Tersentuh Kabel Arus Kuat Lalu Jatuh – FAJAR sulsel
News

Tersentuh Kabel Arus Kuat Lalu Jatuh

DI-ruang-HCU

* Buruh Bangunan Tersengat Listrik Badannya Hangus

PALOPO — Kondisinya cukup parah. Tubuhnya dibungkus perban warna putih. Akibat sengatan dengan tegangan listrik yang diduga berdaya tinggi. Tidak ada korban jiwa. Namun, sekujur tubuh bapak satu anak ini luka bakar. Saking tingginya electrical shock, tubuhnya seperti tertarik ke atas, lalu tubuhnya terhempas ke bumi.

Nasib tragis menimpa Ramli, 27 tahun. Ia warga Ponjalae. Sehari-harinya berpofesi sebagai buruh bangunan di SDN 26 Pettene. Korban yang tingginya 160 cm mempunyai satu anak dari buah perkawinannya dengan Juanda.

Pada Sabtu 19 November 2016,
ia bersama enam orang temanya sedang mengerjakan bangunan baru di SDN Pattene. Korban bertugas untuk memasang atap pada bangunan baru tersebut. Sementara tiga orang lainnya bertugas di bagian plester dinding.

Cuaca agak baik dan bersahabat. Tapi, malamnya, turun hujan sehingga rangka baja masih tampak basah. Ramli kemudian memanjat tiang. Tujuannya hendak memasang atap. Ada tiga orang buruh bersama memasang atap. Namun, posisi Ramli memang agak dekat dengan kabel listrik yang melintasi atap bangunan.

Ramli memanjat tanpa mengunakan safety. Seperti sepatu dan sendal. Awalnya, korban ingin memakai sepatu. Tapi, karena kondisi saat itu basah dan licin akibat hujan, ia akhirnya melepaskan sepatunya.

Kabel listrik dengan Ramli sekitar dua meter. Kalau dari lantai dasar bangunan dengan atap, jaraknya diperkirakan kurang lebih 6 meter. Anehnya, kalau rangka baja terdapat listrik, maka ketiga orang yang memanjat untuk memasang atap pasti akan tersengat listrik juga.

Subar, salah seorang koleganya dalam mengerjakan bangunan SDN mengaku kejadiannya begitu cepat.
Tidak ada yang melihat jelas peristiwa yang menimpa rekannya.

”Kami sempat melihat tubuh Pak Ramli terangkat naik, lalu kemudian ambruk ke lantai. Jarak atap dengan lantai kira-kira 6 meter,” ujar Subar, kepada Palopo Pos, saat membawa korban di RS Bintang Laut, Sabtu, lalu.

Kata Subar dan pekerja bangunan lainnya. ”Mungkin yang menyebabkan Ramli terangkat naik adalah tegangan kuat listrik yang menariknya naik,” paparnya.

Ia heran. Selain Ramli di atas. Pasang atap, ada tiga orang lagi bersamanya. ”Tapi, kok hanya Ramli yang tersengat listrik,” tambah Subar, lagi.

Kabar sang buruh bangunan tersengat listrik membuat Juanda, istri korban kaget bukan kepalang. Ia sambil menggendong anaknya bergegas menuju RS Bintang Laut.
Ia keluar dari rumah dengan air mata bercucuran. Tiba di rumah sakit, ia melihat tubuh suaminya sudah dibalut perban.

Kata Juanda, tubuh suaminya dari depan terbakar hebat. Mulai dari mukanya sampai bagian kaki. ”Hanya bagian tubuh belakang saja yang tidak terbakar,” paparnya.
Oleh tim dokter yang menangani korban, kata Juanda, bagian tubuh suaminya terkena dampak sengatan listrik. Bahkan sampai ke jantung. Itulah yang menyebabkan Ramli terus mengeluarkan cairan dari hidungnya.

Hati istri dan keluarganya makin sedih. Mendengar korban saat dalam perawatan berteriak kesakitan. Akibat pengaruh luka yang diderita.

Wali Kota HM Judas Amir, melalui Camat Wara Utara, Ardas Najeriah, langsung ke rumah sakit, untuk memantau keadaan Ramli. Ia menyangka bahwa yang terkena sengatan listrik adalah warganya. “Saya sudah menghubungu camat Wara Timur kalau ada warga yang terkena sengatan listrik di wilayah saya,” papar Ardas, saat datang melihat kondisi Ramli.

Para camat, kata dia, memang diintruksikan oleh wali kota jika ada kejadian di wilayahnya harus langsung memantau apakah warga tersebut memiliki BPJS atau tidak. ”Karena Bapak Wali Kota tidak ingin ada warga Kota Palopo yang tidak bisa berobat akibat tidak mampu,” tambah Ardas.

Seperti yang dikutip dari www.alfianelectro.com, sengatan listrik disebabkan karena adanya arus listrik yang mengalir pada tubuh manusia. Pada dasarnya aliran listrik ini terjadi karena adanya perbedaan potensial antara suatu titik dengan titik yang lain.

Pada kondisi tersengat listrik, tubuh manusia menghubungkan antara titik yang memiliki beda potensial sehingga tubuh akan bertindak sebagai penghantar listrik atau media tempat mengalirnya arus listrik. Jadi awal mula terjadinya sengatan listrik karena adanya beda potensial (tegangan) sehingga arus listrik mengalir melalui tubuh.

Kondisi tersengat listrik yang paling umum terjadi adalah ketika kita menyentuh bahan konduktor aktif dan bumi (ground). Biasanya terjadi apabila tangan kita menyentuh kabel listrik yang isolasinya rusak, kemudian kaki kita menyentuh bumi (ground) dengan kondisi tanpa alas kaki.

Diketahui bumi (ground) dapat menampung arus listrik yang besar maupun yang kecil dan pada umumnya diketahui bersifat netral. Maka dalam kondisi ini akan terjadi perbedaan potensial antara tangan dan kaki sehingga tubuh akan menjadi penghantar listrik yang mengalirkan arus listrik dari tangan menuju bumi (ground).

Oleh karena itu, pada umumnya petugas listrik biasanya menggunakan sepatu dengan alas atau isolasi yang tebal. Hal ini dikarenakan agar tidak ada kontak langsung antara tubuh dengan dengan bumi (ground) sehingga arus listrik tidak bisa mengalir melalui tubuh petugas listrik tersebut.(mg2/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top