Deteksi Dini Rawan Bencana – FAJAR sulsel
News

Deteksi Dini Rawan Bencana

Amru-Saher-ST

*Camat Harus Kuasai Wilayah

BELOPA — Wakil Bupati Luwu, H Amru Saher, dalam sambutan pada acara Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Bencana Alam dan Penanggulangan Bencana Daerah, Selasa 13 Desember 2016 di Aula Bappeda di Belopa mengungkapkan, bencana alam berpotensi terjadi dimana saja, termasuk di sejumlah kecamatan di Kabupaten Luwu.

“Kita patut bersyukur wilayah kita curah hujannya tidak terlalu banyak. Dan Alhamdulillah tidak ada bencana alam yang terjadi dengan skala besar yang menimbulkan korban jiwa dan materi seperti di daerah lain. Akan tetapi kita harus tetap waspada dan perlu mendeteksi dini rawan bencana,” ungkap Amru Saher.

Amru Saher mengatakan, di Kabupaten Luwu memang ada beberapa kecamatan yang masuk titik rawan terjadi bencana alam, seperti di Lamasi Timur, Bua, Ponrang dan Ponrang Selatan, Bajo Barat, Suli dan Suli Barat juga Larompong dan Larompong Selatan. Untuk itu sangat diharapkan para camat dan aparatnya harus mampu melakukan deteksi dini dan tanggap terhadap potensi bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi di wilayahnya.

“Memahami situasi dan kondisi wilayah titik rawan bencana merupakan setengah dari solusi terhadap terjadinya bencana. Untuk itu kami harapkan para camat bisa mengayomi warganya. Mereka harus tahu potensi bencana yang bakal terjadi untuk melakukan antisipasi dini, demi menghindari adanya jatuhnya korban jiwa maupun materi,” jelas Amru Saher.

Amru Saher juga meminta kepada instansi pemerintah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu untuk sigap dan tanggap terhadap berbagai bencana alam yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

“Aparat di BPBD Luwu harus memiliki kemampuan tanggap bencana. Mereka harus memiliki standar operasional dan prosedur (SOP) ketika menghadapi bencana. Dan yang tidak kalah pentingnya SOP ini harus dipahami pula oleh masyarakat untuk itu harus disosialisasikan,” kata Amru Saher.

Sekretaris BPBD Luwu, Drs Hasta MSi mengatakan, rapat koordinasi dan sinkronisasi bencana alam ini bertujuan mengevaluasi penanganan darurat bencana, sebab bencana alamyang terjadi bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD Luwu, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk elemen masyarakat dan SKPD terkait.

“Bencana alam yang terjadi bisa mengakibatkan kerusakan pada multi sektor dan dibutuhkan penanggulangan secara terpadu. Untuk itu disamping kesigapan petugas, peran serta masyarakat dan semua SKPD terkait sangat dibutuhkan,” tandas Hasta.(and/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top