Panglima TNI dan Kapolri Cium Ada Agenda Makar – FAJAR sulsel
News

Panglima TNI dan Kapolri Cium Ada Agenda Makar

* Pada Demo Jilid III, ‘212’ Luwu Raya Dinyatakan Tetap Aman

PALOPO — TNI dan Polri mulai meningkatkan kewaspadaan. Terlebih jelang aksi ‘212’. Panglima TNI dan kapolri mencium ada agenda makar. Gawat! Situasi nasional sudah ada ancaman. Namun, situasi keamanan di Luwu Raya dinyatakan masih aman.

Pejabat TNI dan Polri di daerah agar memetakan titik rawan. Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melaksanakan video conference di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Senin 21 November 2016.

Dalam video conference, Tito menegaskan agar pejabat utama baik di Polri maupun TNI, memetakan titik kerawanan. Apalagi, jelang demonstrasi 2 Desember.

“Intinya antisipasi aksi pada 25 November dan 2 Desember. Informasinya akan ada unjuk rasa di DPR. Namun ada upaya-upaya tersembunyi dari kelompok-kelompok yang ingin masuk ke DPR dan mau kuasai DPR,” klaim Tito di Mabes Polri, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Menurut Tito, agenda tersebut sudah melanggar hukum yang diatur dalam 104 KUHP tentang Makar. Karenanya, lanjut Tito, TNI-Polri berupaya melakukan langkah antisipasi dari agenda terselubung tersebut.

“Kalau bermaksud menggulingkan pemerintah itu pasal makar. Kami akan perkuat gedung DPR-MPR, sesuai UU akan tegakan hukum,” jelas Tito.

Sementara itu, dalam video conference, Tito juga memerintahkan seluruh kepala kepolisian daerah agar melakukan upaya preventif agar daerah tidak memberikan massanya ke Jakarta.

Imbauan kapolri disambut kepala kepolisian di Luwu Raya. Saat kapolri dan panglima TNI memantau kondisi keamanan di Indonesia lewat video confrence, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Anton Charliyan, melakukan lawatan kerja ke Luwu Timur. Selama tiga hari.

Selain tatap muka dengan unsur muspida se Luwu Timur, ia juga menyempatkan diri mengelilingi obyek wisata danau Matano. ”Saya berharap agar selalu bersinergi, membangun daerah, dan jaga keamanan. Termasuk lestarikan cagar budaya Luwu Timur dimana danau matano merupakan danau purba,” ujar kapolda Sulselbar.

Di Luwu Raya, terdapat empat polres. Ada Polres Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, dan Kota Palopo. Sedangkan kodim 1403 Sawerigading membawahi empat daerah.

Kemarin, ratusan babinsa dari 16 Koramil berkumpul di kodim 1403 Sawerigading. Mereka diberi pengarahan oleh Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Kav Cecep Tendi Sutendi. Pengarahan tersebut terkait dengan situasi keamanan nasional. Juga tentang tugas baru menjaga keutuhan NKRI.

Dandim 1403 Sawerigading Letkol Kav Cecep Tendi Sutendi, menyinggung pula trik asing menguasai suatu negara. Khususnya negara yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA). Bisa lewat propaganda atau adu domba.

Trik yang mereka gunakan, kata dia, bisa memanfaatkan kondisi situasi nasional Indonesia yang berkembang dewasa ini. Cara yang ampuh untuk menggoyangkan bangsa ini adalah memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.

Baik itu melalui agama, suku maupun ras.
Untuk itulah, Panglima TNI, Gatot Nurmantyo meminta kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. ”Mari jaga Bhineka Tunggal Ika,” imbuh dandim.

Waspada ancaman-ancaman dari luar yang sudah di depan mata. Kata dandim, Panglima TNI memerintahkan semua dandim di seluruh Indonesia, termasuk kodim 1403 Sawerigading yang membawahi empat kabupaten/kota di Tana Luwu Raya ini, untuk melakukan langkah deteksi dini cegah dini.

Pertemuan itu berlangsung Senin 21 November 2016, di halaman mako Kodim 1403 Sawerigading.

Dandim menegaskan para danramilnya untuk mengatur babinsanya. Semua babinsa harus memperkuat silaturahim dengan para tokoh, kepala desa, lurah, dan bhabinkamtibmas. Harus lebih lincah dan jeli lagi di wilayah masing-masing. Jika ada yang mencurigakan segera laporkan.

