Panitia Pilkades Bainang Diadukan ke Polisi – FAJAR sulsel
News

Panitia Pilkades Bainang Diadukan ke Polisi

download-1

download

Dugaan Pemilih Siluman Mencuat

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB—Dugaan pelanggaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Bainang Kecamatan Palakka, terus mencuat.
Tidak mau tinggal diam, kuasa hukum Andi Hasanuddin, Calon Kepala Desa (Cakades) Bainang, resmi melaporkan dugaan pelanggaran pilkades di desa tersebut ke Polres Bone.

Salah seorang tim kuasa hukum calon kepala desa tersebut, Agung Kanna SH menyebutkan, pihaknya resmi melaporkan dugaan pelanggaran Pilkades Bainang dengan laporan polisi Nomor 576/XII/2016/SPKT/Res Bone tertanggal Senin 12 Desember kemarin.
Agung menegaskan, ada banyak dugaan pelanggaran yang ditemukan.

“Dugaan tindak pidana yang kami laporkan sesuai pasal 263 ayat 1 dan 2, berupa adanya surat panggilan yang dipalsukan, surat keterangan domisili dipalsukan dan DPT yang dipalsukan,” ungkapnya kepada RADAR BONE via seluler, Senin 12 Desember kemarin.

Agung menegaskan, pihaknya akan mengawal kasus tersebut. Apalagi lanjut dia, sangat jelas adanya permainan di pilkades tersebut.
“Polisi harus tegas mengusut kasus ini. Jelasnya kita akan kawal, termasuk siapa-siapa yang bermain di dalamnya,” tegasnya.

Data yang dihimpun, ada beberapa pemilih yang diduga bukan penduduk asli Desa Bai-nang. Mereka adalah Nurwati, Ramli, (Diduga penduduk Desa Kading Kecamatan Awangpone), Sinring Baco, Jumadi Sinring (Diduga warga Desa Paccing Kecamatan Awangpone), Mardin (Diduga warga Desa Passippo Kecamatan Pa-lakka), Jida (Diduga warga Desa Carebbu) dan Masiding (Diduga warga Desa Mico).

Selain itu, warga yang tidak ada di DPT namun menyalurkan hak pilih di Desa Bainang, yakni Sapina, Pinu, Hasni Hatta, Masi, Hasniati dan Sarman. Sementara warga yang diduga mencoblos dua kali, yakni Hj Kati, Yaco, Jusmani dan Mone serta yang diduga mendapat surat suara lebih dari satu yakni Sere dan Haripuddin.
Salah seorang pemilih yang namanya disebutkan di atas, Mardin mengaku merupakan penduduk asli Desa Bainang. Mardin bahkan mengaku mengantongi KTP asli Bainang. “Saya penduduk asli Bainang dan mencoblos di desa itu saat pilkades kemarin,” ujar Mardin.

Saat disinggung Desa Passippo, Mardin mengaku orang tua perempuannya merupakan Warga Desa Passippo. “Tapi saya ikut orang tua laki-laki yang merupakan warga Desa Bainang dan memang tinggal di desa ini (Bainang),” jelasnya.
Pemilih lainnya yang juga diduga pemilih ‘siluman’, Jida, juga mengaku penduduk asli Desa Bainang.“Ada surat panggilan dari panitia dan KTP serta KK saya memang di Desa Bainang,” ujarnya.

Camat Palakka, Hasnawati Ramli yang dikonfirmasi RADAR BONE terkait dugaan kecurangan Pilkades Bainang mengatakan dirinya belum bisa berkometar lebih jauh terkait persoalan dugaan pelanggaran pilkades.
“Oh, saya juga baru tahu kalau persoalan ini tempuh jalur hukum. Dan itu hak mereka jika tidak puas dengan hasil Pilkades,”singkatnya.

RADAR BONE

loading...
Click to comment
To Top