PLTA Jeneponto Bakal Dikelola Denmark – FAJAR sulsel
News

PLTA Jeneponto Bakal Dikelola Denmark

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) rencana melakukan kerjasama dengan Denmark sektor kelistrikan. Salah satu pembangkit yang bakal dikerjasamakan yakni Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA) Kabupaten Jeneponto.

Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Sulsel, H Agus Arifin Nu’mang usai menerima perwakilan Denmark di ruang kerjanya, kemarin.Mantan Ketua DPRD Sulsel ini mengatakan, Klyngen yang baru saja dilantik sebagai Dubes Denmark untuk Indonesia, bukan hanya menjajaki kerjasama sektor maritim dan energi, tetapi juga menjajaki kerjasama investasi lain.

“Dia juga menarwarkan tentang pariwisata, manajemen kepelabuhanan, tentang lingkungan hidup juga, karena salah satu tantangan dunia ke depan adalah sampah plastik. Dia bersedia membantu. Jadi prinsipnya ini baru penjajakan,” jelas Agus.

Ke depan, lanjut Agus, jika kerjasama tersebut jadi dilakukan, maka kemungkinan besar Denmark akan menangani pembangkit listrik tenaga angin (PLTA) yang ada di Kabupaten Jeneponto.

“Salah satu bentuk kerjasama itu nanti di Jeneponto, listrik tenaga angin kalau di Parepare dengan Amerika, Jeneponto nanti dengan Denmark,” urainya.

Sementara itu, Pemerintah Denmark menyampaikan ketertarikannya menjajaki potensi kerjasama di Indonesia, termasuk di Sulsel. Hal itu disampaikan Duta Besar Denmark, Casper Klyngen, usai menemui Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, di kantor Gubernur Sulsel, Selasa (13/12/16).

Casper Klyngen mengatakan, kunjungannya ke Sulsel untuk menjajaki kerjasama, khususnya pada bidang pengembangan wilayah maritim dan energi.

Menurutnya, daerah ini memiliki potensial untuk pengembangan energi terbarukan, misalnya pembangkit listrik tenaga angin.
Apalagi, kata dia, Denmark saat ini merupakan pemilik perusahaan maritim terbesar di dunia, termasuk perusahaan perkapalan. Sehingga pihaknya menawarkan kerjasama dengan Sulsel dibidang tersebut untuk mengefisienkan cost atau biaya angkutan.

“Saat ini biaya pengiriman lebih mahal dari Makassar ke Jakarta dari pada Makassar ke Kopenhagen (ibukota Denmark). Ini tidak masuk akal. Kita akan berbicara bagaimana agar biaya ini bisa lebih efisien,” katanya.

Menurutnya, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan biaya angkutan tersebut adalah dengan kerjasama, untuk meningkatkan infrastruktur bidang kemaritimann termasuk direct call dari Makassar ke Kopenhagen dan sebaliknya.

Untuk itu, pihaknya juga akan berkunjung ke Pelindo IV untuk melihat bagaimana pelabuhan di sana, serta melihat gambaran-gambaran bidang apa saja yang dibutuhkan Makassar. “Termasuk bagian apa saja yang akan kami kerjasamakan untuk keuntungan kedua belah pihak,” katanya. (eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top