Simbolis, Bupati Salurkan Bantuan Sosial PKH, Rp8,7 M ke 5.712 KK – FAJAR sulsel
News

Simbolis, Bupati Salurkan Bantuan Sosial PKH, Rp8,7 M ke 5.712 KK

MAMASA, UPEKS.co.id — Bupati Mamasa, H Ramlan Badawi MH, Selasa (13/8) siang bertempat, di Lapangan Tennis, Mamasa Kota, menyalurkan secara simbolis Bantuan Sosiai (BS) Program Keluarga Harapan (PKH).

Hadir, Kadis Sosial Kab. Mamasa, Hermin Lullulangi, Kadis Perhubungan, Daud Tandi Arruan, Kepala Bappeda Kab. Mamasa, Jono Buntukaraeng, Camat Mamasa, Camat Tawalian, Camat Sespa, Camat Tanduk Kalua, Kepala Pos Mamasa. Sejumlah Pejabat Dinas Sosial, Korkab PKH, Rizal, Sejumlah Pendamping PKH, dan masyarakat dari 4 Kecamatan peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

Bupati Ramlan mengatakan, nilai Program Keluarga Harapan (PKH) yang masuk Kab. Mamasa dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

“Mulai masuk ke Mamasa pada TA 2013 melalui Dinas Sosial. Awalnya, peserta PKH berjumlah 1.045 KK dengan jumlah bantuan Rp856.250.000 yang tersebar di enam kecamatan, yakni Mamasa, Pana, Mambi, Bambang, Tabang dan Aralle,” kata Bupati.

Lanjutnya, pada 2014 bertambah 633 KK yang tersebar di lima kecamatan yakni, tanduk Kalua, Rantim, Sesenapadang, Tabulahan dan Buntumalangka dengan total bantuan Rp2.764.891.000.

Pada TA 2015 bertambah lagi sebanyak 707 KK yang tersebar di empat kecamatan yakni, Tawalian, Nosu, Sumarorong dan Messawa dengan total bantuan Rp 4.991.820.000 untuk 15 kecamatan.

Dan pada 2016 bertambah 3389 KK yang tersebar di seluruh kecamatan di Kab. Mamasa dengan total bantuan Rp8.732.413.750.-.

”Total peserta PKH di kabupaten Mamasa sampai TA 2016 sebanyak 5.712 KK,” rinci Bupati Ramlan.

Kadis Sosial Mamasa, Hermin Lullulangi mengatakan, program PKH ini adalah program bantuan uang tunai Kemensos kepada keluarga sangat miskin, berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan dengan melaksanakan kewajibannya seperti ibu hamil, anak balita, anak pra sekolah, anak SD-SMA, orang tua lanjut usia (≥ 70 Tahun), penyandang cacat berat.

“Bertujuan meningkatkan aksebilitas terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial dalam mendukung tercapainya kualitas hidup keluarga miskin. Diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga sangat miskin dalam jangka pendek serta memutus rantai kemiskinan dalam jangka panjang,” urai Kadis Hermin.

Koordinator Kabupaten Program Keluarga Harapan (PKH), Rizal menyebut kendala yang dihadapi dalam penyaluran dan kepesertaan PKH yakni masih adanya kecemburuan dari masyarakat karena peserta masih sangat terbatas sementara masyarakat miskin di Kab. Mamasa ada sekitar 13% dari total penduduk.

Pada TA 2016 jumlah bantuan terkecil yang disalurkan sebesar Rp 950.000 dan terbesar Rp 6.200.000 pertahun yang dibayarkan empat tahap dan disalurkan lewat PT. Pos Indonesia.(Leo)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top