Kejari Geledah Kantor BPN – FAJAR sulsel
News

Kejari Geledah Kantor BPN

Kasus Hutan Lindung

MAROS,UPEKS.co.id — Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros dipimpin M Khuzaeni,SH Kasi Pidana Umum dan Kasi Pidsus menggeledah Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Maros, Kamis (15/12/2016). Kedatangan tim jaksa, mencari barang bukti terkait penyidikan kasus penerbitan sertifikat hutan lindung di kecamatan Tompobulu.

Kepala Kejari Maros, Farhan mengatakan, penggeledahan ini untuk mencari data-data pendukung terkait adanya penerbitan sertifikat hak milik pada hutan lindung di Dusun Arra desa Tompobulu kecamatan Tompobulu. “Intinya kita mencari data-data pendukung, dokumen yang diperiksa tahun 2011 dan setelahnya serta semua yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana penerbitan sertifikat,” ujar Farhan.

Farhan menambahkan, saat ini kasus ini sudah sampai pada tahap penyidikan dan pihaknya sementara mengumpulkan bukti-bukti dan juga alat bukti sudah diperiksa baik dari pihak BPN maupun pemilik lahan. Sampai saat ini sudah diperiksa 25 warga pemilik lahan. Dia menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan balai besar kehutanan. Farhan mengakui, kasus ini cukup kompleks apalagi lokasi hutan lindung cukup berat medannya untuk memastikan kawasan hutan tersebut.

“Luasnya ada sekitar 47 hektar, tapi kita sementara memastikan apakah betul kawasan tersebut masuk hutan lindung. Tapi pengukuran belum final karena kita ukur ulang luasnya,” paparnya. Terkait penetapan tersangka, saat ini kata Farhan masih proses penyidikan. namun tidak menutup kemungkinan akan ada penetapan tersangka. “Identifikasi kearah tersangka pasti ada tapi belum ditetapkan,” pungkasnya.

Sementara Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) Maros, M Khuzaeni mengatakan penggeledahan itu berlangsung sejak pukul 10.00 hingga pukul 14.00 wita. Diakuinya penggeledahan itu karena pihaknya membutuhkan dokumen terkait perkara penerbitan sertifikat dilahan hutan milik negara.

Berkas yang disita kata dia, yakni buku tanah dan dokumen penerbitan tanah. “Dokumen yang kita sita itu dokumen tahun 2011. Sekarang kita masih fokus disitu dulu,” katanya. Dia juga mengaku pengarahan terhadap tersangka sudah ada, bahkan pihaknya sudah memiliki target operasi (TO). (alf/arf).

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top