DAK Fisik Turun Rp2 T – FAJAR sulsel
News

DAK Fisik Turun Rp2 T

Anggaran Daerah

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Turunnya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Sulsel tahun 2017 berdampak signifikan pada alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Sulsel. DIPA Sulsel 2017 totalnya Rp47,33 triliun atau turun dibandingkan 2016 mencapai Rp49,70 triliun.

Khusus untuk DAK fisik Sulsel, tahun 2016 nilainya mencapai Rp5,17 triliun atau menurun 39,26% atau sekitar Rp2 triliun dibanding alokasi 2017 yang hanya mendapat Rp3,14 triliun. “DIPA Sulsel 2017 totalnya Rp47,33 triliun atau turun dibandingkan DIPA Sulsel 2016 yang mencapai Rp49,70 triliun,” ujar Jufri Rahman, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, kemarin.

Menurutnya, alokasi DIPA Sulsel turun karena kondisi keuangan negara yang sedang defisit, akibat melesetnya target penerimaan pajak oleh pemerintah pusat. Termasuk melambatnya ekonomi global. “Apalagi dari segi target penerimaan program tax amnesty secara nasional juga masih jauh. Targetbya Rp3.000 triliun, baru terkumpul Rp900 triliun,” jelasnya.

Meski demikian, Jufri menegaskan, turunnya DAK fisik telah diantisipasi dengan melakukan penyesuaian. Dimana pembagian alokasi belanja semua SKPD akan ditekankan untuk memenuhi target RPJMD Sulsel. “Kita fokus pada program prioritas pertama dan pemenuhan urusan wajib,” katanya.

Secara terpisah Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, saat menerima DIPA 2017 mengatakan, DIPA akan menjadi sesuatu yang sangat berarti untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Sebab itu diharapkan, operasional DIPA harus secara prioritas dan cepat bisa didigulirkan sehingga menjadi sesuatu yang bermakna mengakselarasi roda perekonomian daerah.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani, menyampaikan, APBN 2017 telah disetujui DPR pada akhir Oktober lalu, disusun ditengah tekanan ekonomi yang sangat menantang. Kondisi ekonomi Amerika pasca Pilpres, kebijakan ekonomi negara maju, hingga pemulihan ekonomi Tiongkok yang berpengaruh pada harga komoditas.

“Pemerintah terpaksa melakukan koreksi untuk menjaga kredibilitas instrumen fiskal dan menjaga kondisi ekonomi Indonesia. Perekonomian Indonesia harus siap mengantisipasi ketidakpastian global,” kata Sri Mulyani. Dia mengungkapkan, APBN 2017 telah ditetapkan dengan pendapatan negara sekitar Rp1.750 triliun dan belanja negara sekitar Rp2.080 triliun.

Dari belanja negara tersebut, DIPA yang diserahkan oleh Presiden kepada 87 Kementerian/Lembaga berjumlah 20.646 DIPA senilai Rp763,6 triliun (36,7%). Sementara DIPA untuk Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp764,9 triliun (36,8%) dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara sebesar Rp552,0 triliun (26,5%).

“Proyek infrastruktur yang penting di tahun 2016 namun tertunda pelaksanaannya, perlu dituntaskan di tahun 2017. Pengalokasian anggaran sesuai prioritas pembangunan,” katanya. Sri Mulyani menambahkan, Dana Insentif Daerah (DID) yang diberikan bagi pemerintah provinsi berkinerja baik dinaikkan dari Rp45 miliar menjadi Rp65 miliar. (eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top