Politik Adu Domba, Bangsa Luar Ingin Indonesia Terpecah – FAJAR sulsel
News

Politik Adu Domba, Bangsa Luar Ingin Indonesia Terpecah

*Dandim Perintahkan Pajang Foto Pahlawan Nasional Andi Djemma

PALOPO – Kembali ke sejarah, jauh sebelum Indonesia merdeka. Negara Indonesia adalah negera heterogen dengan bermacam adat budaya, agama, suku dan ras. Inilah yang memudahkan Belanda melakukan politik adu domba atau devide et impera.

Dalam memecah belah, Belanda menggunakan aksi isu atau provokasi, propaganda, desas-desus, bahkan fitnah untuk menggoyangkan suatu negara agar bisa menguasainya. Sekarang ini, ancaman itu kembali terjadi. Pihak luar memanfaatkan situasi yang berkembang di Indonesia dengan menyebar isu bohong melalui media sosial.

Demikian diungkapkan Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Kav Cecep Tendi Sutendi. Kepada Palopo Pos, Kamis 24 Nopember 2016 Dandim yang saat ini mengikuti rapat dengan komando atas membeberkan, sudah dua website asing yang menyebar berita bohong melalui medsos.

“Website itu menyebarkan berita bohong, yang isinya ustad Habib Riziq melapor karena dipukuli oleh anggota kostrad. Setelah diselidiki, ternyata berita itu tidak benar,” kata Dandim.

Pihak intelijen kemudian menelusuri website itu, kata Letkol Kav Cecep Tendi lagi, dan ternyata pemilik website itu berasal dari negara Autralia. “Selain berita dari website milik Australia, ternyata Amerika juga melakukan propaganda yang sama. Melalui websitenya, Amerika juga membuat berita atau isu-isu yang isinya memecah bela bangsa,” ungkap dandim lagi.

Untuk itulah, dandim meminta kepada seluruh lapisan masyarakat di Luwu Utara, Luwu, Luwu Timur dan Kota Palopo, agar pandai-pandai menyaring informasi. Apalagi kalau isinya bersifat propaganda.

“Mengantisipasi masuknya pihak asing memecah bela bangsa, saya perintahkan jajaran saya untuk membuat baleho pahwalan Nasional Tana Luwu Andi Djemma,” kata dandim lagi.

Baliho foto Andi Djemma, dikatakan Dandim, dibuat dalam ukuran besar. “Itu dipasang di masing-masing koramil. Mulai dari koramil yang ada Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo termasuk di kodim,” ungkapnya.

Tujuan pemasangan baliho tersebut, lanjut Dandim, untuk mengajak komponen masyarakat di Tana Luwu agar bangkit dengan selalu memelihara dan meningkatkan semangat juang seorang Andi Djemma yang pantang menyerah.

“Hal ini saya inisiasi, melihat perkembangan situasi nasional akhir-akhir ini, yaitu adanya pihak-pihak asing yang ingin memecah belah dan mengadu domba seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai cara. Salah satunya melalui medsos,” sebutnya.

Oleh karena itu, kata Dandim lagi, “Saya mengajak seluruh masyarakat Tana Luwu untuk merapatkan barisan, waspada terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat yang ingin memecah bela bangsa dengan mengadu domba masyarakat dengan berbagai cara,” ujarnya.
Bhinneka Tunggal Ika merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang harus selalu dijaga dan dipelihara.

“Bhineka Tunggal Ika hanya bisa dijaga dengan persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indonesia termasuk masyarakat Tana Luwu, mulai dari Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo,” tandasnya dengan suara bergetar.(ara/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top