Kasus Jaminan Reklamasi Terus Bergulir – FAJAR sulsel
News

Kasus Jaminan Reklamasi Terus Bergulir

LMM Kecam Kejari

KOLAKA,UPEKS.co.id — Ratusan penggiat dari Lingkar Masyarakat Madani (LMM) Sultra demo di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka, Selasa (13/12). Ketua LMM, M. Tahirkimi dan Sekretaris, Asram Lahama mendesak Kajati Sultra mencopot Kajari Kolaka. Selanjutnya kajari harus minta maaf pada media cetak dan elektronik sebulan berturut turut.

Selain itu mendesak kajari, menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus jaminan reklamasi (jamrek) PT Tambang Rejeki Kolaka. Pertimbangannya, PT TRK telah selesai di kantor ESDM selaku instansi berwewenang.

Kajari, Jefferdian didampingi Kasi Pidsus Abd Salam dan Kasi Intel Karimuddin saat menerima perwakilan pendemo di Aula Kejari menjelaskan, penetapan Jojon sebagai tersangka dilakukan sejak 28 Oktober lalu. “Dia (Jojon, red) ditetapkan tersangka terkait dugaan korupsi dana Jamrek PT TRK tahun 2012 lalu,” jelas Jefferdian.

Jefferdian persilahkan keluarga Jojon melakukan praperadilan jika penetapannya sebagai tersangka dianggap tidak sesuai fakta hukum. Hal itu dikatakan setelah Direktur Operasional PT TRK, Anugrah menyerahkan dokumen pembayaran jamrek dilakukan di kantor ESDM Kendari. Anugrah membantah, jika Jojon lakukan korupsi dana Jamrek seperti yang telah disangkakan.

Sebab, sejak beberapa bulan yang lalu, perusahaannya telah melakukan pengurusan di Kementerian Pertambangan terkait nilai Jamrek PT TRK selama 10 tahun ke depan dan nilainya mencapai Rp3 M. “Kemudian dilakukan pembayaran Jamrek dua kali, nilainya lebih dari Rp300 juta di kantor ESDM provinsi Sulawesi Tenggara, mengingat sejak Oktober, wewenang pertambangan ditarik ke provinsi,” tambahnya.

Anugrah juga menyayangkan proses penetapan tersangka Jojon selaku pimpinannya, karena informasi penetapan tersangka tidak disampaikan langsung ke Jojon. “Kita tahunya Jojon jadi tersangka melalui media sosial. Padahal, tanggal 2 Desember lalu dia baru dipanggil penyidik sebagai saksi,” kata Anugrah.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kajari Kolaka, Abdul Salam yang juga hadir dalam dialog bersama perwakilan massa menjelaskan, penanganan kasus Jojon ini dimulai sejak Juni lalu dengan melakukan pengumpulan bahan keterangan. “Kami telah mengambil keterangan kepala BPKAD Kolaka dan Distamben Kolaka.

Karena dianggap cukup bukti, maka setelah dilakukan penyelidikan, kami naikkan statusnya menjadi tersangka,”katanya. Salam mengaku, pihaknya sudah tiga kali melayangkan surat panggilan kepada Jojon untuk dimintai keterangan pada tahap penyelidikan. (pil/arf).

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top