Palopo Terbaik Layanan Kesehatan, Ratusan Pasien Dilayani Tiap Bulan dan Gratis (1) – FAJAR sulsel
News

Palopo Terbaik Layanan Kesehatan, Ratusan Pasien Dilayani Tiap Bulan dan Gratis (1)

Ambulance JA Memang Top

BUNYI sirine meraung-raung. Membelah malam di langit Kota Palopo. Ambulance Jemput Antar (JA) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo melesat dengan kencang menuju rumah warga. Ternyata, ada seorang warga yang sakit.

LIPUTAN: Rahmi Yusuf

DENGAN sigapnya perawat dan juga dokter turun dari ambulance dan langsung memeriksa kesehatan pasien. Karena pasien membutuhkan perawatan yang lebih intensif, maka pasien dibawa ke RSUD Rampoang.

Inilah sekelumit kegiatan ambulance JA yang selama ini melayani kesehatan masyarakat dengan mendatangi warga di rumahnya dan melakukan pemeriksaan. Layanan kesehatan gratis, yang bertugas melayani terkait masalah kesehatan di rumah warga Palopo, UPTD Jemput Antar (JA) Kota Palopo, ternyata melayani cukup banyak per bulan. UPTD JA dalam sebulan bisa melayani antara 400 hingga 600 kasus.

Layanan kesehatan gratis ini dapat dinikmati semua orang yang ada dalam wilayah Kota Palopo. Tak memandang warga manapun, selama dalam wilayah Kota Palopo, maka berhak mendapat layanan dari UPTD JA. Kalau sakit di rumah, tinggal menelepon ke UPTD JA, 0471-21531.

Hal inilah yang menghantarkan Kota Palopo meraih penghargaan pelayanan kesehatan terbaik di Sulsel. Ini dibuktikan dengan diraihnya FIPO Award 2016.

Kepala UPTD JA, dr Bakri saat ditemui Palopo Pos, Senin 21 November 2016 menuturkan, masyarakat sudah cukup banyak memanfaatkan jasa layanan jemput antar ini. Fasilitas yang ada di dalam ambulance standar seperti ambulance lainnya. Seperti alat infus, tabung oksigen, alat pengukur tekanan darah, serta alat-alat standar medis lainnya.

“Kita layani 400-600 kasus dalam sebulan,” ujarnya.
Menurutnya, layanan jemput antar di Palopo ini berbeda dengan layanan sejenis di daerah lain. Ia menjelaskan, kalau di daerah lain hanya menjemput dan mengantar saja, tidak memberikan penanganan medis di rumah.

“UPTD JA Palopo kita berbeda dengan daerah lain. Kalau daerah lain hanya melayani antar jemput saja ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Kita di Palopo sekaligus memberikan pelayanan medis di rumah. Tenaga medis yang datang memeriksa terlebih dahulu kondisi pasien, diinfus jika dibutuhkan, kalau dianggap perlu baru dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Ia menyebutkan, di UPTD JA, layanannya semuanya gratis. Tak ada persyaratan apapun. Selama ada dalam wilayah Palopo, maka siapapun berhak mendapat layanan kesehatan gratis Palopo ini.

“Layanan JA semua gratis. Selama ada dalam wilayah Kota Palopo, meski sampai di sudut kota paling ujung pun, semua akan dilayani secara cuma-cuma. Walau bukan warga Palopo tapi ada di Palopo, juga bisa memanfaatkan layanan JA secara gratis,” jelasnya.

Dijelaskannya, hanya ada tujuh PNS yang bertugas di UPTD JA, yang terdiri dari dokter, perawat, dan bidan. Selebihnya semua adalah honorer.

“Ada empat kelompok yang bertugas, dengan tiga shift dalam sehari. Dalam satu shift sebanyak 10 orang. Setiap hari ada tiga shift yang bertugas, satu kelompok lagi istirahat,” katanya.

Meski demikian, dr Bakri mengeluhkan rendahnya honor yang diberikan anggotanya. Sebab, menurutnya, mereka ini kerjanya cukup berat. Bahkan, biasa melayani sampai ujung kota. Ke Kambo tengah malam.

“Honor mereka hanya Rp30.000 per shift. Rata-rata mereka masuk antara 25-30 kali shift. Honor mereka jauh dari UMR. Kami sudah mengusul kenaikan honor. Tapi biasanya terjegal di Banggar DPRD,” tandasnya.(rhm/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top