Pergantian Kepsek Lamban, Pencairan DPG Terhambat – FAJAR sulsel
News

Pergantian Kepsek Lamban, Pencairan DPG Terhambat

WATAMPONE, RB—Lambannya pergantian kepala sekolah (Kepsek) berimbas pada mandeknya pencairan dana pendidikan pendidikan gratis (DPG) di tiga sekolah. Ada tiga SMP yang belum mendapat kucuran DPG selama dua triwulan. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone membeberkan nama-nama sekolah yang terhambat pencairan DPG-nya. Ketiga sekolah dimaksud, yakni SMP Negeri 1 Lappa Riaja, SMP Negeri 2 Cenrana dan SMP Negeri 2 Awangpone

Ketiga sekolah tersebut belum mendapat jatah DPG selama dua triwulan, karena terkendala penanggungjawab anggaran. Pasalnya tiga sekolah itu tidak memiliki kepala sekolah maupun pelaksana tugas kepala sekolah. Sehingga tampuk kepemimpinan di tiga SMP tersebut lowong “Kalau memang pihak bank tidak bisa mencairkan DPG sekolah karena tidak adanya kepala sekolah defenitif, maka harus dikonsultasikan dulu ke pemerintah kabupaten dalam hal ini BKDD,” ungkapnya kepada RADAR BONE, Jumat 9 Desember lalu.

Nursalam mengakui, salah satu penyebab tampuk kepe-mimpinan di sekolah itu lowong, dikarenakan pihaknya menunggu pengukuhan massal kepala sekolah yang sudah over masa tugas. Jumlah kepala sekolah yang over masa tugas berkisar 400-an.
“Kami sudah mengusulkan sekolah yang lowong agar segera diangkat kepsek pengganti. Bahkan usulan kami bersamaan de-ngan kepala sekolah yang over, tapi sampai hari ini belum ada pengukuhan,” bebernya.
Karenanya, Nursalam me-minta, jika pengukuhan serentak kepsek ‘Kadaluarsa’ masih lama, maka sebaiknya ditunjuk pejabat pelaksana tugas.

“Kalau memang pengukuhan kepsek masih lama dilakukan oleh pemerintah kabupaten, maka kami mengusulkan agar ada Plt di sekolah yang lowong, supaya tidak berdampak pada pencairan DPG,” harap Nursalam.
Kepala BKDD Kabupaten Bone Drs A Islamuddin yang dikonfirmasi RADAR BONE, Jumat, 9 Desember lalu mengaku belum bisa memastikan jadwal pengukuhan kepala sekolah. “Sampai saat ini, kami belum bisa memastikan jadwal pengukuhan kepala sekolah over, karena usulan pergantian kepsek over kembali dikaji ulang,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Bupati Bone Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi MSi pada momentum perayaan HUT PGRI ke-71 di Kecamatan Lamuru menegaskan dirinya segera mengukuhkan pengganti kepsek over masa tugas. “Insya Allah Minggu depan, 400 kepala sekolah akan saya kukuhkan,” ungkapnya usai meresmikan gedung guru PGRI Cabang Lamuru Jumat, 25 November lalu.

Hanya saja, dua pekan sudah berlalu, belum terlihat tanda-tanda pergantian kepsek secara serentak akan digelar.
Ketiga sekolah yang lowong kepemimpinan itu hingga kini belum menerima dana pendidikan gratis untuk dua triwulan, yakni triwulan II dan III.

Sejauh ini DPG digunakan untuk membiayai insentif tenaga pendidik hingga pegawai sekolah dari semua tingkatan sekolah
Adapun rincian Dana Pendidikan Gratis dalam satu triwulan, meliputi insentif Kepala Sekolah Rp125.000 ribu, Wakil Kepala Sekolah Rp100.000, Ketua Jurusan Rp100.000

Kepala Bengkel Rp100.000, Laboran Rp75.000, Pustakawan Rp75.000, Wali Kelas Rp75.000, Kepala Tata Usaha Rp100.000, Staf Tata Usaha Rp100.000 Bendahara Pendidikan Gratis Rp100.000, Kepala Urusan Rp100.000
Operator Sekolah Rp75.000, Satpam Rp250.000, Bujang Sekolah Rp75.000 hingga insentif guru non PNS sebesar Rp1.600 per jam. Ini berlaku bagi semua tingkatan sekolah.

Diketahui, ketiga SMP tersebut mengalami lowong kepe-mimpinan setelah kepala sekolah sebelumnya meninggal dunia hingga berkasus. SMPN 1 Lapri yang sebelumnya dikepalai Syamsuddin, kehilangan kepala sekolah setelah yang bersangkutan tersangkut kasus dugaan korupsi dana BOS dan Dana Pendidikan gratis tahun 2014. Dia resmi ditahan kejaksaan, Rabu 27 Juli lalu. Lain halnya dengan SMP Negeri 2 Awangpone yang dipimpin Muhlis dan SMP Negeri 1 Cenrana yang dipimpin Laudi, mengalami kekosongan kepimpinan setelah keduanya meninggal dunia.

RADAR BONE

loading...
Click to comment
To Top