PT Telkomsel Sepakati Tuntutan Warga – FAJAR sulsel
News

PT Telkomsel Sepakati Tuntutan Warga

Sepakat

TOWUTI–Warga Desa Matompi, Kecamatan Towuti, Luwu Timur (Lutim) yang didampingi Jaringan Komunikasi Masyarakat Lingkar Tambang (JKM-LTI) menggelar aksi demonatrasi di tempat bangunan tower milik PT Telkomsel, sekitar pukul 07.00 Wita-02.00 Wita, Rabu, 7 Desember 2016.

Aksi tersebut merupakan penyampaian aspirasi warga kepada pihak PT Telkomsel. Pasalnya keberadaan pembangunan tower sangat meresahkan warga sekitar akibat petir terutama dalam radius BTS PT Telkomsel.

Usai aksi, juga langsung dilakukan pertemuan untuk mencari kesepakatan antara pihak Telkomsel dan warga di kantor Desa Matompi.

Pertemuan tersebut di hadiri tim negosiasi dari lsm jaringan komunikasi masyarakat lingkar tambang (JKM LTI) Hamrullah, Renaldi, Jois, Andi Baso Salama, sementara dari warga terdapak Abdul Rahman, Lius, Ibrahim, dan Asrudding.

Selain itu tampak pula hadir Camat Towuti, Kepala Desa, pihak Dinas Kominfo, Kabag Ops Polres Lutim, Kapolsek Towuti, pembina Matompi dan pihak dari Telkomsel, Gondo Prawuro.

Alhasil pertemuan tersebut melahirkan tiga kesepekatan yakni pergantian barang elektronik yang rusak milik masyarakat dari pihak Telkomsel ketika ada yang di sambar petir, masyarakat yang berada di sekitar tower Telkomsel agar dilibatkan dalam rangka penjagaan tower serta pemerintah dan Telkomsel membentuk Tim ahli untuk menguji kelayakan alat penyalur petir milik Telkomsel selambat-lambatnya 1 bulan dari sekarang.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibatnya barang-barang elektronik kerap mengalami kerusakan baik boster TV kabel hingga meteran listrik. Bahkan, jiwa keselamatan warga sewaktu-waktu bisa menjadi ancamam bagi keberadaan tower milik Telkomsel itu.

“Keberadaan bangunan tower ini sangat meresahkan warga sekitar bahkan mencapai radius 1 km, ketika hujan turun kemudian di sertai petir sangat mengancam kesalamatan warga. Bahkan banyak alat elektronik warga mengalami kerusakan,” ungkap Ketua JKM-LTI Hamrullah, kepada Palopo Pos, Rabu 7 Desember 2016.

Selain itu kata Ulla, panggilan akrap Hamrullah, banyak bangunan tower di wilayah ini berdiri tanpa mengantongi izin, seharus pemerintah meninjau ulang persoalan ini.(mg10/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top