“Babinsa yang beragam muslim lakukan pembinaan teritorial di pondok pesantren dan perkuat silaturahim. Demikian juga babinsa yang non muslim untuk aktif melakukan bimbingan teritorial di rumah ibadah masing-masing,” beber dandim lagi.

Menurut dandim, selain mewaspadai ancaman dari negara asing, yang patut diwaspadai adalah ISIS. Sebab, markas ISIS di kota Mosul sudah hancur. Ada kurang lebih 500 penduduk Indonesia yang menjadi anggota ISIS. Karena markasnya sudah hancur, penduduk Indonesia yang menjadi anggota ISIS pasi akan kembali ke Indonesia. ”Inilah yang kita patut waspadai,” sebutnya.

Selain babinsa, dandim juga memerintahkan para danramilnya untuk melakukan hal yang sama. Perkuat kekompakan di tingkatannya. Yakni camat, kapolsek, dan para tokoh. “Alhamdulillah, situasi di Luwu Raya masih aman. Namun, situasi nasional sudah ada ancaman,” tandasnya.

Sekitar 350 orang babinsa hadir termasuk para danramilnya. Mulai dari Koramil 01 Larompong yang dipimpin oleh Danramil Kapten Inf Sri Wahyudi, Koramil 02-Suli dipimpin Danramil Kapten Arm Yesaskar Garay, Koramil 03-Belopa dipimpin Danramil Kapten Inf Syahran Saehal.

Koramil 05-Bastem dipimpin Danramil Kapten Inf Arsid, Koramil 06-Palopo dipimpin Danramil Kapten Inf Antong Makmur, Koramil 07-Walenrang dipimpin Danramil Kapten Czi Waskito, Koramil 08-Limbong dipimpin Danramil Kapten Inf Ngapu Edy Pura, Koramil 09-Sabbang dipimpin Danramil Kapten Inf Alvianus.

Koramil Malangke dipimpin oleh Danramil Kapten Inf Yonathan Tandesak, Koramil 11-Masamba dipimpin Danramil Kapten Inf Amir Sahabu, Koramil 12-Bone-Bone dipimpin Kapten CBA Marthen Luther, Koramil 13-Wotu dipimpin Danramil Kapten Inf I Wayan Tagel, Koramil 14-Mangkutana dipimpin Danramil Kapten Inf Sumaryo, Koramil 15-Malili dipimpin Danramil Kapten Inf Asmiruddin dan Koramil 16-Nuha dipimpin Danramil Kapten Inf Alex Makale.

Hadir juga Kasdim 1403 Sawerigading, Mayor Inf Awal Alauddin, Pabung Luwu Utara, Dansubdenpom Palopo, Kapten CPM Adi Santoso dan Dantekbek, Lettu CBA Okla. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pengarahan masing-masing danramil kepada para babinsanya terkait langkah yang akan diambil di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, memastikan pihaknya akan mendukung polri dalam mengantisipasi adanya agenda makar di balik aksi demonstrasi 25 November dan 2 Desember.

Salah satunya memberikan bantuan tenaga intelijen TNI kepada Polri untuk menyekat gerakan terindikasi makar tersebut.

“Kerja sama intelijen untuk melihat mencari dan menemukan siapapun yang ajak demo baik sutradara maupun aktor-aktornya,” kata Gatot, Senin 21 November 2016.

Dikatakan Gatot, nantinya tim intelijen akan mengidentifikasi oknum-oknum yang memiliki agenda makar. Kemudian, pihak intelijen terus memantau gerakan mereka.
“Mereka bertanggung jawab dan harus kita ikuti terus 24 jam. Selanjutnya apabila yang dikatakan Kapolri, ada tindakan makar maka itu bukan urusan polisi saja tapi sudah urusan TNI,” jelas Gatot.

Sementara itu, dalam video conference, Gatot juga menyampaikan pesan kepada panglima komando utama TNI di seluruh Indonesia untuk tidak berlibur jelang demo 2 Desember.
Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya gerakan inkonstitusional. “Saya ingatkan, prajurit saya bukan penakut.

Setiap ada tugas di manapun juga pasti mereka berebut. Yang tidak tugas akan minta tugas. Jiwa mereka ingin jadi pahlawan. Kejadian ini tidak boleh berlarut-berlarut, yang menghambat masyarakat hidup tenang,” tandas dia.(jpnn-ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top