Sering Terjadi Konflik Kelompok, Warga Pontap Mengaku Resah – FAJAR sulsel
News

Sering Terjadi Konflik Kelompok, Warga Pontap Mengaku Resah

Arsyad-Kaonga-1

* Tak Ada Lagi Pertemuan, Polres Palopo Langsung Proses

PALOPO — Warga Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur, mulai resah. Hampir tiap malam kelompok pemuda saling lempar. Padahal, upaya damai sudah dilakukan. Nyatanya, saling adu nyali masih saja terjadi.

“Kita tidak bisa tidur, hampir tiap malam ramai terus. Ada saja yang berkelahi. Kami jadi tidak tenang,” ungkap Ira, salah seorang warga Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pontap, kepada Palopo Pos, Senin 28 Nopember 2016.

Bahkan, menurut warga lainnya. Hampir tiap malam di jalan masuk pelabuhan sering terjadi ricuh. Seperti yang terjadi Minggu 27 November 2016 tengah malam. Kelompok pemuda kembali saling serang.

Dimintai keterangannya soal ketegasan polisi, Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono, SIk, melalaui Kapolsek Wara, AKP Arsyad Kaonga panas. Perwira tiga balok di pundak ini, meminta para tokoh masyarakat, ketua RT/RW tidak vakum. Dan melaksanakan tanggungjawabnya sebagai tokoh di lokasi itu.

“Seharusnya para tokoh ini terlibat untuk berupaya mendamaikan, atau paling tidak bekerjasama dengan pihak kepolisian. Namun nyatanya tidak,” ungkap kapolsek.

Makanya itu, dirinya menegaskan tidak akan lagi melakukan pertemuan perdamaian. Menurut kapolsek, upaya itu sia-sia dan tidak ada hasilnya. “Tidak ada lagi pertemuan-pertemuan, kalau masih berkelahi, langsung saya proses,” ketusnya.

Soal ribut-ribut malam kemarin, kapolsek mengaku sudah mengantongi identitas pelaku. “Pelaku pelemparan ini sudah kami kantongi identitasnya. Kalau ketemu langsung diproses hukum. Itu juga berlaku bagi yang lain,” tegasnya.

Pantauan Palopo Pos, tidak hanya di Kelurahan Pontap. Di sejumlah kelurahan, titik-titik munculnya konflik antar kelompok mulai muncul. Seperti yang terjadi di Kelurahan Temmalebba, Kelurahan Sendana, bahkan di Kelurahan Wara Barat.

“Jika pihak kepolisian tidak tegas, beginilah akibatnya. Mereka berani berkelahi, karena oknum-oknum ini berpikir, paling-paling didamaikan dan tidak ada ketegasan dari pihak kepolisian,” ketus Oda, salah seorang warga lainnya. (ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top