Polisi Dalami Kasus Dugaan Penipuan Penerimaan Maba FK Unhas – FAJAR sulsel
Kriminal

Polisi Dalami Kasus Dugaan Penipuan Penerimaan Maba FK Unhas

20161207_11365120161207_113651

SIDRAP, BKM — Pasca terbongkarnya sindikat modus penipuan dan penggelapan kasus penerimaan Mahasiswa Baru di Fakultas Kedokteran Unhas di Polsek Tamalanrea Makassar, penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sidrap mulai melakukan penyelidikan. Hj Nanna warga Sidrap yang berdomisili di Jalan Nene Mallomo Kelurahan Rijang Pittu, Maritengngae, telah melapor ke Mapolres Sidrap.

Dalam laporan polisi korban bernomor 645/XI/2016/SPKT tertanggal 17 November 2016, korban yang juga seorang PNS di Dinas Kesehatan Pemkab Sidrap ini melaporkan Muhsin Halelie S.Sos, MSi warga Kelurahan Kadidi Kecamatan Maritengngae.

Dalam laporannya, korban dijanjikan kelulusan anaknya masuk di Fakultas Kedokteran Unhas oleh Muhsin Halelie. Kronologisnya, kata korban, Muhsin berkenalan dengan korban melalui perantara rekan korban bernama Hj Hafsah pada tanggal 4 Desember 2014.

Singkat cerita, terlapor meyakinkan korban akan meluluskan anaknya asalkan bersedia membayar uang sebesar Rp63.500.000,-. uang pelicin. Itu disanggupi korban dan dibayar secara bertahap. Dana awal, korban menyetor Rp50 juta tunai (kwitansinya ada) sebagai uang jaminan.

Selanjutnya pengakuan Muhsin kepada Hj Nanna, uang tersebut akan diserahkan kepada seorang bertitel Profesor di Unhas karena dia merupakan penentu kelulusan.Tanggal 10 Februari 2015, Muhsin kembali mendatangi korban dan meminta uang tambahan sebanyak Rp5 juta.

Menjelang penentuan kelulusan, pelaku kembali meminta sisa uang yang dijanjikan korban sebanyak Rp8,5 juta. Uang tersebut kemudian ditransfer melalui rekening BRI milik atas nama Sumiati. Namun kelulusan yang dijanjikan tak bisa dipenuhinya. Nama anak korban tak tercantum dalam kelulusan di Kedokteran.

Alhasil, terlapor tetap berusaha meyakinkan Hj Nanna meluluskan anaknya melalui jalur jatah nasional (JNS), namun janji tetap janji, dua kali pengumuman keluar, dua klai juga nama anak korban tidak ada.

Korban mulai merasa tertipu, langsung melaporkan ke Polisi karena anaknya tak kunjung kuliah di Fakultas Kedoteran dan uang itupun tak dikembalikan.

“Disinilah korban tersadar merasa ditipu dan meminta kembali semua uang diserahkan kepada pelaku. Dua tahun korban dijanji, makanya melaporkan Muhsin karena uangnya Rp63,5 juta tak dikembalikan,” ungkap Kasat Reskrim AKP Chandra Yudha Pranata, ditemui dikantornya, Rabu (7/12).

Menurut AKP Chandra, kasus ini masih terus didalami, apakah ada keterkaitan dengan terungkapnya kasus calo penerimaan Maba FK Unhas di Makassar.

“Kasus ini masih kita selidiki karena pelaku bernama Muhsin Halelie PNS di Makassar belum pernah datang memenuhi panggilan. Kita sudah panggil kedua kalinya. Namun kalau surat ketiga belum digubris, maka yang bersangkutan kami akan jemput paksa,”tegasnya.

Kasat juga menambahkan, sejauh ini, masih satu orang warga Sidrap yang melapor terkait penipuan kelulusan Maba FK Unhas.

“Baru 1 orang melapor dan saksinya juga baru satu orang telah diperiksa yakni H.Abd Muin. Kami harap warga Sidrap yang merasa pernah tertipu dengan kasus ini segera melaporkan ke pihak berwajib,” tandasnya.

Sementara korban Hj Nanna, yang ditemui terpisah mengaku kasus yang menimpanya segera di tuntaskan. Dan paling penting, katanya, semua uang yang telah disetorkan ke pelaku dikembalikan. (adi)

Berita Kota

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top