Dikira Boneka, Ternyata Mayat – FAJAR sulsel
News

Dikira Boneka, Ternyata Mayat

* Mandi-mandi, Anak TK Tersapu Ombak di Tanjung Ringgit, Tewas

PALOPO — Seorang bocah tersapu ombak di perairan pelabuhan tanjung ringgit Palopo, Senin 12 Desember 2016. Pukul 12:00 Wita turun main. Ia dan dua orang temannya mandi-mandi di pinggir pantai. Pukul 15:00 Wita, ditemukan tewas terapung.

Dikira boneka, ternyata anak TK Yayasan Taman Kanak-kanak Rafiah.
Namanya Arga Ardiansyah, 5 tahun. Ia anak kedua dari tiga bersaudara. Hasil buah perkawinan Yayan dengan Jumahira. Saat terapung, baju di badan sudah lepas. Terlihat tubuh kecilnya dan luka akibat kena benturan benda saat tersapu ombak.

Anak yang baru berusia 5 tahun ini sedang mandi-mandi bersama dua orang temannya. Mereka berenang. 2 teman lainnya cepat pulang karena ingin tidur. Sedangkan korban dan temannya yang satu masih asyik berenang.

Selang beberapa menit kemudian, air di Tanjung Ringgit mengalami pasang. Korban diduga tersapu ombak yang cukup besar. Ia awalnya berenang di pesisir laut. Sekitar 500 meter dari rumahnya. Tapi, entah mengapa anak ini semakin ke tengah laut dan akhirnya tenggelam.

Saking kagetnya mungkin temannya lari dan tidak mengatakan apa-apa. Sekitar 3 jam kemudian anak ini ditemukan Iwan, salah seorang nelayan dalam keadaan tidak bernyawa. Ia awalnya mengira boneka yang terapung.

”Saat mendekat, ternyata tubuh anak kecil yang sudah meninggal,” ujarnya.
Dengan rasa prihatin dan panik, ia melaporkan kejadian ini ke Polsek Wara. Dengan menggunakan mobil patroli anak ini dibawa ke RS AT-Medika.

Pihak IGD At-Medika menjelaskan bahwa anak ini memang datang sudah dalam keadaan tidak bernyawa. “Kami menerima anak ini pada pukul 15:40 Wita dan kami langsung meemberikan tindakan emergency setelah itu dipulangkan kembali di kediamannya pada pukul 16.00 WITA,” ujar salah seorang tim medis.

Arga Ardiansyah lahir di Palopo 22 Juni 2011. Yayan, ayah korban sehari-harinya bekerja sebagai buruh bongkar muat barang di pelabuhan tangjung ringgit Palopo. Ia mengaku mendapat kabar kematian anaknya dari tante Arga yang meneleponnya.

“Pada saat kejadian saya sedang tidak berada di rumah saya pergi membantu tetangga saya mengerjakan rumah,” papar Yayan dengan mata berkaca-kaca, kepada Palopo Pos, Senin 12 Desember 2016, di rumah duka.

Sebelumnya, Yayan memang sudah mempunyai firasat buruk tentang anaknya itu. “Terakhir kali saya melihat anak saya menangis tetapi air matanya tidak jatuh. Ketika saya ditelepon oleh tante Arga yang menangis saya sudah bisa langsung menebak,” papar Yayan lagi. Dari tiga anak Yayan Araga-lah yang paling dekat dengannya dan paling ia sayangi.

Lurah Pontap, Junita Anjar Lestari, yang mendapat kabar tersebut langsung menuju ke RS Atmedika. “Saya baru sampe di rumah belum satu menit saya sudah mendapat kabar tersebut dan langsung menuju RS Atmedika tetapi tidak kesampaian dan saya langsung menuju rumah duka,” papar Junita Arjar Lestari, kepada Palopo Pos, di rumah duka.(mg2-mg4/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top