Tapi menurut penilaian masyarakat hal ini sangat luar biasa,” tutur Nurdin.

Selain inovasi UPTD JA, Kota Palopo juga masuk menjadi nominator atas penghargaan pemberdayaan ekonomi kerakyatan lokal lewat inovasi Khilan. Meskipun Khilan merupakan program yang sudah lama dilaksanakan, namun FIPO menganggap Khilan beberapa kali diangkat oleh media dan masih terus berkesinambungan.

”Khilan merupakan inovasi yang memberdayakan ekonomi masyarakat yang mana hingga saat ini masih terus eksis dan terus berkembang,” sebutnya.

Selain Kota Palopo, wilayah Luwu Raya lainnya yang menjadi nominator peraih FIPO Award 2016 adalah Luwu Timur. Melalui pertumbuhan lingkungan hidupnya dan Luwu Utara melalui partisipasi publik. Dimana Program pengawasan pembangunan setelah melalui survey publik, mendapatkan respon yang cukup besar dari masyarakat.

Juga Toraja dan Toraja Utara. Namun, satu-satunya wilayah Luwu Raya yang tak masuk menjadi nominator FIPO Award adalah Kabupaten Luwu.
”Hanya Kabupaten Luwu yang tak masuk menjadi nominator FIPO Award 2016,” jelasnya.
Malam penganugerahan Otonomi Awards 2016 akan dilaksanakan di Hotel Sahid Jaya Makassar, Sabtu 19 November 2016 malam ini dengan dihadiri 16 bupati/wali kota se Sulsel.
Untuk diketahui, Jumat 18 November 2016 malam, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, MH bertolak ke Makassar untuk memenuhi undangan tersebut didampingi Kadis Kesehatan, Dr dr Ishak Iskandar, M.Kes, Kadis Pendidikan, Akram Riza, Kepala DPPKAD, Hamzah Jalante, Kepala Inspektorat, Samil Ilyas, Kepala Bappeda, Firmanza DP, Direktur RSUD Sawerigading, dr Nazaruddin Nawir, SPOG, Ketua DPRD, Harisal A. Latief, Kepala Distarcip, Anthonius Dengen, Kepala Dishub, Baso Akhmad, dan Kepala UPTD JA, dr Bakri.(rhm/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top