Hasilkan Kader Berkualitas – FAJAR sulsel
News

Hasilkan Kader Berkualitas

Musda Hipmi

Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD Hipmi) Sulsel tinggal menghitung hari. Tiga calon ketua BPD terus melakukan sosialisasi ke daerah demi manarik simpatisan voters agar bisa meraih suara terbanyak musda ke XIV 18-19 Desember mendatang.

Berbagai petinggi Hipmi pun memuji ketiga caketum yang bertarung untuk menggantikan ketua Amirullah Abbas. Salah satunya adalah mantan Ketua BPD Hipmi Sulsel periode 2007-2010, A Ridwan Djabir. A Ridwan Djabir yang lebih akrab disapa Dino mengatakan, ketiga caketum memiliki kemampuan dan pengalaman oraganisasi yang berbeda-beda. Hanya saja menurut Dino, pertarungan ini akan terasa sengit.

Ketiga calon ini sama-sama berasal dari luar, bukan sebagai pengurus BPD provinsi yang akan bertarung. Walaupun begitu ketiga calon inilah yang terbaik untuk bisa melanjutkan tongkat estapet kepemimpinan Amirullah Abbas ke depan. “Siapapun ketua yang terpilih itu adalah hasil Musda yang patut dihargai. Karena peran Hipmi ke depan harus menciptakan kader-kader, serta pengusaha muda. Karena kita di Makassar masih kurang pengusaha.

Olehnya itu, tugas Ketua Hipmi ke depan adalah menghasilkan kader dan melahirkan pengusaha,” ucap Dino. Menurutnya, pengusaha di Sulsel memang diakui sangat kurang. Tentunya sangat dibutuhkan. Untuk menggerakkan perekonomian di Sulsel tidak terlepas dari peran pengusaha. “Yang menciptakan lapangan pekerjaan itu pengusaha, bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau yang lainnya. Ketua baru nantinya harus menciptakan sebanyak-banyaknya pengusaha,” sebutnya.

Selain itu, Dino juga menyebut, program Ketua Amirullah Abbas cukup bangus. “Kita berharap, ketua yang terpilih nanti ini bagaimana bisa memfasilitasi anggota-anggotanya di daerah agar bagus hubungannya dengan perbankan, pemerintah, serta menciptakan peluang-peluang bisnis,” tandasnya mantan Ketua Gapeksindo Sulsel ini.

Pengusaha yang menggeluti usaha properti ini menambahkan, era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tantangannya sangat berat. Salah satunya adalah tidak terberdungnya tenaga asing yang masuk di Indonesia. “Kita berharap peningkatan kualitas kader Hipmi yang semakin bertamba terutama di sisi bahasa Inggris. MEA ini sudah tidak ada lagi batas-batas lagi dengan negara-negara luar,” tutupnya. (edo)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top