HARBOLNAS: E-Commerce or E-Koma – FAJAR sulsel
News

HARBOLNAS: E-Commerce or E-Koma

Amiruddin Amrullah Dosen Departemen Manajemen FEB UNHAS

Hari ini, 12 Desember 2016 dirayakan sebagai Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS) di Indonesia. Perayaan ini terinspirasi dari Black Friday dan Cyber Monday di Amerika Serikat. Jika anda ingin membeli barang secara online, adalah hari yang tepat karena para seller (LAZADA, OLX, TOKOPEDIA, Alfacart, dll) menjual produk dengan diskon besar-besaran serta cash back yang relatif besar. Saat ini sudah lebih dari 25 situs belanja online yang ikut serta ambil bagian dalam peringatan HARBOLNAS.

Gelombang e-commerce sudah melanda Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. Hal ini seiring dengan semakin maju dan canggihnya teknologi mobile (Handphone dan tablet). Tahun ini ada dua berita besar yang menghampiri industry e-commerce di Indonesia yaitu berita tentang akuisisi e-commerce LAZADA oleh Ali Baba dan yang kedua adalah seputar rencana datangnya pemain kawakan e-commerce Amazon ke pangsa pasar Indonesia dan Asia Tenggara.

Seiring dengan makin maraknya dunia belanja online ini, pasar offline semakin terkena dampaknya. Konsumen mengalami perubahan perilaku. Ironisnya lagi, industri komputer dan gadget yang paling banyak merasakan imbas dari perubahan perilaku konsumen ini. Salah satu contoh adalah Toko-toko komputer di Glodok Dan Manga Dua Jakarta banyak yang gulung tikar. Jika kita berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan elektronik ini, ada banyak toko/kios yang tutup karena sepinya pembeli. Toko yang bertahan hanya mereka yang sudah menjual online.

Biasanya, toko mereka hanya digunakan untuk menerima order online, packing dan mengirim barang. Alan Deutschman (2006) menulis sebuah buku tentang perubahan “Change or Die” memberikan gambaran dan ilustrasi yang sangat pas dengan apa yang terjadi dengan toko yang ada di Pusat Perbelanjaan Glodok dan Mangga Dua ini. Bila para pemilik toko komputer dan gadget ini tak berubah maka tunggulah kematiannya atau menjadi usaha yang hidup segan mati pun tak mau.

Di Makassar, pusat perbelanjaan elektronik seperti Computer City di Panakkukang, bukan mustahil akan bernasib sama dengan kedua pusat perbelanjaan elektronik di atas. Oleh karenanya, Ikut ambil bagian sebagai pemain dalam industry E-Commerce adalah suatu hal yang wajib atau menjadi E-Koma (baca: usaha gulung tikar). Menyonsong tahun 2017, menurut kami ada beberapa trend dunia e-commerce yang akan dominan di masa mendatang:

1. Dominasi Perangkat Mobile

Internet Retailer Report menyatakan bahwa satu dari tiga pembelian online yang terjadi dilakukan lewat mobile phone / tablet. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para penjual e-commerce untuk memaksimalkan konten situs jualan mereka agar dapat lebih mobile friendly atau dapat dengan mudah dilihat dan ditemukan oleh calon pembelinya. Konten yang baik merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha e-commerce.

2. Video sebagai kunci untuk menggambarkan produk

Diakhir tahun 2016 ini, hampir semua pemilik perangkat mobile dan desktop dapat dengan mudah terkoneksi dengan jaringan internet sehingga akses ke aplikasi yang menawarkan pemutaran video seperti misalnya youtube, Netflix, amazon prime dan lain-lain dengan mudah diunduh dan dijalankan diperangkat mobile. Mereka dapat dengan mudah melihat video yang diinginkan. Konten video yang menggambarkan produk penjual serta mudah diakses oleh calon pembeli merupakan kunci dari munculnya antusiasme mereka akan produk dan media yang tepat untuk memberitahukan si calon pembeli akan differensiasi produk dari produk yang sejenis lainnya dan juga untuk memberitahukan produk dan layanan baru yang mereka tawarkan.

3. Iklan pop up di media sosial

Media sosial juga mengambil peran penting dalam pengembangan e-commerce ini ke depan. Mungkin banyak dari kita yang tanpa sadar mengklik iklan yang muncul saat kita membuka facebook dan membacanya. Iklan ini berfungsi sebagai pengingat akan produk-produk yang sudah kita browsing/daring di aplikasi-aplikasi e-commerce seperti LAZADA, Tokopedia atau OLX dan lain-lain. Ada juga iklan yang menargetkan konsumen baru dengan menawarkan produk-produk lain yang menarik.

4. Otomatisasi pemasaran (email, predictive demand analysis)

Aplikasi-aplikasi e-commerce umumnya meminta email untuk membuka akun baru. Email ini mereka simpan dan gunakan lagi untuk menawarkan produk-produk yang menjadi andalan mereka. Jangan heran jika kita menerima banyak email penawaran produk atau diskon khusus yang ditawarkan lewat email kita. Hal lain yang juga ada dimasa mendatang adalah aplikasi pintar yang terintegrasi dengan situs reseller. Saat kita melakukan pencarian produk dan meng-klik salah satu produk maka data ini akan tersimpan dan akan digunakan untuk menawarkan produk yang kurang lebih sama di masa mendatang.

5. The GoJek-ization of shipping

Saat melakukan pemesanan barang secara online untuk daerah yang sama dengan posisi retailer atau penjual, pihak pembeli atau penjual akan menanyakan apa bisa dikirim lewat GoJek? Atau pembeli memesan secara online dan dijemput oleh GoJek untuk diantar ke pembeli.

Di tahun 2017, hal ini akan semakin umum dan familiar dengan masyarakat kita. Perusahaan yang masih mengandalkan kegiatan dagang offline sebaiknya mulai menjajaki dunia online karena mereka harus berubah. Tanri Abeng di salah satu seminar di UNHAS tahun ini mengungkapkan bahwa “Tidak ada perubahan yang konstan kecuali perubahan itu sendiri”. Sekali lagi selamat HARBOLNAS…!!! Email: a.amiruddin@fe.unhas.ac.id

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top