Sidang Pejabat Cabul Digelar Tertutup – FAJAR sulsel
News

Sidang Pejabat Cabul Digelar Tertutup

*Korban Pakai Masker, Keluarga Mengintip dari Luar

PALOPO — Sidang kasus asusila yang dilakukan oknum pejabat Dinas Kebersihan, Pertamananan, Pemakaman (Disberkam) Pemkot Palopo, Abdul Kadir SE Alias Daeng Nompo kembali bergulir di Pengadilan Negeri Palopo, Rabu 14 Desember kemarin. Seperti biasanya, sidang digelar tertutup mengingat kasus perkosaan berbeda dari kejahatan lain di tingkat pengadilan.

Agenda sidang kali ini pemeriksaan saksi korban yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum, Sakaria Aly Zaid, SH. Korban sebut saja Mawar (samaran. Red) berusia 19 tahun, staf Disberkam dan juga masih ponakan terdakwa. Kasus perkosaan ini terjadi Selasa 20 September 2016 lalu, dan dilaporkan ke Polres Palopo 21 September 2016.

Saksi korban datang bersama kedua orang tua dan ditemani beberapa anggota keluarganya. Namun ketika sidang dimulai keluarga korban tidak dibolehkan masuk ke ruang sidang karena sidangnya digelar tertutup untuk umum. “Kami kecewa Pak tidak bisa melihat langsung sidangnya. Kami terpaksa mendengar dan mengintip dari balik jendela ruang persidangan,” kata seorang keluarga korban.

Yang dibolehkan masuk ke ruang sidang untuk menemani korban adalah kedua orang tuanya. Saat memasuki ruang sidang korban mengenakan masker penutup hidung dan mulut. Namun saat sidang dimulai majelis mempersilahkan untuk membuka maskernya.

Sementara itu, menyusul terdakwa Abdul Kadir digiring masuk ruang sidang melalui pintu darurat. Itu dilakukan pihak pengadilan karena untuk mengantisipasi tindakan yang tidak diinginkan terjadi. Apa lagi keluarga korban banyak yang datang menyaksikan sidang.

Kurang lebih satu jam sidang berlangsung. Nampak dari luar kaca, Jaksa mencecar sejumlah pertanyaan kepada saksi korban. Sampai akhirnya sidang berakhir aman dan damai. “Saksi korban menceritakan semua kejadian yang dialaminya, bahwa terdakwa memang memperkosanya. Saya tidak bisa menjelaskan kronologisnya karena alasan secara psikologis dampaknya bisa dirasakan oleh saksi korban,” kata JPU, Sakaria, SH, saat dicegat Palopo Pos, usai sidang.

Alasan lain, lanjut Sakaria, karena dalam proses persidangan saksi korban akan menjelaskan peristiwa yang dialaminya tersebut kepada hakim yang memriksa perkaranya, sehingga korban akan teringat peristiwa itu karena ungkapkan di muka persidangan.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, Jamaludin Syarif, SH, usai sidang menjelaskan jika keterangan saksi korban seperti apa yang diterangkan didalam BAP. Sidang ini diketuai majelis hakim Jarihat Simarmata SH.MH didampingi Erwino M. Amahorseja, SH dan Heri Kusmanto yang menggantikan Mahir Sikki ZA, SH. Sidang kembali digelar pekan depan.

Seperti diketahui, Oknum PNS Pejabat Esalon IV Pemkot Palopo tega memperkosa Mawar yang merupakan pegawai honorer dikantornya. Bukan saja itu, korban juga dikubur idup-hidup usai terdakwa melampiaskan syahwatnya.

Perbuatan tak beradap ini terbongakr setelah korban melapor ke Polres Palopo. Di hadapan polisi, Mawar mengaku diperkosa di rumah terdakwa. Sebenarnya antara korban dan terdakwa masih keluarga. Terdakwa bahkan sering menjemput Mawar untuk berangkat ke kantor dengan berboncengan sepeda motor.

Terakhir, Mawar mendatangi rumah terdakwa di Komplek Perumahan Almarjan, Kelurahan Songka. Tak lama setelah tiba, terdakwa memeluk Mawar dari belakang. Korban melakukan perlawanan, namun terdakwa menyumbat mulut korban dengan kain. Karena terus merontak, terdakwa akhirnya memukul leher, hingga mengakibatkan korban pingsan. (rp1/him)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top