Khilan, Ekonomi Hulu Hingga Hilir – FAJAR sulsel
News

Khilan, Ekonomi Hulu Hingga Hilir

* Inovasi Wali Kota Palopo Sejahterakan Warga (3)

WWALI Kota Palopo, HM Judas Amir, MH punya satu program unggulan di bidang ekonomi. Yakni Kegiatan Home Industri Unggulan (Khilan). Program itu menggerakkan ekonomi kerakyatan dari hulu hingga hilir.

LIPUTAN: Rachmi Yusuf

KHILAN bukanlah sebuah program praktis. Sekali pelaksanaan atau sekali melaunching tuntas sudah. Program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo itu sangat mendetail dan memiliki tahapan panjang. Tahap awal dari Khilan adalah penghimpunan para pelaku usaha kecil dan masyarakat berpenghasilan rendah. Setiap kelompok terdiri atas sepuluh orang. Kelompok tersebut kemudian diverifikasi terkait layak tidaknya ikut menjadi peserta Khilan.

Hasilnya, 400 kelompok lolos verifikasi. Pemkot kemudian mengumpulkan semua ketua kelompok yang lolos seleksi. Mereka diminta bermusyawarah di internal kelompok agar satu orang bisa mewakili kelompok tersebut mengikuti tahap berikutnya.

Setelah nama disodorkan, Pemkot Palopo memberikan pelatihan kepada wakil setiap kelompok usaha itu. Pelatihan yang diberikan kepada 400 wakil kelompok tadi tidaklah instan. Selama sepuluh hari mereka dididik di Lembaga Pengembangan Teknologi Tepat Guna Masyarakat Lokal Indonesia (LPTTG-Malindo).

Menurut Judas, para wakil kelompok dilatih mengolah bahan baku menjadi bahan jadi yang siap konsumsi.

”Semua wakil dari 400 kelompok yang kami bina sudah melalui pendidikan itu. Mereka diutus ke LPTTG-Malindo dalam empat gelombang,” jelas Judas. Biaya pelatihan tersebut tentu ditanggung pemkot. Di situ mereka mendapatkan 20 persen teori dan 80 persen praktik. Seusai pelatihan, wakil setiap kelompok menularkan ilmunya kepada anggota kelompok.

Setelah mendapatkan pendidikan, di Kota Palopo bermunculan beragam produk baru. Setiap kelompok diminta mengembangkan satu produk unggulan sehingga tidak terjadi persaingan kurang sehat dan saling mematikan usaha.

Perkembangan produk atau usaha setiap kelompok dipantau pemkot. Pemkot juga memberikan bantuan kepada kelompok usaha. Bantuannya bukan modal, melainkan dalam bentuk peralatan usaha. Banyaknya produk yang bermunculan, utamanya jenis makanan yang diolah dari komoditas lokal, tentu membutuhkan ketersediaan bahan baku.

Dari situ Wali Kota Palopo kembali menggerakkan setiap warga yang memiliki lahan tidak produktif agar bisa berproduksi mengikuti tren kebutuhan kelompok usaha yang sudah ada.

Melalui dinas pertanian, setiap pemilik lahan dibimbing dalam pemanfaatan lahannya. Tanaman yang dikembangkan untuk kebutuhan kelompok usaha antara lain jagung, ubi jalar, ubi kayu (singkong), labu, rumput laut, dan kakao. ”Petani memproduksi, kelompok usaha membeli,” ujar Judas.

Khilan berkembang pesat. Kini, ada 4.000 kepala keluarga yang menjadi pengusaha. Pemkot terus mendampingi untuk memastikan kelompok usaha itu tetap berproduksi.

Pemkot Palopo juga membentuk sebuah unit pelaksana teknis daerah (UPTD) yang mengelola mesin makanan ringan dengan merek lokal Zaro Snack. ”Tujuannya apa? Sudah pasti untuk mempertahankan kelangsungan hidup kelompok usaha yang dibentuk tadi,” tuturnya.

Wali kota menambahkan, sasaran Khilan adalah kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah atau prasejahtera.

”Memang, ketika melihat tingkat keuntungan mereka tidak seberapa. Tapi, bagi mereka, adanya aktivitas harian yang dilakukan di rumah dan setiap saat yang mendatangkan pendapatan sangatlah membantu,” tandasnya.(rhm/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top